Pemprov Jateng dan Pertamina Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg untuk Warga

- Reporter

Senin, 10 Februari 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-PASOKAN LANCAR- Tim Pembinaan dan Pengawasan LPG 3 Kg Provinsi Jawa Tengah, Senin (10/2/2025) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di Kota Semarang, dengan hasil pantauan pasokan yang aman dan lamcar. Foto : Dok.Pertamina/metrojateng.id

-PASOKAN LANCAR- Tim Pembinaan dan Pengawasan LPG 3 Kg Provinsi Jawa Tengah, Senin (10/2/2025) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di Kota Semarang, dengan hasil pantauan pasokan yang aman dan lamcar. Foto : Dok.Pertamina/metrojateng.id

Semarang – Tim Pembinaan dan Pengawasan LPG 3 Kg Provinsi Jawa Tengah, Senin (10/2/2025) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di Kota Semarang. Pada kegiatan yang diikuti unsur Pemprov Jateng (Dinas Perdagangan, ESDM, Biro Perekonomian, Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam) Pertamina, Hiswanamigas, LP2K, Kepolisian (krimsus), Kejati (asintel) ini menyambangi 3 pangkalan LPG 3 kg dan 1 usaha laundry.

Titik sidak pertama di Pangkalan LPG 3 Kg Podomoro, Jalan Suyudono 190 Semarang. Pada lokasi tersebut terpantau pasokaan dan distribusi LPG 3 Kg kepada konsumen aman dan lancar.

Pemilik Pangkalan LPG 3 kg Podomoro, Ninik mengakui, selama seminggu terakhir ini banyak masyarakat membeli LPG 3 kg. Namun semua yang datang dapat terlayani sesuai pasokan yang ada, dan wajib menunjukkan KT.

“Pasokan LPG 3 kg di pangkalan kami 100 – 105 tabung, dengan pengiriman seminggu 4 kali. Pasokan lancar, tidak ada masalah, dan yang beli juga sudah sesuai dengan pendataan, ada KTP,” ujarnya.

Ninik pun mengakui, dalam seminggu terakhir banyak pembeli wajah baru. Namun semua dapat dilayani sesuai stok yang ada, dengan syarat pendataan KTP.

Salah seorang pembeli LPG 3 kg di Pangakalan Podomoro, Sri Yunani warga Lemah Gempal mengatakan, ia rela antri untuk mendapatkan LPG 3 kg lantaran takut kehabisan. Wanita yang kesehariannya berjualan bubur ini membutuhkan satu tabung LPG 3 kg setiap 2 harinya.

“Saya jual makanan bubur ketan, di rumah punya 1 tabung yang masih menyala, dan perlu cadangan 1 tabung isi, sehingga saat habis bisa langsung terganti dan bisa terus memasak,” tukasnya.

Titik sidak kedua dilakukan di Pangkalan LPG 3 kg Ulfah, yang berlokasi di Jalan Subali Masjid, Krapyak. Di lokasi tersebut, pasokan jiga terpantau aman, dengan jumlah 100 tabung.

Baca Juga :  Program Baru Pemprov Jateng, Balik Nama Kendaraan Bekas Kini Gratis

“Pasokan 100 tabung per kirim. Seminggu 2 kali pengiriman. Stok aman, dengan jumlah pembeli rata-rata sehari 60-an dari warga sekitar. Disini tidak pernah sampai antri, dan masyarakat biasanya beli buat stok, karena rata-rata pelanggan punya lebih dari satu tabung,” kata Ulfah.

Hal serupa juga terpantau di Pangkalan LPG 3 Kg Mundjanah, yang berada di Jalan Untung Suropati RT7 RW6 Manyaran. Dengan pasokan 70 tabung per hari, LPG 3 kg banyak dibeli oleh segmen UMKM.

“Pasokannya lancar, tiap hari 70 tabung selalu habis, tidak pernah ada antrian. Dalam seminggu kami ada 6 kali pengiriman dengan harga jual sesuai HET
Rp18 ribu/tabung,” tukasnya.

Titik pantauan terakhir dilakukan di Sevana Laundry di daerah Gisikdrono. Di lokasi ini ditemukan penggunakan LPG 3 kg yang tidak tepat sasaran, sehingga dilakukan edukasi dan dilakukan penggantian 3 tabung LPG 3 kg dengan trade in 2 tabung LPG non subsidi 5,5 kg.

Sela Indriyani, Pemilik Sevana Laundry saat ditemui mengaku baru mengerti jika usaha laundry miliknya masuk kategori UKM yang tidak berhak menggunakan LPG 3 kg. Sela pun mengaku ikhlas mengikuti aturan yang berlaku.

“Kalau memang kebijakannya tak boleh pakai LPG 3 kg, saya ikut aturan saja,” kata Sela, yang sudah 4 tahun berbisnis laundry.

Sementara, ditemui di sela-sela sidak, Eni Lestari, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Prov Jateng mengatakan, dari hasil pantauan di sejumlah pangkalan LPG 3 kg, sebagian besar tidak ada antrian pembeli. Antrian hanya sebatas pada proses pendataan KTP pembeli.

“Dari pantauan tim di Semarang ini, kondisi pasokan LPG 3 kg relatif lancar dan aman, tidak seperti yang nampak di tayangan televisi. Masyarakat tidak perlu panik, persediaan tabung cukup,” katanya.

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Pangan, PNM Salurkan Bantuan 240 Ekor Ayam

Selain itu, lanjutnya, Pertamina pun mulai 1-9 Februari sudah menambah falkutatif LPG 3 Kg sebanyak 4,9 persen dari rata-rata pemenuhan harian, sehingga sudah sangat mencukupi. Adapun kebutuhan LPG 3 kg sesuai aturan digunakan untuk 4 segmen pengguna, yakni rumah tangga, UMKM, Pertanian dan Peternakan.

“Kami bersama Pertamina dan Hiswana selalu bersinergi bagaimana ada persoalan kita selesaikan bersama. Yang penting kebutuhan masyarakat terpenuhi, tidak ada kekosongan LPG 3 kg. Dengan SK HET Gubernur Jateng yang baru HET Rp18.000 di pangkalan. Kalau ada yang menjual lebih dari itu bisa dilaporkan, tapi dengan data dan objek yang jelas,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menuturkan, Pertamina bersama Tim Pembinaan dan Pengawasan LPG 3 Kg Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sidak ke beberapa lokasi pangkalan LPG 3 kg dan konsumen di Kota semarang. Dari ketiga lokasi, situasi penyaluran LPG 3 kg di Jateng sudah kondusif. Rata rata konsumen diketahui sudah memiliki 2 sampai 3 tabung di rumah.

“Sebenarnya situasi sudah aman, pasokan dan stok LPG 3 kg di Jateng juga aman. Masyarakat tak perlu kuatir dan tak perlu panic buying,” ujarnya.

Menurutnya, pasokan LPG 3 kg di Jateng dalam seminggu rata-rata mencapai 820.000 tabung, dan di Kota Semarang sekitar 160.000-an tabung. Adapun tambahan rata-rata 60 persen dari penyaluran harian.

“Kita terus lakukan edukasi soal penyaluran LPG 3 kg, dan semuanya relatif aman. Stok LPG juga mencukupi. Kami juga lakukan sosialisasi mengenai titik-titik pangkalan yang bisa diakses sampai ke tingkat kelurahan dan desa. Masyarakat juga bisa cek lokasi pangkalan terdekat melalui aplikasi subsidi tepat,” tegasnya.***

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra

Berita Terbaru