Taj Yasin: Lebih dari 50 Kampus Terlibat Menyusun Kebijakan Pembangunan Jawa Tengah

- Reporter

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.

Hasil riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat dari kampus tidak hanya berhenti sebagai karya akademik. Tetapi didorong menjadi dasar penyusunan kebijakan publik.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menjadi narasumber Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2026 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.

Wagub mengatakan, sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan telah menjadi salah satu strategi Pemprov Jateng dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Kerja sama yang terjalin antara Pemprov Jateng dan perguruan tinggi terus berkembang.

“Kami sampaikan bahwa MoU sudah kita lakukan dengan 43 kampus, dan sekarang mungkin sudah 50-an kampus di Jawa Tengah yang menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi,” kata tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Yang lebih penting adalah implementasi dan dampaknya bagi masyarakat.

“Kami menganggap MoU bukan tujuan. Yang lebih penting adalah tindak lanjutnya. Sebuah program dan kebijakan harus didasari kajian, penelitian, dan literasi keilmuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jateng Kembangkan Koperasi Pesantren untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sejumlah kolaborasi telah menghasilkan berbagai inovasi yang dimanfaatkan dalam pembangunan daerah. Bersama Universitas Diponegoro, misalnya, Pemprov Jateng mengembangkan program desalinasi untuk mengubah air asin menjadi air tawar guna membantu masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak rob dan kesulitan air bersih.

Kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam upaya penanganan dan pengelolaan kawasan Rawa Pening. Selain itu, berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah turut dilibatkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang diarahkan untuk membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Sementara bersama Udinus, Pemprov Jateng menerima hibah produk air minum kemasan Toyaku yang merupakan hasil pengembangan kampus tersebut. Selain itu, kedua pihak juga berkolaborasi dalam edukasi gerakan stop boros pangan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Masukan-masukan dari kampus dan mahasiswa inilah yang kita ambil untuk menjadi sebuah kebijakan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena dipercaya masyarakat sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi. Oleh karena itu, kampus didorong untuk terus hadir dalam menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat, mulai dari isu lingkungan, ketahanan pangan, hingga transformasi digital.

Baca Juga :  Berikan Bisyarah Penghafal Quran, Wagub Taj Yasin Tekankan Al-Qur’an sebagai Fondasi Moral Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga mengapresiasi pelaksanaan LKMM-TM 2026 yang digagas Udinus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, inovasi, serta memperluas cara pandang dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

“Saya berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk menambah literasi. Tadi juga ada narasumber dari Jepang yang mengampanyekan aplikasi lingkungan. Ke depan kami berharap kerja sama antara Pemprov dan kampus, khususnya Udinus, semakin kuat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.

Namun demikian, ia mengingatkan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), harus disikapi secara bijak. AI memang memberikan kemudahan, tetapi juga dapat menjadi tantangan apabila membuat masyarakat semakin bergantung dan mengurangi budaya belajar.

Gus Yasin mengaku prihatin terhadap menurunnya tingkat literasi membaca masyarakat. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kemampuan berpikir kritis.

“AI itu kecerdasan sebuah program. Jangan sampai masyarakat yang menciptakan AI justru berkurang kecerdasannya karena merasa semuanya sudah mudah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Nawal Yasin Siapkan Edukasi Kesehatan Mental di Pesantren dan Sekolah
Cek Langsung Posko SPMB, Ahmad Luthfi Pastikan Seleksi Sesuai Aturan
Wagub Jateng Dorong Penguatan Pendidikan Akhlak Sejak Anak Usia Dini
Wagub Taj Yasin Serahkan Bisyarah, Hafiz Qur’an Didorong Terus Berkembang
Bunda Literasi Jateng Dorong Budaya Membaca Hadapi Tantangan Era Digital
Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian, Nawal Yasin Ajak Orang Tua Lebih Peduli
Gus Yasin Pastikan Semua Peserta SPMB Punya Kesempatan yang Sama
Menko Polkam Dorong Taruna Akmil Perkuat Karakter, Wawasan, dan Jiwa Kepemimpinan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

Taj Yasin: Lebih dari 50 Kampus Terlibat Menyusun Kebijakan Pembangunan Jawa Tengah

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:30 WIB

Nawal Yasin Siapkan Edukasi Kesehatan Mental di Pesantren dan Sekolah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:47 WIB

Cek Langsung Posko SPMB, Ahmad Luthfi Pastikan Seleksi Sesuai Aturan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:00 WIB

Wagub Jateng Dorong Penguatan Pendidikan Akhlak Sejak Anak Usia Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:43 WIB

Wagub Taj Yasin Serahkan Bisyarah, Hafiz Qur’an Didorong Terus Berkembang

Berita Terbaru