Capaian Tahun Pertama, Luthfi-Yasin Lampaui Target Ekonomi dan Tata Kelola

- Reporter

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG — Setahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menunjukkan capaian signifikan di sektor ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan. Pertumbuhan ekonomi melampaui target, tingkat pengangguran dan kemiskinan menurun, sementara indeks reformasi birokrasi menembus angka di atas sasaran yang ditetapkan dalam (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) RPJMD.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jawa Tengah, Zulkifli Gayo, menyatakan, transformasi yang dilakukan pasangan Luthfi-Yasin terukur melalui sejumlah indikator makro pembangunan.

“Transformasi sosial dibuktikan dengan tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan yang terus menurun. Sementara transformasi tata kelola pemerintahan juga menguat dengan tingginya indeks integritas nasional, otonomi fiskal daerah, indeks demokrasi, dan indeks reformasi birokrasi,” ujar Zulkifli saat menjadi narasumber Forum Group Discussion (FGD) satu tahun kepemimpinan Luthfi-Yasin di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin sore, 23 Februari 2026. Acara yang dikemas Ngabuburit Jurnalis itu diselenggarakan Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,37 persen, melampaui target 4,8 persen. Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 4,66 persen.

Baca Juga :  Genjot Swasembada Pangan, Pemprov Kolaborasi dengan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jateng

Di sektor tata kelola, Indeks Reformasi Birokrasi Jawa Tengah tercatat 94,06, jauh di atas target awal 91,5. Capaian tersebut dinilai mencerminkan komitmen pemerintah provinsi dalam membangun birokrasi yang efektif dan efisien.

Namun demikian, kata Zulkifli, Indeks Integritas Nasional masih menjadi pekerjaan rumah. Dari target 80,97, realisasi saat ini berada di angka 75,38. Meski begitu, Jawa Tengah disebut tetap berada di posisi dua besar secara nasional di tengah tren penurunan yang dialami sejumlah provinsi.

Diungkapkan, pada sektor kesejahteraan, tingkat kemiskinan berada di angka 9,39 persen, masih dalam rentang target pembangunan 9,00-9,66 persen. Sementara itu, Otonomi Fiskal Daerah mencapai 63,01 persen, yang menunjukkan penguatan kemandirian keuangan daerah.

Adapun Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tercatat 85,84 (2024), dan Indeks Modal Manusia berada di angka 0,59 (2024), menunggu rilis data terbaru.

“Setiap proses evaluasi kepemimpinan itu, alat ukurnya indikator-indikator ini. Dulu setiap tahun ada empat sampai lima yang tidak tercapai. Sekarang kita jaga betul agar mayoritas terpenuhi,” kata Zulkifli.

Baca Juga :  Catat Performa Positif, Aplikasi PINTU Hadirkan Campaign Trade Small Win Big!

Adapun Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai secara umum capaian kinerja pemerintahan Luthfi-Yasin memuaskan jika merujuk pada indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Secara indikator, mayoritas target terpenuhi. Tantangan berikutnya memastikan pemerataan capaian pembangunan. Ini akan kami dalami melalui rapat-rapat komisi bersama OPD,” ujar Saleh yang turut menjadi narasumber.

Saleh juga menekankan perlunya penguatan kreativitas birokrasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai strategi peningkatan pendapatan tidak bisa hanya mengandalkan sektor pajak, melainkan harus dibarengi optimalisasi aset milik pemerintah daerah dan BUMD.

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada pajak. Optimalisasi aset daerah dan BUMD harus dimaksimalkan agar memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” tegasnya.

Terkait investasi, lanjutnya, realisasi yang mencapai Rp 88 triliun diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Investasi yang inklusif, kata dia, akan memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Investasi harus berdampak langsung pada masyarakat,” kata Saleh.*

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru