SEMARANG – Di balik deru motor dan ketatnya persaingan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, ada infrastruktur digital yang bekerja untuk memastikan seluruh aktivitas balapan berjalan lancar. TelkomGroup melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) menyiapkan kapasitas jaringan hingga 600 Gbps untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober.
Kapasitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan trafik yang diperkirakan mencapai 195 Gbps. Dukungan konektivitas ini menjadi penting karena berbagai aktivitas berlangsung secara bersamaan, mulai dari produksi siaran televisi, peliputan media, komunikasi tim operasional, hingga kebutuhan digital para pemangku kepentingan.
Infrastruktur jaringan InfraNexia menjangkau sejumlah titik krusial di kawasan sirkuit, termasuk Media Center, Paddock, Race Control, VIP Deluxe, TV Compound, dan Pit Building, serta area pendukung lainnya.
Direktur Network Telkom, Budi Satria Dharma Purba, mengatakan konektivitas yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran ajang olahraga berskala internasional.
“Dalam event berskala internasional seperti MotoGP, konektivitas merupakan bagian dari infrastruktur pendukung yang harus siap ketika seluruh aktivitas mulai berjalan secara bersamaan. Karena itu, fokus kami bukan hanya pada kapasitas, tetapi juga pada kesiapan dan keandalan layanan di setiap titik yang memiliki kebutuhan berbeda,” ujarnya.
Untuk menjaga konektivitas tetap tersedia, InfraNexia mengandalkan jaringan tulang punggung berbasis Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang terintegrasi. Perusahaan juga menyiapkan jalur cadangan atau secondary backbone dengan mekanisme automatic rerouting.
Sistem tersebut memungkinkan lalu lintas data dialihkan secara otomatis ke rute alternatif apabila terjadi gangguan pada jalur utama. Dengan skema perlindungan berlapis ini, risiko gangguan konektivitas diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas operasional di kawasan sirkuit tetap berjalan.
Sebelum balapan berlangsung, InfraNexia bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) juga melakukan simulasi dan pengujian infrastruktur. Tahapan ini mencakup aktivasi serta integrasi layanan, optimalisasi cakupan jaringan, hingga penyesuaian parameter untuk memastikan layanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing area.
Direktur Operations InfraNexia, Suharyoto, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jaringan siap menghadapi tingginya kebutuhan konektivitas selama penyelenggaraan MotoGP.
“Kami melakukan persiapan secara bertahap, mulai dari aktivasi dan integrasi layanan, pengujian infrastruktur, hingga optimalisasi coverage dan parameter jaringan. Dengan proses tersebut, kami ingin memastikan connectivity tetap siap mendukung kebutuhan operasional, media, maupun stakeholder selama rangkaian MotoGP Mandalika 2026,” jelasnya.
Menurut Suharyoto, keberhasilan infrastruktur digital tidak selalu terlihat langsung oleh penonton. Namun, perannya sangat penting dalam menjaga berbagai aktivitas di balik layar tetap terhubung dan berjalan sesuai kebutuhan.
“Bagi kami, peran infrastruktur digital adalah memastikan berbagai aktivitas yang membutuhkan konektivitas dapat berjalan dengan baik, tanpa harus menjadi pusat perhatian. Ketika seluruh pihak dapat menjalankan aktivitasnya dengan lancar dan tetap terhubung, di situlah infrastruktur menjalankan perannya dengan baik,” tutupnya.
Melalui dukungan tersebut, InfraNexia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran sebagai penyedia infrastruktur digital yang menopang berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional, termasuk ajang olahraga dunia yang membawa nama Indonesia ke panggung global. (*)










