Tolak Angin Kuasai 72 Persen Pasar, Sido Muncul Optimistis Laba Tembus Rp1,2 Triliun

- Reporter

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- IRWAN HIDAYAT- Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Foto : ist/metrojateng.id

- IRWAN HIDAYAT- Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Foto : ist/metrojateng.id

SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul terus memperkuat dominasinya di industri herbal nasional. Produk andalannya, Tolak Angin, disebut telah menguasai sekitar 72 persen market share pasar herbal Indonesia dan masih menjadi pemimpin di kategori jamu modern.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, posisi kuat Tolak Angin menjadi modal penting perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis. Selain memperkuat pasar domestik, perusahaan juga membidik pertumbuhan laba hingga sekitar Rp1,2 triliun pada 2026.

“Saya tahu market itu seperti apa dan saya tahu apa yang saya lakukan,” ujarnya.

Menurutnya, dominasi pasar tersebut tidak diraih secara instan. Perusahaan membutuhkan proses panjang dalam menjaga kualitas produk, membangun kepercayaan konsumen, serta menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Sido Muncul Hadirkan Sido HerbalPedia, Jembatan Pengetahuan Herbal Tradisional dan Sains Modern

“Kalau produk turun biasanya ada sebabnya, misalnya ada berita negatif atau kompetitor sedang naik. Tapi kalau kondisi pasar normal, demand tetap bagus,” katanya.

Irwan menjelaskan, produk yang kuat di pasar harus memiliki fondasi yang jelas, baik dari sisi kualitas, manfaat, maupun loyalitas konsumen. Karena itu, selama kondisi pasar normal, permintaan produk diyakini tetap stabil dan terus tumbuh.

Selain memperkuat pasar dalam negeri, Sido Muncul juga terus memperluas pasar ekspor sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbesar bisnis perusahaan sekaligus memperkuat posisi industri jamu Indonesia di pasar global.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Program Rengganis Pintar untuk Green Industry

Ia mengungkapkan, perusahaan saat ini juga tengah menyiapkan terobosan baru yang rencananya diperkenalkan pada Agustus mendatang. Meski belum membeberkan detail inovasi tersebut, produk yang akan diluncurkan diyakini memiliki potensi pasar besar karena telah melalui perhitungan matang.

Optimisme perusahaan juga terlihat dari tingginya permintaan di tingkat distribusi. Bintoro, pedagang grosir di Pasar Beringharjo Yogyakarta, mengaku penjualan produk Sido Muncul masih sangat baik dan stabil di pasaran.

Dengan dominasi Tolak Angin yang mencapai 72 persen market share dan target laba Rp1,2 triliun, Sido Muncul optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar herbal nasional sekaligus memperluas pengaruhnya di pasar internasional.(**)

Berita Terkait

Tolak Angin Bantu Pulihkan Penglihatan 100 Warga Putussibau
Mahasiswa Kedokteran UNNES Belajar Riset Herbal di Pabrik Sido Muncul
Gubernur Luthfi Tinjau Industri Alas Kaki Brebes, Siapkan Tenaga Kerja Kompetitif
Wagub Jateng Ajak Pengembang Hadirkan Perumahan Hemat Energi dan Tahan Bencana
SDM Jawa Tengah Kian Kompetitif, Mampu Bersaing di Industri Global
Investasi Menguat, Ekonomi Jateng Tumbuh Signifikan 5,89 Persen
Jateng Jadi Magnet Investor, Industri Kemasan Asal Tiongkok Masuk Kendal
Produksi Padi Jateng Tembus 4,6 Juta Ton, Ahmad Luthfi Wanti-wanti Kemarau

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:25 WIB

Tolak Angin Bantu Pulihkan Penglihatan 100 Warga Putussibau

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:20 WIB

Tolak Angin Kuasai 72 Persen Pasar, Sido Muncul Optimistis Laba Tembus Rp1,2 Triliun

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:57 WIB

Mahasiswa Kedokteran UNNES Belajar Riset Herbal di Pabrik Sido Muncul

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:07 WIB

Gubernur Luthfi Tinjau Industri Alas Kaki Brebes, Siapkan Tenaga Kerja Kompetitif

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:50 WIB

Wagub Jateng Ajak Pengembang Hadirkan Perumahan Hemat Energi dan Tahan Bencana

Berita Terbaru