Hari Kedua Uji Coba MBG di Temanggung, Siswa Tetap Sambut Antusias

- Reporter

Kamis, 16 Januari 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Uji coba pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Temanggung yang dimulai sejak Hari Senin (13/1/2025), sudah berlangsung dua hari. Siswa SMP Negeri 2 Temanggung pun tetap antusias menunggu pembagian makanan yang tersaji di wadah stainless steel, Selasa (14/1/2025) siang.

Avicena Al Mukarobin (14), siswa Kelas VIII B SMPN 2 Temanggung mengungkapkan, cita rasa menu sajian MBG cocok dengan seleranya. Hanya, porsi nasi yang disajikan, menurutnya masih kurang banyak.

“Menu hari ini tadi ada nasi, telur rebus, tempe bacem, sayur sop jagung wortel, dan susu. Rasanya enak, cuma menurut saya nasinya dipindah ke sebelahnya biar porsinya lebih banyak. Soalnya porsi makan saya itu banyak. Kalau lauknya cocok, pas. Tapi kadang dapat yang kecil, kadang dapat yang besar. Beberapa sayur ada yang kurang suka, seperti oseng sayur buncis. Tapi menu yang hari ini semuanya habis saya makan,” ungkap Robin, sesaat setelah menyantap sajian MBG.

Baca Juga :  Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Diceritakan, setiap hari dia membawa bekal makanan dari rumah. Setelah ada program MBG, Robin mengaku tetap membawa bekal dari rumah, meski hanya setengah porsi.

“Biasanya saya membawa bekal dari rumah. Sebelum ada MBG ini saya pasti bawa bekal dari rumah, setelah ada program MBG, saya tetap membawa bekal lagi, karena porsi makan saya banyak. Saya bawa bekal setengah porsi dari biasanya,” ujarnya.

Berbeda dengan Robin, Safira Karunia Senja (14) mengungkapkan, dia selalu membawa bekal ke sekolah untuk disantap saat pagi hari (sarapan). Sedangkan untuk makan siang, ia selalu membeli makanan ringan, maupun makanan berat di kantin sekolah.
Sejak adanya program MBG, Safira mengaku lebih banyak mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Tidak seperti sebelumnya yang sering membeli gorengan.

Baca Juga :  Solusi Inovatif dari UNDIP: Desalinasi untuk Industri Hijau dan Pengendalian Banjir

“Saya sering membawa bekal ke sekolah, tapi biasa saya makan di pagi hari. Siangnya biasa beli jajan. Setelah ada program MBG ini paling ke kantin sekolah beli air minum saja. Sebelum ada program MBG, kalau siang saya biasa beli gorengan, spagheti, nasi ayam geprek, soto, atau bakpao,” pungkas Safira.**

Berita Terkait

Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum Era Digital
Koding dan Robotik Dinilai Penting, Nawal Yasin Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah
Bunda PAUD Jateng Dorong Guru Kuasai Coding dan Robotik Sejak Dini
Nawal Yasin: Guru PAUD Layak Dapat Kesetaraan Status dan Hak Profesi
Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026
Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah
Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum Era Digital

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Koding dan Robotik Dinilai Penting, Nawal Yasin Dorong Inovasi Pembelajaran di Sekolah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Bunda PAUD Jateng Dorong Guru Kuasai Coding dan Robotik Sejak Dini

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Nawal Yasin: Guru PAUD Layak Dapat Kesetaraan Status dan Hak Profesi

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026

Berita Terbaru