Film Pelangi di Mars Tampilkan Kontribusi Nyata Voice Actor dan Body Actor di Balik Film

- Reporter

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Di balik kemegahan visual dan dunia futuristik yang ditawarkan film Pelangi di Mars, tersimpan cerita lain yang tak kalah penting: tentang mereka yang selama ini bekerja di balik layar, namun jarang mendapat sorotan.

Diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava, film ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan memberi ruang apresiasi lebih luas kepada para voice actor dan body actor, dua peran krusial dalam produksi film berbasis CGI dan VFX.

Dalam proses penciptaan karakter, suara dan gerak menjadi fondasi utama sebelum dipoles dengan teknologi visual. Para voice actor tidak sekadar mengisi dialog, tetapi membangun emosi, karakter, dan kedalaman cerita. Sementara itu, body actor menghadirkan gestur, ritme gerak, hingga ekspresi fisik yang menjadi acuan utama dalam pengembangan animasi dan efek visual.

Baca Juga :  Ajang Semifinal iForte Dance Competition di Semarang Diikuti 13 Grup Berbakat

Sayangnya, kontribusi besar tersebut kerap luput dari perhatian publik. Melalui Pelangi di Mars, hal itu coba diubah.

Produser Dendi Reynando menegaskan bahwa film ini sejak awal dirancang sebagai karya kolektif yang menghargai setiap peran, termasuk mereka yang biasanya berada di balik layar.

“Di film ini, kami ingin mengangkat semua yang terlibat. Banyak talenta hebat seperti voice actor dan body actor yang sebenarnya menjadi nyawa karakter, tapi jarang disorot. Di sini, mereka kami tampilkan dan kami rayakan,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan mengingat Pelangi di Mars memanfaatkan teknologi seperti CGI, VFX, dan extended reality (XR), yang sangat bergantung pada sinergi antara performa aktor dan pengolahan digital. Tanpa fondasi kuat dari para pelaku di balik layar, visual yang megah tidak akan memiliki jiwa.

Baca Juga :  Museum Kereta Api Ambarawa dan Lawang Sewu Jadi Destinasi Spesial Ramadan 2025

Bagi Upie Guava, mengangkat peran mereka adalah bagian dari visi besar film ini bukan hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga membangun kesadaran baru tentang bagaimana sebuah film diciptakan.

“Kita ingin penonton melihat bahwa film bukan hanya soal siapa yang tampil di layar, tapi juga tentang siapa saja yang bekerja di baliknya. Semua punya kontribusi penting,” tuturnya.

Dengan semangat tersebut, Pelangi di Mars tidak hanya menjadi karya yang mendorong batas teknologi film Indonesia, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang pentingnya apresiasi dalam industri kreatif.

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, film ini hadir sebagai bentuk penghormatan bagi setiap individu yang terlibat termasuk mereka yang selama ini bekerja tanpa sorotan, namun memegang peran besar dalam menghidupkan cerita.*

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
KLa Project Bawa Ribuan Penonton Bernostalgia di Harmony of Java 2026
Bukan Sekadar Film, Baby Udon Tinggalkan Haru di Hati Penonton Semarang
Penonton Tersentuh dan Terkejut, Badut Gendong Tawarkan Horor Emosional
Bandara Ahmad Yani Semarang Rayakan Kartini dengan Fashion Show dan Tari Nusantara
Libur Lebaran 2026 Bawa Kenaikan Wisata Jateng, Visual Tourism Makin Digemari
Bus Manchester United Ikut Mudik Gratis Jateng, Candaan Ahmad Luthfi Bikin Suasana Pecah Tawa

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

KLa Project Bawa Ribuan Penonton Bernostalgia di Harmony of Java 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bukan Sekadar Film, Baby Udon Tinggalkan Haru di Hati Penonton Semarang

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:51 WIB

Penonton Tersentuh dan Terkejut, Badut Gendong Tawarkan Horor Emosional

Kamis, 23 April 2026 - 12:38 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Rayakan Kartini dengan Fashion Show dan Tari Nusantara

Berita Terbaru