Mahasiswa Kedokteran UNNES Belajar Riset Herbal di Pabrik Sido Muncul

- Reporter

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- KUNJUNGAN- Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, berfoto bersama dosen dan mahasiswa Kedokteran UNNES, saat kunjungan ke Pabrik Sido Muncul, di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026). Foto : ist/metrojateng.id

- KUNJUNGAN- Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, berfoto bersama dosen dan mahasiswa Kedokteran UNNES, saat kunjungan ke Pabrik Sido Muncul, di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026). Foto : ist/metrojateng.id

UNGARAN – Mahasiswa Fakultasl Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES)⁠ mendapat kesempatan melihat langsung proses pengembangan produk herbal modern di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk⁠, Bergas, Ungaran, Kamis (7/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, mereka berdialog langsung dengan Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, mengenai riset herbal hingga inovasi produk kesehatan berbasis tanaman obat.

Dalam paparannya, Irwan Hidayat menegaskan pentingnya pembuktian ilmiah terhadap produk herbal agar dapat diterima masyarakat luas maupun kalangan medis. Menurutnya, pengembangan herbal modern harus berjalan berdampingan dengan penelitian yang terukur.

“Sebagai perusahaan jamu, kami ingin punya bukti-bukti ilmiah. Tujuannya bukan hanya menjual produk, tetapi membantu masyarakat dan membuat dokter maupun konsumen yakin terhadap manfaat herbal,” katanya.

Baca Juga :  Sido Muncul Raih Penghargaan Gerakan Hemat Energi dan Air Kategori Industri

Ia menjelaskan, Sido Muncul⁠ saat ini terus mengembangkan penelitian terhadap berbagai tanaman herbal Indonesia seperti sambiloto dan daun salam. Penelitian dilakukan dengan pendekatan yang lebih efektif agar proses pengembangan produk bisa berlangsung lebih cepat.

Menurut Irwan, inovasi metode penelitian diperlukan karena riset konvensional membutuhkan waktu panjang dan biaya besar. Karena itu, perusahaan mencoba mencari pola penelitian yang tetap sesuai aturan namun lebih efisien.

“Kami mencoba melakukan jalan pintas penelitian yang tetap sesuai aturan. Dengan begitu, kami bisa lebih cepat mengetahui apakah suatu produk memiliki manfaat atau tidak,” ujarnya.

Di hadapan mahasiswa, Irwan juga menceritakan pengalaman pribadinya saat mengalami penurunan trombosit akibat penyakit yang pernah dideritanya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik mempelajari manfaat tanaman herbal untuk membantu proses pemulihan kesehatan.

Baca Juga :  Sido Muncul Undang Penjual Jamu dan Angkringan ke Pabrik

Ia mengaku pernah mengonsumsi air rebusan daun pepaya sebagai pendamping pengobatan medis yang dijalaninya. Dari situ, ia semakin yakin bahwa pengobatan herbal memiliki potensi besar jika terus diteliti secara ilmiah.

“Pengalaman pribadi itu membuat saya percaya bahwa herbal perlu terus diteliti secara ilmiah supaya manfaatnya benar-benar terbukti,” jelasnya.

Kunjungan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNNES itu juga menjadi sarana pengenalan industri jamu modern kepada calon dokter. Selain berdialog, peserta diajak melihat langsung proses produksi dan pengolahan herbal di kawasan pabrik Bergas.

Irwan berharap, kolaborasi antara industri herbal dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Ia menilai keterlibatan mahasiswa kedokteran penting untuk mendukung pengembangan riset tanaman obat Indonesia di masa depan.(**)

Berita Terkait

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun
Ahmad Luthfi Semangati Pramuka Jateng di Cibubur: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan
Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan
Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas
BRI Semarang Pattimura Tegaskan Penanganan Kredit Sesuai Ketentuan
Waka DPRD Jateng Dukung Pengembangan 12 Kawasan Industri Baru untuk Dongkrak Investasi
Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Kemiskinan Menurun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Ahmad Luthfi Semangati Pramuka Jateng di Cibubur: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Investasi Harus Cerdas dan Legal, Masyarakat Diingatkan Waspadai Modus Penipuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas

Berita Terbaru