Gubernur Luthfi Minta BUMD dan BLUD Rapor Merah Segera Berbenah

- Reporter

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengultimatum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang belum mencapai target pendapatan pada semester I 2026.

Evaluasi khusus akan dilakukan terhadap unit yang masuk kategori “rapor merah” karena kinerja BUMD dan BLUD dinilai berpengaruh langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembiayaan pembangunan.

Ultimatum itu disampaikan Luthfi usai memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Direksi dan Dewan Komisaris dalam Meningkatkan Kinerja dan Tata Kelola BUMD di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, kemarin.

“BUMD kita harus punya daya dobrak untuk mengembangkan pendapatan di wilayah. Termasuk beberapa evaluasi rumah sakit (BLUD) mana yang saya beri garis merah, kemudian BUMD di mana yang garis merah untuk saya peringatkan rapat tersendiri dengan pengawasnya di bawah kendali Pak Sekda,” kata Luthfi.

Berdasarkan hasil evaluasi, PT PRPP menjadi satu-satunya BUMD Provinsi Jawa Tengah yang masih berstatus rapor merah. Sementara itu, empat rumah sakit milik Pemprov Jateng yang berstatus BLUD juga belum memenuhi target pendapatan hingga semester I 2026. Yakni RSJD Dr Amino Gondohutomo, RSUD dr Rehatta, RSUD Dr Adhyatma, dan RSJD Dr Arif Zainuddin.

Baca Juga :  KA Sancaka Utara Kembali Beroperasi Mulai 1 Februari 2025, Relasi Diperpanjang hingga Cilacap

Menurut Luthfi, persoalan yang dihadapi masing-masing BUMD dan BLUD akan dibahas melalui rapat tertutup bersama jajaran pengawas dan pemerintah daerah agar solusi yang diambil lebih tepat sasaran.

“Maka perlu adanya rapat-rapat tertutup berkaitan tentang taktis dan teknis yang harus kita sampaikan kepada mereka sehingga mereka bisa berdaya guna dalam rangka memberikan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, BUMD dan BLUD harus dikelola secara profesional karena memiliki peran strategis dalam memperkuat keuangan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global, kontribusi kedua sektor tersebut terhadap PAD mencapai sekitar 4,5 persen atau sekitar Rp 707 miliar.

Khusus PT PRPP, Luthfi meminta pembenahan dilakukan secara serius. Pasalnya, perusahaan daerah tersebut masih menjadi satu-satunya BUMD yang terus mencatatkan kerugian setiap tahun.

Baca Juga :  Dikunjungi Gibran dan Ahmad Luthfi, Pelaku UMKM Berharap Kampung Singkong Jadi Destinasi Wisata

Pemprov Jateng, kata dia, juga tengah menyiapkan langkah pengembangan kawasan PRPP agar menjadi salah satu ikon baru Jawa Tengah melalui pembangunan kawasan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sejumlah investor juga sedang dijajaki untuk mendukung pengembangan tersebut.

“Mereka saya ajak musyawarah untuk membahas kendalanya di mana. Kita juga berupaya mencarikan investor. Dirutnya saya tantang untuk bisa mengembangkan,” katanya.

Selain mengejar peningkatan pelayanan kesehatan, Luthfi mengingatkan rumah sakit berstatus BLUD juga harus mampu menjaga kesehatan keuangan institusi. Menurutnya, pengelolaan anggaran yang tidak seimbang hanya akan membebani keuangan daerah.

“Misalkan pendapatan rumah sakit itu Rp 94 miliar, tetapi belanjanya Rp 96 miliar, itu namanya tekor. Maka saya minta untuk evaluasi dan meningkatkan kinerja,” tegasnya.

Luthfi yang didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memastikan evaluasi terhadap BUMD dan BLUD akan terus dilakukan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi keduanya terhadap PAD sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.***

Berita Terkait

BRI BO Semarang Pattimura Apresiasi Nasabah Pensiunan
Luthfi Pastikan Perizinan Dipercepat, Investasi Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Direalisasikan
Ahmad Luthfi Bawa Investor Amerika, Pengolahan Sampah Soloraya Masuk Tahap Baru
Jateng Pimpin Penyaluran KUR Perumahan Nasional, Ribuan MBR Kini Lebih Mudah Miliki Rumah
Prabowo Resmikan Stasiun Tawang, Pelestarian Heritage Berpadu dengan Infrastruktur Modern
BPJS Kesehatan Gandeng Media Perkuat Edukasi Program JKN
Dirut BULOG Pastikan Mutu Beras Nasional, Penggilingan Rakyat Disiapkan Naik Kelas Lewat Sertifikasi
Trans Jateng Buka Koridor Magelang-Temanggung pada 2027, Jepara-Pati Menyusul 2028

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:14 WIB

BRI BO Semarang Pattimura Apresiasi Nasabah Pensiunan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Gubernur Luthfi Minta BUMD dan BLUD Rapor Merah Segera Berbenah

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Luthfi Pastikan Perizinan Dipercepat, Investasi Pabrik Baterai Rp 5,7 Triliun Segera Direalisasikan

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:29 WIB

Jateng Pimpin Penyaluran KUR Perumahan Nasional, Ribuan MBR Kini Lebih Mudah Miliki Rumah

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:20 WIB

Prabowo Resmikan Stasiun Tawang, Pelestarian Heritage Berpadu dengan Infrastruktur Modern

Berita Terbaru

- APRESIASI NASABAH PENSIUNAN- Regional Business Support Head BRI Region 10 Semarang, Nurrohmi Handayani, membuka kegiatan Apresiasi Nasabah Pensiunan di BRI BO Semarang Pattimura. FOTO : DOK.BRI/metrojateng.id

Bisnis

BRI BO Semarang Pattimura Apresiasi Nasabah Pensiunan

Selasa, 4 Agu 2026 - 19:14 WIB