Apindo Dukung Jateng Jadi Hub Investasi Asia, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka

- Reporter

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat investasi dan logistik industri nasional, bahkan mampu bersaing dengan Vietnam. Dukungan itu disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat dengan catatan percepatan pembangunan infrastruktur logistik seperti pelabuhan dan dry port harus segera diwujudkan.

Penilaian tersebut disampaikan perwakilan Apindo Pusat, Bob Azam, usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Semarang, Kamis (18/6/2026).

Menurut Bob, Jawa Tengah memiliki keunggulan yang sulit ditandingi daerah lain, mulai dari letak geografis yang strategis, ketersediaan tenaga kerja, infrastruktur, konektivitas, hingga kualitas investasi yang terus membaik.

“Kita baru menyampaikan hasil kajian dari Apindo terkait potensi Jawa Tengah sebagai daerah tujuan investasi. Jangan sampai investasi itu lari ke Vietnam semua. Jawa Tengah ini luar biasa dari segi wilayah, tenaga kerja, infrastruktur, konektivitas, dan kualitas investasi yang masuk,” kata Bob.

Ia menilai, Jawa Tengah berpotensi menjadi daerah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Bahkan, menurutnya, untuk bersaing dengan Vietnam tidak perlu mengandalkan Indonesia secara keseluruhan, cukup mengoptimalkan potensi Jawa Tengah.

Bob mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada 2025 mencapai sekitar 9 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Selain itu, sejumlah daerah di Jawa Tengah juga memiliki Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang rendah, bahkan di bawah angka 4, sementara rata-rata nasional masih berada di atas 6.

Kondisi tersebut menunjukkan investasi yang masuk mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara lebih efisien dibanding banyak daerah lain.

Baca Juga :  Nawal Yasin: Ternak Ayam Petelur Bisa Jadi Pilar Ketahanan Pangan Keluarga

“Jadi untuk kompetisi dengan Vietnam dan negara lain tidak perlu Indonesia, cukup Jawa Tengah saja. Apalagi dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi yang saat ini terus mendorong Jawa Tengah menjadi percontohan pertumbuhan investasi yang tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Bob menegaskan peningkatan daya saing investasi harus dibarengi dengan penguatan sektor logistik. Karena itu, Apindo mendukung langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mendorong revitalisasi pelabuhan serta pembangunan dry port di kawasan industri Batang dan Kendal.

Menurutnya, biaya logistik yang belum kompetitif masih menjadi salah satu penyebab tingginya biaya investasi di Indonesia.

“Saya rasa itu salah satu yang utama. ICOR menjadi tinggi karena logistik kita belum kompetitif. Reformasi di bidang logistik, termasuk pelabuhan, sangat penting. Ini menjadi milestone penting bagi Jawa Tengah untuk menjadi kawasan yang kompetitif,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bareng Taj Yasin, menyambut baik dukungan Apindo dalam upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai magnet investasi nasional.

Ia menegaskan, investasi merupakan salah satu kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) maupun APBD.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan PAD dan APBD dalam membangun wilayah, tetapi juga harus didukung investasi,” kata Luthfi.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk menarik investor. Selain berada di antara dua pusat ekonomi besar, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, provinsi ini juga memiliki tenaga kerja yang kompetitif, kemudahan perizinan, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing.

Baca Juga :  Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan

Luthfi mengatakan, jika selama ini investasi di Jawa Tengah didominasi sektor padat karya, kini investasi padat modal mulai berdatangan, termasuk industri energi terbarukan dan manufaktur berbasis teknologi hijau.

“Kalau sebelumnya hub Jawa Tengah identik dengan padat karya, sekarang padat modal juga mulai masuk. Industri solar panel dan energi terbarukan sudah mulai berkembang. Kita juga memberikan insentif bagi industri yang menggunakan energi hijau,” ujarnya.

Untuk mendukung arus investasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur logistik kepada pemerintah pusat. Revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port dinilai mendesak karena selama ini distribusi kontainer masih banyak bergantung pada Jakarta dan Surabaya.

Menurut Luthfi, tanpa dukungan logistik yang kuat, berbagai upaya promosi investasi yang dilakukan pemerintah daerah berisiko tidak memberikan hasil maksimal.

“Untuk menumbuhkan ekonomi baru dibutuhkan kawasan yang kompetitif, baik dari sisi logistik maupun infrastruktur lainnya. Karena itu akan terus kita kawal, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui regulasi dan tata kelola yang baik,” tegasnya.

Luthfi menegaskan, masuknya investasi bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kehadiran industri baru akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di berbagai daerah.***

Berita Terkait

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp944 Miliar Hingga Juli 2026
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
Bank Jateng Perluas Akses Pembiayaan, Rp279,1 Miliar Disalurkan ke 1.100 Debitur

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi

Berita Terbaru