Sanggar Banyumas dan Blora Pukau Penonton di Gelar Tari Jawa Tengah ke-25

- Reporter

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta – Di Pertengahan tahun 2026, Gelar Tari Jawa Tengah (GTJ) oleh Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jateng kembali digelar di Taman Budaya Jawa Tengah. Dalam ajang GTJ ke-25 ini, FSST Jateng menyuguhkan dua penampilan dari Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Blora.

Pelaksana Tugas Kepala TBJT, Sarido, mengatakan jika pihaknya sangat mendukung kegiatan seni di TBJT. Menurutnya, FSST telah melakukan kurasi terhadap sanggar-sanggar yang akan tampil di TBJT.

“Tentunya, sudah sangat menimbang dan memutuskan, yang akan tampil. Maka, saya sangat yakin yang tampil malam ini merupakan putra-putri terbaik,” kata dia, saat membuka GTJ di komplek TBJT, Sabtu (11/07).

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Aktif Lawan Peredaran Narkoba

Lebih jauh, Sarido berharap agar gelaran-gelaran kesenian di TBJT menjadi inspirasi terhadap pertumbuhan kesenian di Jawa Tengah.

“Selamat menyaksikan pertunjukkan terbaik. Semoga ini menumbuhkan syukur kita untuk tetap cinta terhadap seni dan budaya di Jawa Tengah,”paparnya.

Menambahkan, Koordinator acara GTJ, Sekar Arum, mengatakan jika acara ini merupakan sajian perdana FSST di tahun 2026 ini.

“Untuk sajian kali ini kami hadirkan Sanggar Kalamangsa dari Kabupaten Banyumas, dan Sanggar Ganesha Sura Kencana dari Kabupaten Blora,” kata dia.

Dijelaskannya, setiap penampil dipilih dan diinformasikan ke sanggar-sanggar minimal enam bulan sebelum pentas.

“Jadi supaya mereka juga mempersiapkan penampilan dengan matang. Baik itu karya lama maupun karya baru,” imbuhnya.

Baca Juga :  Taj Yasin Apresiasi RSB Jepara, Dorong Kesehatan dan Zakat Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua FSST, Yoyok Bambang Priyambodo, mengaku terhibur dengan penampilan kedua sanggar. Menurutnya, Sanggar Kalamangsa dan Sanggar Ganesha Sura Kencana memiliki khas yang cukup kuat.

“Kalamangsa membawakan bambu sebagai tema tarian. Itu menarik karena kehidupan di desa itu kebanyakan menggunakan alat-alat dari bambu, bahkan sampai sekarang.”

“Kalau Blora, sudah pasti menampilkan Barongan. Yang menarik, para penampil dari Blora itu masih SMP. Dari situ saya pahami bahwa sampai sekarang kesenian warisan nenek moyang ini masih terus dilestarikan,” papar dia.***

Berita Terkait

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng
Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Berita Terbaru