SBI dan Pemkab Gunungkidul Bersama Ciptakan Inovasi dalam Pengelolaan Limbah

- Reporter

Senin, 3 Februari 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani, dan Bupati Gunungkidul, Suryananta, menandatangani kesepakatan bersama pemanfaatan RDF, disaksikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SBI, Ony Suprihartono, dan jajaran Pemkab Gunungkidul, di Jakarta, 3 Februari 2025. Foto : Dok.SBI

Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani, dan Bupati Gunungkidul, Suryananta, menandatangani kesepakatan bersama pemanfaatan RDF, disaksikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SBI, Ony Suprihartono, dan jajaran Pemkab Gunungkidul, di Jakarta, 3 Februari 2025. Foto : Dok.SBI

Jakarta – Mengawali tahun 2025, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), yang merupakan anak usaha SIG, memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan refuse-derived fuel (RDF), melalui penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Gunungkidul, Suryananta dan Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani di Jakarta, 3 Februari 2025 dan turut disaksikan oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko SBI, Ony Suprihartono, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemkab Gunungkidul, Dewi Irawaty beserta jajaran Pemkab Gunungkidul.

Diketahui, Kabupaten Gunungkidul memproduksi sekitar 0,49 kilogram sampah per orang per hari atau lebih rendah dari rata-rata nasional yaitu 0,68 kilogram sampah per orang per hari. Pemkab Gunungkidul pun telah memiliki regulasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Regulasi tersebut bertujuan mengubah paradigma pengelolaan sampah dari material yang tidak bermanfaat menjadi material yang memiliki nilai manfaat lebih untuk mendukung peningkatan ekonomi di masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi PGN dan BSB City: Gas Bumi untuk Masa Depan Lebih Hijau

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengatakan, kerja sama dengan SBI merupakan salah satu langkah penting dalam upaya mengatasi persoalan sampah di daerahnya.

“Selama ini, Pemkab Gunungkidul telah menjalankan berbagai program pengelolaan sampah yang semakin dinamis dalam varian dan jumlah. Pelibatan masyarakat serta kolaborasi dengan SBI semakin memperkuat upaya kami dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Suryananta.

Menjadi pelopor penerapan teknologi RDF di Indonesia, hingga saat ini SBI melalui divisi pengelolaan limbah ramah lingkungannya yang bernama Nathabumi telah menjalin kerja sama dengan sekitar 15 pemerintah daerah di berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Ony Suprihartono, kolaborasi antara SBI dan pemerintah daerah merupakan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan sampah daerah.

Baca Juga :  Gubernur Luthfi Kagumi Berkah Setia Farm, Dari Dua Sapi Jadi Ratusan

“Tak hanya melalui pembangunan fisik, kami ingin menjadi bagian dari solusi menciptakan kondisi hidup yang lebih baik melalui optimalisasi fasilitas dan teknologi, seperti yang kami lakukan dalam hal pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen,” ujar Ony Suprihartono.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Gunungkidul melalui tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Wukisari dengan kapasitas 75 ton/hari dan diharapkan mampu menghasilkan RDF dalam kisaran 30 ton per hari. Kerja sama antara SBI dan Pemkab Gunungkidul ini akan berlangsung selama tiga tahun, di mana RDF yang dihasilkan akan dikirim ke pabrik semen SBI di Cilacap untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.***

Berita Terkait

Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru
Investor Singapura Gandeng Mitra China, Jajaki Investasi Industri Berteknologi dan Pendidikan di Jateng
BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan
BRI Peduli Berbagi Kasih, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Jemaat Gereja
Bersama Danantara, PNM Perluas Pelayanan Hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T
Hari Koperasi Jateng Ditutup dengan Runwalk UMKM, Ribuan Peserta Ikuti Gerakan Berkoperasi
Dari Garasi ke Omzet Ratusan Juta, Koperasi Merah Putih Banjarsari Jadi Inspirasi
Hari Koperasi di Solo, Pemprov Jateng Dorong Koperasi Perluas Pasar dan Kemitraan

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:02 WIB

Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:37 WIB

Investor Singapura Gandeng Mitra China, Jajaki Investasi Industri Berteknologi dan Pendidikan di Jateng

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:46 WIB

BRI Peduli Berbagi Kasih, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Jemaat Gereja

Senin, 13 Juli 2026 - 16:08 WIB

Bersama Danantara, PNM Perluas Pelayanan Hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:05 WIB

Hari Koperasi Jateng Ditutup dengan Runwalk UMKM, Ribuan Peserta Ikuti Gerakan Berkoperasi

Berita Terbaru