SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi event National Karate Championship Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Piala Wira Adhyaksa, yang diselenggarakan di GOR Jatidiri, Sabtu – Minggu, 25 – 26 April 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengatakan, pertandingan sangat penting sebagai bagian dari latihan atlet di Jateng.
Ujung dari latihan adalah menghasilkan atlet yang akan berkompetisi pada ajang yang lebih tinggi. Baik itu PON, Sea Games, dan yang lainnya.
“Ini adalah bagian dari jam terbang anak-anak kita. Terima kasih karena kejaksaan telah mendorong teman-teman di wilayah untuk lebih perhatian terhadap karate,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjutnya, dia berharap prestasi karate di Jawa Tengah akan lebih meningkat.
Terkait event nasional di Jateng, Sumarno juga berharap dukungan dari pemerintah pusat agar lebih banyak lagi diselenggarakan di Jateng. Menurutnya, pertandingan sangat penting karena merupakan bagian dari latihan.
“Kalau tidak pernah diuji, mau latihan bagusnya kayak apa pun, biasanya pas pertandingan juga mentalnya down. Jadi adanya event sangat penting,” pungkasnya.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Siswanto, membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar Karate – Do Gojukai Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.
Disampaikan, kolaborasi antara institusi penegak hukum dengan dunia olahraga, merupakan teladan nyata. Semangat sportivitas, kedisiplinan dan kejujuran adalah nilai-nilai yang lahir sekaligus dari gelanggang dan dari semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kejuaraan ini bertujuan sebagai ajang seleksi dan penemuan bakat-bakat karate terbaik dari seluruh daerah di Indonesia. Selain itu juga menjadi wahana mempererat silaturahmi dan persatuan antar perguruan serta antar daerah.
“Penyelenggaraan kejuaraan ini akan memberikan pengalaman bertanding bertaraf nasional kepada para atlet agar kelak mampu berkompetisi di forum internasional,” lanjutnya.
Kejaksaan RI berharap agar olahraga karate dapat menjadi media pemersatu bangsa. Sarana pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas. Serta instrumen nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang pembinaan olahraga berprestasi.
“Kejaksaan RI juga berharap bahwa semangat penegakan hukum yang jujur, adil dan berwibawa dapat meresap ke dalam jiwa setiap atlet, wasit, juri dan seluruh peran angkat kejuaraan ini. Sehingga sportivitas bukan hanya jargon melainkan budaya yang benar-benar hidup di lapangan,” pungkasnya.
Turnamen diikuti oleh 493 peserta yang berasal dari 41 kontingan dari empat provinsi, yaitu Jateng, Jabar, Jatim, dan Banten. Pada kesempatan tersebut, Sumarno juga menyaksikan penyerahan sabuk hitam DAN III dan sertifikat dari Pengurus Besar Karate – Do Gojukai Indonesia yang diberikan kepada Siswanto, selaku pemrakarsa.*









