Bangkit dari Keterpurukan, Ibu Supartini Nasabah PNM Mekaar Kini Sukses Jualan Produk Rajut

- Reporter

Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Sejak tahun 2020 Ibu Supartini mulai mencoba kembali merajut keahlian yang telah lama ia miliki. Awalnya, ia hanya membantu teman-teman membuat produk rajut dengan bahan yang dipinjamkan. Namun keterbatasan modal menjadi hambatan besar untuk berkembang.

Hingga pada awal 2021, sebuah momen kecil mengubah segalanya. Seorang penjual gas yang mengantar ke rumah melihat beliau sedang merajut, lalu memperkenalkan beliau kepada program pembiayaan Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dari sinilah titik balik dimulai.

Dengan pinjaman modal awal dari PNM Mekaar, Ibu Supartini dapat membeli benang sendiri dan mulai memproduksi tas, dompet serta boneka rajut yang dipasarkan secara mandiri.

Bahkan, ketika permintaan meningkat, ia tidak bekerja sendiri. Ibu Supartini justru menggandeng perempuan-perempuan difabel lainnya dalam komunitas HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) Bantul untuk ikut memproduksi. Ia melatih mereka merajut, menciptakan ekosistem kerja produktif dan kolaboratif yang mengangkat martabat banyak perempuan dengan keterbatasan fisik.

Baca Juga :  100 Hari Kinerja Luthfi-Yasin, Buktikan Keberpihakan kepada Pesantren

Kini, produknya menembus pasar internasional, termasuk pesanan 100 tas dari The Sack. Meski belum bermitra dengan pusat oleh-oleh, ia aktif mengikuti pameran untuk memasarkan produknya.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan bahwa “Kisah Ibu Supartini mengingatkan kita bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas untuk berkarya. Di PNM, kami percaya bahwa setiap perempuan Indonesia termasuk yang menyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa untuk bangkit dan berkembang. Karena itu, kami memberikan layanan yang setara tanpa membeda-bedakan. Semua nasabah berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, peduli, dan menginspirasi lingkungan sekitarnya. Inilah semangat kami di PNM Mekaar untuk terus memberdayakan, bukan sekadar hanya memberikan pinjaman usaha.” ujarnya.

Di balik kesibukannya sebagai pelaku UMKM, Ibu Supartini juga menjalani peran sebagai ibu dan nenek. Ia tinggal bersama anak bungsu dan cucunya, serta menjadi mitra ojek online dalam program Difabike untuk mendukung UMKM lokal.

Baca Juga :  Kolaborasi Strategis, Joumpa Hadir di Fitur Livin’ Sukha Bank Mandiri

Lebih dari sekadar usaha, apa yang dilakukan Ibu Supartini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat. Ia menghidupkan harapan bagi banyak ibu rumah tangga dan perempuan difabel untuk tetap produktif dan berdaya.

Tidak jarang ia juga diundang menjadi pelatih merajut di berbagai sekolah dan instansi pemerintahan.

PNM melalui program Mekaar telah berperan penting dalam mendukung perjalanan Ibu Supartini. Modal yang diberikan bukan hanya pinjaman, melainkan bahan bakar semangat untuk memberdayakan kembali mimpi-mimpi yang sempat runtuh.

“Program kita memberdayakan para UMK lokal dengan hastag #PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM dengan modal usaha agar lebih berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Kisah Ibu Supartini mengajarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan ketekunan, keberanian, dan dukungan yang tepat, siapa pun bisa bangkit dan menjadi inspirasi bagi sekitarnya.***

Berita Terkait

Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan
Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi
Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica
NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160
Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak
Bunda PAUD Jateng Pastikan Anak Korban Banjir Pekalongan Tetap Ceria dan Siap Kembali Sekolah
Sido Muncul Sabet Penghargaan GENTING Gold, Tegaskan Komitmen Perangi Stunting
Indosat Perluas AIvolusi5G di Jateng–DIY, Semarang Jadi Episentrum Internet Super Cepat

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:03 WIB

Fatayat NU dan OJK Jateng Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:02 WIB

Rupiah Borobudur Playon 2026 Kembali Digelar, Padukan Sport Tourism, Edukasi Rupiah dan Aksi Berbagi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:01 WIB

Produksi Energi Menurun, Gubernur Luthfi Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

Rabu, 29 April 2026 - 10:24 WIB

NGASAB Hangatkan Akhir Pekan, Ayah dan Anak Ciptakan Cerita di Jalan Bersama Honda PCX 160

Senin, 16 Maret 2026 - 21:02 WIB

Vita Ervina Kenalkan Program MBG di Magelang untuk Percepat Penanganan Masalah Gizi Anak

Berita Terbaru

Perum BULOG mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam ekosistem pangan nasional melalui program BULOG Campus Preneur. Foto : Dok.Bulog/metrojateng.id

Bisnis

BULOG Dorong Campus Preneur Jadi Model Kolaborasi Kampus

Jumat, 12 Jun 2026 - 19:23 WIB