Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Cari Lokasi untuk Sekolah Rakyat Gratis

- Reporter

Rabu, 12 Maret 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-RAKOR DAN SOSIALISASI- Pemprov Jateng gelar rapat koordinasi dan sosialisasi pembentukan sekolah rakyat di Gedung B Lantai V Pemprov Jateng, Rabu (12/03/2025). Acara tersebut dihadiri Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati/Wali Kota se-Jateng. Foto : Dok.Pemprov/metrojateng.id

-RAKOR DAN SOSIALISASI- Pemprov Jateng gelar rapat koordinasi dan sosialisasi pembentukan sekolah rakyat di Gedung B Lantai V Pemprov Jateng, Rabu (12/03/2025). Acara tersebut dihadiri Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati/Wali Kota se-Jateng. Foto : Dok.Pemprov/metrojateng.id

Semarang – Sekolah Rakyat nol biaya alias gratis akan dibangun di Jawa Tengah. Saat ini Gubernur Ahmad Luthfi sedang mengidentifikasi lahan maupun gedung yang bisa digunakan untuk sekolah (SD-SMP-SMA) serta pendanaan dari APBN tersebut.

Lahan maupun gedung itu tidak harus aset milik Pemprov Jateng namun juga bisa dari pemerintah kabupaten/kota. Rencananya, pembangunan sekolah maupun revitalisasi gedung untuk Sekolah Rakyat bisa dilakukan tahun 2025 ini.

“Sasaran utama Sekolah Rakyat ini adalah calon siswa ya berasal dari keluarga miskin ekstrem atau dari keluarga rentan kemiskinan. Sekolah ini nanti gratis,” kata Ahmad Luthfi usai rapat koordinasi dan sosialisasi pembentukan sekolah rakyat di Gedung B Lantai V Pemprov Jateng, Rabu 12 Maret 2025.

Sosialisasi dilakukan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus lpul). Selain keduanya, rakor juga dihadiri bupati/wali kota se-Jateng.

Baca Juga :  Cukup Lewat WhatsApp, Layanan Administrasi JKN Tetap Lancar Selama Ramadan

Ahmad Luthfi menegaskan, Jateng mendukung program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Langkah itu untuk menggerus jumlah 160 ribu siswa putus sekolah di Jateng saat ini.

Menurutnya, adanya Sekolah Rakyat itu akan berperan besar memotong mata rantai kemiskinan di Jateng melalui sektor pendidikan. Sebagai catatan, angka kemiskinan di Jateng masih di angka 9,58 persen.

Menariknya, siswa yang akan sekolah di Sekolah Rakyat ini nanti adalah warga sekitar sekolah tersebut. Syarat pertamanya adalah termasuk dalam kategori miskin kemudian berprestasi.

Namun ia menggarisbawahi, untuk menyiapkan lahan guna membangun Sekolah Rayat juga tak mudah. Lantaran luasnya sudah ditentukan dari Kemensos yakni 5-10 hektare.

Baca Juga :  AI sebagai Alat Jurnalisme: Manfaat, Risiko, dan Etika yang Harus Dipatuhi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, sekolah rakyat akan sudah diaktifkan mulai tahun ajaran 2025/2026 atau tahun ini. Untuk tahap awal, akan dimulai dari aset-aset milik Kemensos sebagai lokasi sekolahnya.

Sekolah rakyat ini bentuknya adalah boarding school atau asrama sehingga pendidikan berlangsung 24 jam sehari. Kurikulum yang digunakan sebagaimana sekolah unggulan namun juga ditekankan pendidikan karakter.

Terkait lahan yang disediakan Pemprov maupun Pemkab, ia belum bisa mengatakan status kedepannya. Ketentuannya masih menunggu finalisasi.

“Seminggu yang akan datang diketahui berapa dari Jateng yang sudah siap. Bisa dalam bentuk gedung yang direvitalisasi atau tanah. kami tunggu usulan sampai 21 Maret (2025),” kata Gus Ipul.***

Berita Terkait

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng
GJL Dukung Polri Kuat dan Bersih, Penegakan Hukum Harus Berpihak pada Rakyat
Wamendagri Puji Kolaborasi Penanganan TBC Jateng, Minta Jadi Acuan Nasional
Sprin Run 2027 Padukan Olahraga dan Aksi Sosial untuk Kesehatan Perempuan
RSUD RA Kartini Jepara Perluas Kapasitas Layanan, Bantuan Rp120 Miliar Diusulkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

GJL Dukung Polri Kuat dan Bersih, Penegakan Hukum Harus Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru