Taman RM Bambang Soeprapto Diresmikan, Ahmad Luthfi: Tetenger Sejarah Perjuangan Jawa Tengah

- Reporter

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di bawah guyuran hujan yang turun perlahan, sebuah monumen pejuang kemerdekaan Indonesia diresmikan di Kota Semarang, Jumat, 9 Januari 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menandatangani peresmian Taman dan Monumen Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto di kawasan Gajahmungkur, sebuah penanda sejarah tentang keberanian dan pengabdian tanpa pamrih.

Patung setinggi sekitar 10 meter itu berdiri tegak. Ketegasannya menjadi simbol semangat juang yang diharapkan terus menyala di benak generasi muda Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ahli waris RM Bambang Soeprapto, Haryono Eddyarto, mengatakan, peresmian ini sebagai momen penting bagi keluarga besar. Bukan sekadar mengenang sosok ayah, suami, dan kepala rumah tangga, tetapi juga menghormati pengorbanan seorang pejuang yang rela menyerahkan hidupnya demi kemerdekaan bangsa.

“Bagi keluarga, hari ini adalah momen untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang yang telah mengorbankan hidupnya demi Indonesia,” ujar Haryono saat memberikan sambutan mewakili keluarga.

Menurutnya, pembangunan taman dan monumen tersebut bukan dimaksudkan untuk mengkultuskan satu tokoh, melainkan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan sumber inspirasi. Indonesia, kata dia, membutuhkan generasi muda yang berbudaya, berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga :  Kemiskinan Jateng Turun, Heri Pudyatmoko Minta Penanggulangan Terus Lakukan Secara Kolaboratif

“Semoga taman dan monumen ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya, berinovasi, dan menjaga martabat bangsa. Tempat ini bukan hanya bermakna bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia,” katanya dengan suara bergetar.

Ia berharap tempat ini bisa menjadi ruang publik yang hidup untuk mengenang sejarah, semangat persatuan, dan nasionalisme.

Monumen RM Bambang Soeprapto merupakan karya pematung Heru Joning Siswanto. Patung itu berdiri di tengah taman seluas 70 x 24 meter yang dirancang oleh Seno Aditya dan M. Danar Sasmito. Seluruh pembangunan menggunakan dana pribadi keluarga ahli waris, sementara pengelolaan dan perawatan taman akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Di sejumlah sudut taman, pengunjung dapat menemukan penjelasan sejarah perjuangan RM Bambang Soeprapto, mulai dari masa merebut hingga mempertahankan kemerdekaan, termasuk perannya dalam sejarah Satuan Brimob.

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, gagasan pembangunan taman dan monumen ini bermula saat keluarga ahli waris menemuinya ketika ia masih menjabat Kapolda Jawa Tengah. Inisiatif tersebut kemudian ditindaklanjuti Komandan Satuan Brimob melalui koordinasi dengan Pemkot Semarang hingga akhirnya Taman Gajahmungkur dipilih sebagai lokasi.

Baca Juga :  Nawal Yasin: Kolaborasi Muslimat NU dan Pemerintah Jadi Kunci Pembangunan Jateng

“Prosesnya memakan waktu sekitar satu tahun sampai akhirnya hari ini bisa kita resmikan. Masyarakat Jawa Tengah patut bangga karena memiliki monumen yang harus kita uri-uri sebagai bagian dari budaya dan sejarah. Kami berterima kasih kepada ahli waris dan Ketua PKBB Imam Sujarwo,” kata Ahmad Luthfi.

Ia mengenang RM Bambang Soeprapto sebagai sosok pejuang yang gigih dan pantang menyerah. Almarhum tercatat sebagai Komisaris Polisi II sekaligus Ketua Polisi Istimewa yang menjadi cikal bakal Mobile Brigade (Brimob). Ia juga terlibat langsung dalam memimpin Pertempuran Lima Hari di Semarang.

“Monumen ini menjadi tetenger, penanda sejarah, bahwa di tempat ini pernah terjadi Pertempuran Lima Hari Semarang yang dimotori putra terbaik Jawa Tengah, RM Bambang Soeprapto,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus mengupayakan gelar Pahlawan Nasional bagi RM Bambang Soeprapto. Hingga kini, Pemprov Jateng telah tiga kali mengajukan usulan tersebut, namun belum lolos pada tahap akhir penetapan.

“Kita akan terus berjuang agar pada 2026 RM Bambang Soeprapto mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” tegasnya.*

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Kesehatan Ternak Ditingkatkan Jelang Iduladha
Turun Langsung, Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya Berjalan Cepat
Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan
Melalui Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Bangun Keluarga Tangguh
Halalbihalal di Rembang, Taj Yasin Serukan Maaf Tanpa Sekat
Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan, DPR RI Ajak Masyarakat Terlibat
Kemenko Pangan Tunjuk Jateng Jadi Pilot Project Penguatan Kemitraan MBG
Pameran Abhirama Ranggawarsita Kembali Digelar, Sajikan Pengalaman Interaktif

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:27 WIB

Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Kesehatan Ternak Ditingkatkan Jelang Iduladha

Rabu, 15 April 2026 - 15:32 WIB

Turun Langsung, Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya Berjalan Cepat

Rabu, 15 April 2026 - 15:23 WIB

Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan

Selasa, 14 April 2026 - 17:26 WIB

Melalui Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Bangun Keluarga Tangguh

Selasa, 14 April 2026 - 11:01 WIB

Halalbihalal di Rembang, Taj Yasin Serukan Maaf Tanpa Sekat

Berita Terbaru