Panen Jagung Serentak di Boyolali, Pemprov Jateng Dukung Program Pangan Polri

- Reporter

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi langkah Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mulai dari pendampingan petani, pembangunan gudang pangan, hingga dukungan terhadap program makan bergizi gratis.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dukuh Nglarangan, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Sabtu (16/5/2026).

Sekaligus Wagub mengikuti secara daring groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan launching operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kegiatan panen raya berlangsung di hamparan lahan jagung milik petani setempat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kelompok tani, serta masyarakat.

“Prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polri untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto.

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo mengatakan, panen raya jagung serentak kuartal II dilaksanakan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton.

Menurutnya, sebanyak 100 ton jagung hasil panen juga akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Jagung tersebut dibeli koperasi dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram.

“Dengan demikian diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram,” ujarnya.

Listyo menambahkan, Polri terus mendorong penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui dukungan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung.

Baca Juga :  SIG Gelar RUPSLB 2025 : Agenda Perubahan Susunan Kepengurusan

Hingga saat ini, sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 polres pada delapan polda telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut dengan total pinjaman mencapai Rp30,3 miliar.

Selain itu, Polri juga membangun infrastruktur penyimpanan pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas. Sebelumnya telah dibangun 18 gudang penyimpanan di 12 provinsi, dan pada tahun ini kembali dilakukan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan baru.

“Total gudang ketahanan pangan Polri nantinya mencapai 28 unit dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton dan satu unit berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai Juni 2026,” kata Kapolri.

Ia menegaskan, gudang tersebut tidak hanya digunakan untuk penyimpanan jagung, tetapi juga berbagai komoditas pangan strategis lain seperti beras.

Di sisi lain, Polri juga terus memperkuat dukungan terhadap program makan bergizi gratis melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga Mei 2026, Polri telah memiliki 1.376 SPPG, terdiri atas 736 unit yang telah beroperasi, 172 unit tahap persiapan operasional, dan 468 unit dalam tahap pembangunan.

Apabila seluruh fasilitas tersebut beroperasi penuh, diproyeksikan mampu melayani 3,44 juta penerima manfaat sekaligus menyerap sekitar 68 ribu tenaga kerja.

Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan ketahanan pangan menjadi fondasi utama keberlangsungan sebuah negara.

“Kita harus bekerja keras supaya semuanya aman, tertib, dan lancar. Aman dan tertib suatu negara sangat ditentukan oleh pangan,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, BUMN, hingga TNI dan Polri yang terlibat langsung di lapangan.

Baca Juga :  Pendapatan Indosat Naik 9,1% Jadi Rp55,9 Triliun, Region Jateng Penyumbang Pelanggan Terbesar Kedua Indonesia

Ia pun mengapresiasi kontribusi Polri dalam penguatan sektor pangan nasional, termasuk pembangunan gudang ketahanan pangan dan operasionalisasi SPPG di berbagai daerah.

“Saya melihat peran Polri luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan untuk mendukung target produksi pangan tahun 2026.

Pada sektor pertanian, target produksi padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan realisasi triwulan I mencapai 3,35 juta ton. Untuk jagung, dari target 3,7 juta ton, realisasi pada triwulan I mencapai 1,38 juta ton.

Di sektor peternakan, target produksi daging mencapai 942,4 ribu ton dengan realisasi 245,7 ribu ton pada triwulan I 2026. Produksi susu ditargetkan 76,6 ribu ton dengan capaian 17,9 ribu ton, sedangkan produksi telur ditargetkan 917,8 ribu ton dengan realisasi 218,2 ribu ton.

Hingga awal April 2026, sejumlah indikator produksi pangan di Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Produksi padi telah mencapai 4,16 juta ton GKG atau sekitar 39,48 persen dari target tahunan. Sementara produksi jagung mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen dari target 3,7 juta ton.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang 2026. Mulai dari bantuan benih dan sarana produksi, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan irigasi perpipaan, hingga modernisasi pertanian melalui distribusi alat dan mesin pertanian.

Pemerintah juga memperkuat perlindungan petani melalui program asuransi usaha tani padi seluas 10.449 hektare, asuransi tembakau 10.000 hektare, serta subsidi suku bunga bagi ratusan paket pembiayaan petani.***

Berita Terkait

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Kantor Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp944 Miliar Hingga Juli 2026
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
Bank Jateng Perluas Akses Pembiayaan, Rp279,1 Miliar Disalurkan ke 1.100 Debitur

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:00 WIB

BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi

Berita Terbaru