KLa Project Bawa Ribuan Penonton Bernostalgia di Harmony of Java 2026

- Reporter

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Selepas pukul 21.00, dari balik panggung menyeruaklah Lilo, Adi, dan Katon Bagaskara di barisan akhir. Demi melihat itu, para penonton yang sedari tadi menunggu ketiganya sontak berseru menyambutnya. Tak berapa lama, mengalunlah “Gerimis”.

Lagu itu menjadi pembuka penampilan KLa Project saat menjadi pamungkas “Harmony of Java 2026”, Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov Jateng tersebut dilaksanakan di area Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Kota Semarang. Hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekda Sumarno.

Penampilan Katon, Lilo, dan Adi, nampaknya mampu mengobati kerinduan para KLanis, sebutan bagi penggemar KLa Project. Mereka tak melewatkan satu pun penggal lirik ketika Katon melantunkan “Menjemput Impian”, “Belahan Jiwa”, “Semoga”, dan “Lagu Baru”.

Bagi sebagian penonton, ada sesuatu yang jauh lebih personal ketimbang sekadar berdendang bersama, yakni kenangan. Ketika KLa Project berdiri di atas panggung, seolah pintu waktu terbuka.

Tatkala cahaya panggung berpijar dibarengi suara khas Katon, raungan gitarnya Lilo, dan dentingan kibor Adi, masa lalu seperti kembali menemukan jalannya. Lagu-lagu yang pernah membersamai masa muda sebagian besar penonton.

Lihatlah wajah para penonton yang berseri-seri di sepanjang lagu yang didendangkan. Wajah-wajah yang sedang mengenang. Bahkan ketika lagu “Terpuruk” dilantunkan, mereka tetap saja menyanyikannya dengan riang gembira dan penuh senyuman.

“Kalian ini gimana, lagu Terpuruk kan liriknya sedih tapi kalian kok tetap saja nyanyinya ceria? Baiklah kita ganti liriknya jadi bahagia ya, bahagia tak terkira,” ujar Katon.

Malam itu KLa Project berikhtiar membawa kembali ke masa saat kaset masih menjadi benda penting, radio menjadi teman perjalanan, dan lirik lagu kerap menjadi cara sederhana untuk menyampaikan perasaan.

Baca Juga :  Bohopanna, Brand Lokal Fashion Anak yang Lahir dari Kegelisahan Seorang Ibu

Satu di antaranya Eli Rahmawati, warga Salatiga, yang datang bersama lima sahabatnya. Mereka tidak sekadar ingin melihat konser. Mereka ingin mengulang penggalan masa lalu.

Eli dan teman-temannya bersedia menempuh berkilo-kilo meter perjalanan dan menunggu hingga malam demi bernostalgia bersama KLa Project.

“Kebetulan ini gratis, jadi pada minat semua teman-teman. Bisa bernostalgia, terutama untuk kami yang seusia, yang masih tahun 80-an,” kata Eli.

Nostalgia rupanya menjadi bahasa yang paling mudah menyatukan mereka malam itu. Usia boleh bertambah, rambut mungkin tak lagi sama, tetapi beberapa lagu memiliki kemampuan ajaib untuk mengembalikan seseorang pada masa ketika semuanya terasa lebih sederhana.

Eli tersenyum menikmati suasana. Bukan hanya karena tembang-tembang yang didendangkan, tetapi KLanis satu ini bisa menikmatinya bersama orang-orang yang memiliki cerita masa lalu yang sama.

“Kesannya luar biasa menyenangkan. Semoga pesta rakyat ini menjadi dedikasi dan inspirasi untuk berikutnya ada acara yang selanjutnya,” ujarnya.

Penonton lain, Antonius, warga Kota Semarang, mengaku jauh-jauh hari sudah persiapan akan datang. Maklum, dia penggemar berat KLa Project sejak Kayon cs mulai dikenal publik pada 1988 lewat lagu “Tentang Kita”.

Antonius datang ditemani istri dan dua anaknya. Ia menikmati konser dengan cara sederhana: melewatkan bersama orang tercinta, bernyanyi, dan bahagia menikmati suasana.

“Mengikuti konser ini asyik, Mas. Mantap,” katanya sembari mengacungkan ibu jari.

Penampilan KLa Project menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Lagu-lagu mereka bukan hanya dikenal oleh satu generasi. Musik yang telah bertahan puluhan tahun itu masih mampu mempertemukan orang tua, anak, dan generasi yang tumbuh setelahnya dalam satu ruang yang sama.

Baca Juga :  “Better Life When We Recycle”, Upaya LG Indonesia Tingkatkan Kesadaran Soal Limbah Tekstil

Antonius dan Eli menaruh harapan besar agar konser serupa tetap hadir pada perayaan-perayaan berikutnya.

“Mungkin bisa kembali dihadirkan artis-artis yang populer, yang legendaris dan gratis. Tetap harus merakyat,” ujarAntonius.

Di sinilah kekuatan KLa Project malam itu. Ia tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga memori. Sebuah lagu bisa menjadi “mesin waktu”. Sekali terdengar, seseorang bisa tetiba teringat pada teman lama, perjalanan masa muda, cinta yang pernah tumbuh, atau hari-hari di mana belum dipenuhi bertumpuk persoalan.

Maka ketika KLa Project tampil di panggung Harmony of Java 2026, yang terdengar bukan hanya suara musik. Ada masa lalu yang kembali mengetuk ingatan. Ada generasi yang pernah tumbuh bersama.

Dan ada generasi yang mungkin baru mengenal lagu KLa Project, tetapi ikut menikmati energi yang sama. Nyatanya, saat “Tak Bisa Kelain Hati” dan “Yogyakarta dibawakan, banyak pula penonton usia belia yang ikut melantunkannya.

Panggung Harmony of Java 2026 mampu menghadirkan penggalan nostalgia melalui harmoni yang nyawiji. Ada Eli dan sahabatnya yang datang membawa nostalgia. Ada Antonius yang mengajak keluarganya.

Bahkan ada ribuan penonton yang datang dengan alasan masing-masing. Semua bertemu , di bawah cahaya panggung dan gegap gempitanya KLa Project.

Malam itu, Jawa Tengah tidak hanya merayakan usia 81 tahun.
Ia juga merayakan ingatan, kebersamaan, dan sebuah hal sederhana: bernostalgia dengan bahagia.

Sebagaimana lirik “Tentang Kita” yang menjadi lagu pamungkas; _“Kembali, kembalilah kini, segala asa berseri. Benahi, benahilah kini, kepekaan nurani. Kembali, kembalilah kini, segala asa berseri…”.***

Berita Terkait

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Bukan Sekadar Film, Baby Udon Tinggalkan Haru di Hati Penonton Semarang
Penonton Tersentuh dan Terkejut, Badut Gendong Tawarkan Horor Emosional
Bandara Ahmad Yani Semarang Rayakan Kartini dengan Fashion Show dan Tari Nusantara
Libur Lebaran 2026 Bawa Kenaikan Wisata Jateng, Visual Tourism Makin Digemari
Film Pelangi di Mars Tampilkan Kontribusi Nyata Voice Actor dan Body Actor di Balik Film
Bus Manchester United Ikut Mudik Gratis Jateng, Candaan Ahmad Luthfi Bikin Suasana Pecah Tawa
THR Cair, Saatnya Belanja Denim Stylish dan Timeless Lewat Levi’s® Matahari Collection

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

KLa Project Bawa Ribuan Penonton Bernostalgia di Harmony of Java 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bukan Sekadar Film, Baby Udon Tinggalkan Haru di Hati Penonton Semarang

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:51 WIB

Penonton Tersentuh dan Terkejut, Badut Gendong Tawarkan Horor Emosional

Kamis, 23 April 2026 - 12:38 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Rayakan Kartini dengan Fashion Show dan Tari Nusantara

Berita Terbaru