Ahmad Luthfi Bawa Investor Amerika, Pengolahan Sampah Soloraya Masuk Tahap Baru

- Reporter

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengatasi persoalan sampah memasuki babak baru. Perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minat berinvestasi untuk membangun fasilitas waste to fuel di kawasan aglomerasi Soloraya.

Proyek ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari, sekaligus mempercepat target Jawa Tengah mencapai zero sampah pada 2028.

Komitmen investasi tersebut disampaikan saat pertemuan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan sampah di Soloraya menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, karena volume sampah yang terus meningkat.

Selama ini, skema pengolahan sampah menjadi energi listrik telah disiapkan untuk menangani timbulan sampah baru. Namun, persoalan sampah lama yang telah menumpuk masih membutuhkan solusi melalui investasi dan teknologi.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” kata Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Baca Juga :  Revitalisasi Sederhana: Usulan Irwan Hidayat Mempercantik Kawasan Pecinan Semarang

Berdasarkan data Pemprov Jateng, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah setiap hari. Jumlah tersebut melampaui kapasitas pengelolaan yang tersedia sehingga diperlukan fasilitas baru yang mampu mengurangi timbulan sampah secara signifikan.

Karena itu, Pemprov Jateng mendorong pembangunan fasilitas waste to fuel berkapasitas sekitar 1.000 ton per hari di Boyolali. Fasilitas tersebut dirancang melayani tujuh daerah, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Luthfi menjelaskan, sejumlah kerja sama pengolahan sampah sebelumnya telah berjalan di beberapa kawasan aglomerasi, seperti Semarang-Kendal bersama Danantara. Namun, kerja sama tersebut lebih difokuskan pada pengolahan sampah baru.

“Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan, masuknya investor asal Amerika Serikat merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi mewujudkan target zero sampah 2028.

Menurut Heru, Soloraya dipilih karena menjadi salah satu kawasan dengan produksi sampah terbesar di Jawa Tengah, yakni di atas 1.000 ton per hari.

Baca Juga :  BRI Pemalang Salurkan KUR Rp766 Miliar hingga Juli 2026

“Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali. Saat ini sudah tersedia lahan 20 hektare dari kebutuhan sekitar 25 hektare,” jelasnya.

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, mengatakan, perusahaannya bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi ramah lingkungan. Teknologi yang akan digunakan diklaim menerapkan konsep zero emission, sehingga mampu mengolah sampah tanpa menghasilkan emisi yang membahayakan lingkungan.

“Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan,” katanya.

Selain membantu mengurangi persoalan sampah, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan hampir 300 lapangan kerja serta memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan energi hijau di Indonesia.

“Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun, sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal,” ujar Medhat.***

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru