Lima Resiko Hantui Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2025,Meski Kuat Harus Waspada

- Reporter

Senin, 17 Februari 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOLID - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBi) Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra saat memberikan keterengan pertumbuhan ekonomi Jateng yang tetap solid di tahun 2025, pada media briefing, Senin (17/2/2025) di kantornya. (tya)

SOLID - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBi) Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra saat memberikan keterengan pertumbuhan ekonomi Jateng yang tetap solid di tahun 2025, pada media briefing, Senin (17/2/2025) di kantornya. (tya)

SEMARANG – Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2025 diproyeksikan mencapai 4,75 persen. Hal ini menunjukan kinerja perekonomian masih solid dengan ditopang konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.

“Kami optimis dengan pertumbuhan ekonomi  Jateng  yang terus membaik, proyeksi tersebut akan tercapai,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBi) Provinsi Jateng Rahmat Dwisaputra pada media briefing, Senin (17/2/2025) di kantornya.

Meski pertumbuhan ekonomi di Jateng cukup bagus, namun tetap harus waspada. Sebagaimana  disampaikan  Gubernur BI,  kita optimis namun tetap waspada karena di tahun 2025 ada 5 resiko perekonomian Global yang masih akan hadapi tahun 2025.

Kelima resiko ini yang pertama tentunya masalah geopolitik yang tingg, fragmentasi perdagangan,  pergeseran pusat dan sumber pertumbuhan. Selain itu juga  resiko suku bunga dan resiko utama yakni hutang pemerintah yang tinggi.

Baca Juga :  K3 Jadi Fokus Utama SIG dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Hal ini nasih ditambah dengan  adanya ketidakpastian keuangan dan investasi  serta akselerasi digitalisasi data dan sistem pembayaran.

“Guna menjawab tantangan   resiko tersebut tersebut  ada 5 sinergi bauran transformasi ekonomi yakni  pertama sinergi stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.Kedua Sinergi mendorong pertumbuhan domestik yaitu konsumsi dan prestasi, yang ketiga sinergi meningkatkan produktivitas dan kapasitas ekonomi nasional.  keempat sinergi pendalaman pasar keuangan atau pemberian perekonomian dan yang terakhir sinergi digitalisasi sistem pembayaran dan sektor jasa,” ungkapnya.

Menurutnya lima agenda kebijakan transformasi ekonomi nasional itu kalau ditransformasikan di Jawa Tengah tentunya perekonomian Jateng akan semakin kuat. Untuk itu TPID dan TP2DD dan para stakeholder harus bekerjasama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jateng sehingga  stabilitas makro ekonomi dan stabilitas nilai tukar stabilitas nilai rupiah atau inflasi  akan terjaga.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Bintoro Wadul Minyakita Langka, Gus Yasin Gercep Pastikan HET dan Ketersediaan Barang

“Bila sinergi tersebut dilaksanakan dengan baik bisa mendorong pertumbuhan ekonomi domestik” tambah Rahmat Dwisaputra.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi di Jateng pada triwulan IV tahun 2024 mencapai 4,96 persen dengan inflasi yang masih terkendali yakni 2,5 +/- 1%.

Kondisi ini menunjukan ekonomi Jateng tetap kokoh, didukung dengan berbagai sinergi kebijakan  dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng. Berbagai program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih kuat dan berdaya tahan dilakukan BI Jateng diantaranya dalam bidang investasi, dibidang pertanian dan lainnya. (*)

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Minggu, 12 April 2026 - 18:21 WIB

Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon

Berita Terbaru