Deflasi Bulan Januari: Kinerja Ekonomi Provinsi Jawa Tengah Menarik Perhatian

- Reporter

Rabu, 5 Februari 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-LOGO BANK INDONESIA-

-LOGO BANK INDONESIA-

Semarang – Tekanan inflasi Provinsi Jawa Tengah pada Januari 2025 menurun. Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,46% (mtm) sejalan dengan nasional yang juga mengalami deflasi sebesar 0,76% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, secara tahunan, inflasi Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,28% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,76% (yoy). Secara spasial, seluruh kota pantauan inflasi di Jawa Tengah mengalami deflasi. Deflasi terdalam berlangsung di Kota Semarang sebesar 0,69% (mtm).

“Penurunan tekanan inflasi Januari 2025 terutama dipengaruhi oleh penurunan harga pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan andil deflasi mencapai 1,13% (mtm), seiring dengan pemberian diskon 50 persen kepada rumah tangga pelanggan PLN dengan daya dibawah 2.200 VA yang berlaku selama Januari dan Februari 2025. Andil penurunan harga listrik yang besar terhadap penurunan inflasi menyebabkan deflasi secara umum pada indeks harga konsumen (IHK) periode Januari 2025,” katanya.

Baca Juga :  Respons Kasus di Blora, Wagub Jateng Tekankan Pengawasan Ketat MBG

Di sisi lain, lanjutnya, tekanan inflasi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,54% (mtm), terutama dipengaruhi oleh harga minyak goreng yang kembali meningkat disebabkan oleh keterlambatan distribusi akibat libur panjang. Tekanan inflasi juga terjadi pada komoditas cabai merah dan cabai rawit seiring dengan pasokan yang terbatas karena masih berada pada periode masa tanam.

“Panen cabai diperkirakan berlangsung pada Februari/Maret 2025 mendatang. Tekanan inflasi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau tertahan oleh penurunan harga komoditas bawang merah seiring dengan panen yang masih terjadi pada sejumlah sentra produksi di Jawa Tengah, serta penurunan harga telur ayam ras seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca Nataru,” ujarnya.

Dijelaskan, enaikan harga beberapa komoditas pangan berpengaruh terhadap peningkatan harga nasi dengan lauk yang mendorong tekanan inflasi pada Kelompok Penyediaan Makanan, Minuman/Restoran hingga mencapai andil sebesar 0,04% (mtm). Peningkatan tekanan inflasi juga terjadi pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (andil 0,03%; mtm) yang disebabkan oleh kenaikan harga emas perhiasan seiring dengan peningkatan harga emas dunia akibat ketidakpastian global.

Baca Juga :  Pemberdayaan Masyarakat, Grup Astra Semarang Wujudkan KBA Tanon yang Aman dan Tangguh

“Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia meningkat sebesar 5,22% dibandingkan bulan lalu,” ujarnya.

Dalam rangka menjaga inflasi berada pada rentang sasaran, Bank Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan di daerah yang tergabung dalam Forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah akan terus berkoordinasi dan bekerja sama melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi, termasuk upaya mitigasi dampak deflasi, bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Dengan demikian inflasi Provinsi Jawa Tengah dapat terjaga di rentang sasaran 2,5±1%,” tandasnya.***

Berita Terkait

Wagub Taj Yasin Dukung Pemanfaatan 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Tinjau RTLH di Kebumen, Taj Yasin Pastikan Bantuan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Taj Yasin Dorong Pesantren Jateng Go Internasional Lewat Kerja Sama dengan Malaka
Pelayanan Publik Jadi Prioritas, Luthfi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati
Pedagang Raup Omzet Berlipat di Haul Akbar Al Marom, Gus Yasin: Ini Berkah untuk Semua
Kolaborasi Hotel dan Seniman, Seblak Sampur X Perkuat Wisata Berbasis Budaya di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Sesuaikan Jam Kerja ASN agar Ayah Bisa Antar Anak ke Sekolah
Sanggar Banyumas dan Blora Pukau Penonton di Gelar Tari Jawa Tengah ke-25

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:08 WIB

Wagub Taj Yasin Dukung Pemanfaatan 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:28 WIB

Tinjau RTLH di Kebumen, Taj Yasin Pastikan Bantuan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

Taj Yasin Dorong Pesantren Jateng Go Internasional Lewat Kerja Sama dengan Malaka

Senin, 13 Juli 2026 - 14:32 WIB

Pelayanan Publik Jadi Prioritas, Luthfi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati

Senin, 13 Juli 2026 - 14:15 WIB

Pedagang Raup Omzet Berlipat di Haul Akbar Al Marom, Gus Yasin: Ini Berkah untuk Semua

Berita Terbaru