Dinamika Pers dari Masa ke Masa, Sorotan Utama Sambung Rasa HPN 2025 Jateng

- Reporter

Selasa, 11 Februari 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-TASYAKURAN- Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2025 tingkat Jawa Tengah yang digelar PWI Jateng di Gedung Pers, Jalan Tri Lomba Juang No 10 Semarang, Senin 10 Februari 2025. Foto : Dok.HPN/metrojateng.id

-TASYAKURAN- Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2025 tingkat Jawa Tengah yang digelar PWI Jateng di Gedung Pers, Jalan Tri Lomba Juang No 10 Semarang, Senin 10 Februari 2025. Foto : Dok.HPN/metrojateng.id

Semarang – Ada yang menarik dalam Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2025 tingkat Jawa Tengah yang digelar PWI Jateng di Gedung Pers, Jalan Tri Lomba Juang No 10 Semarang, Senin 10 Februari 2025.

Selain tumpengan dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, di ujung acara ada Sambung Rasa yang berisi sharing dari tokoh pers dan akademisi tentang dinamika kehidupan pers di masa lalu dan realitas di era kini.

Acara berbagi pengalaman ini dipandu oleh wartawan senior R Widiyartono, dan dihadiri antara lain mantan Ketua PWI Soetjipto SH, serta tokoh pers Mas Soesiswo dan Kusnadi Ch yang di masa aktifnya mengajar ilmu-ilmu jurnalistik di perguruan tinggi.

Ada juga akademisi yang turut memberikan warna bagi dunia pers, seperti Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD yang aktif sebagai penulis lepas dan dulu mengelola koran kampus, serta Dekan Fakultas Hukum Unissula Dr Jawade Hafidz SH MH yang menggagas Sekolah Jurnalistik bersama PWI Jateng.

Baca Juga :  Investasi Jateng Tumbuh 114% dengan Realisasi Rp88,44 Triliun di 2024

”Kami sengaja bikin bincang-bincang ringan ini agar mendapat kisah inspiratif dari para sesepuh dan pimpinan kampus agar menambah wawasan bagi teman-teman wartawan,” kata Widi, di depan Pj Kadiskominfo Jateng Dadang Somantri, Bupati Blora Arief Rohman dan Ketua PWI Amir Machmud NS.

Soetjipto yang diberi kesempatan pertama bercerita, bagaimana dulu wartawan harus naik sepeda untuk bisa bertemu gubernur, bupati, atau kepala humas. Itu pun belum tentu ketemu.

”Kalau sekarang wartawan dimudahkan oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Itu sebabnya isu-isu mutakhir bisa dengan cepat diakses. Saya setuju bahwa informasi yang diterima masyarakat tak semuanya akurat. Oleh karena itu, pesan saya kepada teman-teman wartawan, teknologi boleh berubah, sistem boleh berubah, tapi yang tak boleh berubah adalah kesetiaan pada Kode Etik Jurnalistik. Apa yang ditulis dan diberitakan, setidaknya memiliki dua hal yaitu tanggung jawab sosial dan kepentingan nasional,” katanya.

Berbagi Pengalaman

Sedangkan mantan rektor Undip Prof Sudharto berbagi pengalamannya bagaimana dulu sebagai dosen tak bisa lepas dari media. Apalagi ketika itu pernah ikut menangani koran kampus Manunggal yang kini alumninya bekerja di sejumlah media besar.

Baca Juga :  Jateng Genjot Produktivitas, Gus Yasin Dorong Lahan Menganggur Segera Digarap

Dia menulis di koran sejak tahun 1976. Ada rasa bangga bisa menuangkan gagasan di koran dengan tema beragam mulai lingkungan, olahraga dan sosial-politik. Itu artinya memberikan pengetahuan baru bagi pembaca.

”Tapi sesungguhnya saya menulis itu karena untuk mencari tambahan uang saku,” kata Prof Dharto yang disambut tawa hadirin.

Sementara itu, Jawade Hafidz menyebut, pihaknya merintis agar sekolah jurnalistik agar mahasiswa fakultas hukum menguasai pengetahuan jurnalistik, terutama menulis karya ilmiah populer (opini) dan pendapat hukum.

”Harapannya kelak, mereka memiliki faktor pembeda saat lulus nanti. Mereka bisa cakap menulis tentang apa saja dan kami kira akan menambah tingkat daya saing mereka saat bekerja,” tandasnya.

Selain diikuti pengurus PWI, sambung rasa ini juga dihadiri anggota pembina Yayasan Alumni Undip Soeharsojo IPU, Rektor Universita Semarang Dr Supari ST MT, Rektor Unimus Prof Dr Marsrukhi MPd, dan para mitra kerja PWI.***

Berita Terkait

Sekda Jateng Satukan Persepsi Kedungsepur Wujudkan Wisata Berkelanjutan 2027
Idul Adha 2026, SPPG Tugu Karanganyar Semarang Perkuat Aksi Sosial Lewat Kurban
Petani Grobogan Mengadu ke Sekda, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Ditanami
Warga Huntara Tegal Bahagia, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi Kurban Pribadi
Sekda Jateng Antar Bantuan Sapi Kurban Presiden ke Desa Tinanding Grobogan
Tekan Stunting, Nawal Yasin Ajak Warga Jateng Gemar Konsumsi Ikan
Jateng Pastikan Guru Honorer Tetap Mengajar, Siap Ajukan PPPK Lagi
Pemprov Jateng Latih Disabilitas dan Keluarga Kurang Mampu Jadi Pekerja Industri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sekda Jateng Satukan Persepsi Kedungsepur Wujudkan Wisata Berkelanjutan 2027

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:09 WIB

Idul Adha 2026, SPPG Tugu Karanganyar Semarang Perkuat Aksi Sosial Lewat Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:42 WIB

Warga Huntara Tegal Bahagia, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi Kurban Pribadi

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:32 WIB

Sekda Jateng Antar Bantuan Sapi Kurban Presiden ke Desa Tinanding Grobogan

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:38 WIB

Tekan Stunting, Nawal Yasin Ajak Warga Jateng Gemar Konsumsi Ikan

Berita Terbaru

Nasional

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB