GJLS: Berapi-api Pecah Tawa Penonton Semarang, Kisah Damkar Penuh Kejutan

- Reporter

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Beragam kejadian tak terduga yang dialami petugas pemadam kebakaran (damkar) menjadi sumber komedi dalam film GJLS: Berapi-api. Cerita tentang profesi yang identik dengan situasi darurat ini berhasil mengundang gelak tawa penonton saat pemutaran film di Studio 5 Citra XXI, Kota Semarang, Minggu (18/10/2026) sore.

Alih-alih hanya menampilkan aksi memadamkan api, film ini membawa penonton menyelami kehidupan tiga sahabat yang bekerja sebagai petugas damkar. Mereka menghadapi berbagai situasi unik, mulai dari permintaan pertolongan yang tidak biasa hingga misi penyelamatan yang menguji keberanian.

Sejumlah adegan menjadi pemancing tawa, di antaranya ketika petugas membantu orang kesurupan, mengambil rapor anak sekolah, hingga menolong seseorang yang terjepit pagar. Kejadian-kejadian tersebut dikemas dengan humor yang memperlihatkan bahwa pekerjaan damkar memiliki cakupan lebih luas daripada yang selama ini dibayangkan masyarakat.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 5 November 2026 ini dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, dan Ebel Cobra. Meski dibalut komedi, cerita yang disuguhkan turut menyinggung beratnya tanggung jawab petugas ketika harus membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.

Rigen Rakelna mengungkapkan, sebagian kisah dalam film tersebut terinspirasi dari pengalaman nyata petugas damkar. Tim produksi menggali cerita dari Khairul Umar, seorang petugas damkar yang juga terlibat dalam film.

Pengalaman Khairul menjadi bahan untuk menghadirkan adegan yang terasa dekat dengan realitas di lapangan. Rigen menyebut, ada banyak cerita lucu yang diperoleh selama proses penggalian informasi, meski hanya sebagian yang akhirnya masuk ke dalam film.

Baca Juga :  Manisnya Valentine di Stasiun Poncol: Kejutan Cokelat dan Bunga dari KAI

“Ada damkar beneran yang main di film kita, namanya Khairul Umar. Sebenarnya, kejadian-kejadian lucu yang dia ceritakan banyak banget. Yang kita masukkan ke film cuma beberapa,” tutur Rigen.

Untuk membangun karakter secara lebih meyakinkan, para pemain menjalani lokakarya dan mempelajari dasar-dasar pekerjaan pemadam kebakaran. Mereka juga berlatih menggunakan perlengkapan keselamatan serta mencoba memadamkan api secara langsung.

Rigen mengaku baru benar-benar merasakan tantangan profesi tersebut setelah mengenakan jaket pemadam atau fire jacket dengan berat hampir 10 kilogram dan memegang selang bertekanan tinggi. Kendati latihan pemadaman hanya berlangsung sekitar 10–15 menit, aktivitas itu sudah cukup menguras tenaganya.

“Kita cuma tiga hari belajar dan memadamkan api itu hanya 10 atau 15 menit. Rasanya capek banget, jadi kita tahu banget bagaimana perjuangan teman-teman Damkar,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut juga mengingatkan Rigen pada petugas dan relawan yang tengah berjuang menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua. Ia berharap kebakaran segera teratasi dan kawasan hutan yang terdampak dapat kembali pulih.

Sementara itu, Ananta Rispo menjelaskan bahwa film ini dikembangkan dengan bantuan konsultan komedi agar unsur humor tetap menyatu dengan jalan cerita. Para pemain juga diberi ruang untuk berimprovisasi selama syuting, meskipun sebagian besar adegan telah dirancang dalam naskah.

Baca Juga :  Jateng Rilis Calendar of Event 2026, Siap Gaet Wisatawan Sepanjang Tahun

Rispo menegaskan, tidak seluruh cerita berasal dari kejadian nyata. Tim produksi turut mengembangkan unsur fiksi untuk membangun konflik, termasuk kisah tiga tokoh utama yang terlibat dalam upaya membongkar sindikat penjualan anak.

“Cerita film ini ada sebagian dari kejadian nyata, ada beberapa yang memang kita tulis di skrip untuk kebutuhan film,” imbuh Rispo.

Kehadiran sejumlah petugas Damkar Kota Semarang dalam pemutaran film tersebut turut memberikan perspektif berbeda. Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengaku terhibur dengan adegan-adegan komedi yang ditampilkan. Ia juga menilai beberapa bagian film mencerminkan pengalaman petugas saat melayani masyarakat.

Menurut Ade, pekerjaan damkar tidak berhenti pada pemadaman kebakaran. Petugas juga menjalankan berbagai misi penyelamatan, seperti penyelamatan hewan, penyelamatan di air, hingga penyelamatan di ketinggian.

Ia bahkan pernah menerima permintaan bantuan dari seorang anak sekolah untuk mengambil rapor, pengalaman yang serupa dengan salah satu adegan dalam film.

“Dari tadi ketawa terus lihat filmnya. Memang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri itu ada namanya fungsi penyelamatan atau rescue. Adegan membantu mengambil rapor juga pernah terjadi di Kota Semarang,” kata Ade.

Melalui perpaduan humor, kejadian tak terduga, dan gambaran perjuangan petugas, GJLS: Berapi-api menawarkan perspektif berbeda tentang profesi damkar. Di balik adegan yang mengundang tawa, film ini memperlihatkan dedikasi petugas yang dituntut selalu siap menghadapi berbagai persoalan demi memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
KLa Project Bawa Ribuan Penonton Bernostalgia di Harmony of Java 2026
Bukan Sekadar Film, Baby Udon Tinggalkan Haru di Hati Penonton Semarang
Penonton Tersentuh dan Terkejut, Badut Gendong Tawarkan Horor Emosional
Bandara Ahmad Yani Semarang Rayakan Kartini dengan Fashion Show dan Tari Nusantara
Libur Lebaran 2026 Bawa Kenaikan Wisata Jateng, Visual Tourism Makin Digemari
Film Pelangi di Mars Tampilkan Kontribusi Nyata Voice Actor dan Body Actor di Balik Film

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:39 WIB

GJLS: Berapi-api Pecah Tawa Penonton Semarang, Kisah Damkar Penuh Kejutan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:28 WIB

KLa Project Bawa Ribuan Penonton Bernostalgia di Harmony of Java 2026

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bukan Sekadar Film, Baby Udon Tinggalkan Haru di Hati Penonton Semarang

Berita Terbaru