LIQUID8: Jembatan antara Produk Overstock dan Kebutuhan UMKM

- Reporter

Senin, 3 Februari 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIQUID8, platform recommerce yang berfokus pada pengelolaan barang overstock dan produk gagal kirim dengan cara yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi UMKM. Foto : Dok.LIQUID8

LIQUID8, platform recommerce yang berfokus pada pengelolaan barang overstock dan produk gagal kirim dengan cara yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi UMKM. Foto : Dok.LIQUID8

Jakarta – Seiring dengan berkembangnya industri e-commerce di Indonesia, tantangan seperti pengelolaan barang overstock dan produk gagal kirim semakin menjadi perhatian. Namun, tantangan ini juga membuka peluang untuk inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu startup yang tengah menghadirkan solusi inovatif untuk masalah ini adalah LIQUID8, sebuah platform recommerce yang berfokus pada pengelolaan barang overstock dan produk gagal kirim dengan cara yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi UMKM.

Didirikan pada 2023 oleh Mike Roosevelt (CEO) dan Niko Abdulrachman (COO), LIQUID8 baru saja mendapatkan pendanaan awal dari SPIL Ventures untuk mengembangkan layanannya. Startup ini menawarkan solusi bagi perusahaan dalam mengelola barang overstock yang berpotensi menjadi limbah, dengan mengalihkannya ke pasar grosir yang mendukung UMKM Indonesia. Dengan harga grosir yang terjangkau, UMKM kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan barang berkualitas tinggi, yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan inventaris.

Baca Juga :  Ning Nawal Ajak Pemudik Sebarkan Potensi Daerah dan Kekayaan Budaya Jawa Tengah ke Daerah Lain

CEO LIQUID8, Mike Roosevelt, menjelaskan, “Kami ingin menciptakan industri recommerce yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi di Indonesia. Dengan solusi yang kami tawarkan, kami berharap dapat membantu lebih banyak UMKM untuk tumbuh dan berkembang melalui akses yang lebih mudah terhadap barang berkualitas dengan harga terjangkau.”

Pada tahun 2024, LIQUID8 berhasil memproses lebih dari 2.700 ton barang overstock, yang berpotensi berakhir sebagai sampah jika tidak dikelola dengan baik. Langkah ini tidak hanya mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. LIQUID8 bekerja sama dengan berbagai perusahaan marketplace, logistik, dan produsen langsung untuk menawarkan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.

Baca Juga :  DEM Semarang : Pertamina dalam Genggaman Oligarki, Kembalikan Pertamina kepada Rakyat

Sumarny Manurung, VP Investment di SPIL Ventures, menambahkan, “Kami melihat potensi besar pada LIQUID8 untuk memimpin sektor recommerce di Asia Tenggara. Solusi yang mereka tawarkan tidak hanya membantu mengelola barang overstock, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal dengan mendukung UMKM. Kami percaya bahwa inovasi yang mereka hadirkan akan memberikan manfaat besar dalam jangka panjang.”

Dengan visi yang kuat untuk menciptakan dampak positif, LIQUID8 berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh ekosistem e-commerce di Indonesia, sekaligus berperan dalam mengurangi limbah dan memajukan UMKM melalui akses yang lebih baik terhadap barang berkualitas.***

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru