SEMARANG – Berbagai produk feysen seperti batik dan wastra nusantara dengan motif-motif etnik dan warna-warna hangat, tergantung anggun pada puluhan stan yang berjajar di lobi Hotel Queen City Kota Semarang, Kamis (14/8/2025).
Pemandangan itu menjadi pembuka hangat bagi para tamu Festival Jateng Syariah (Fajar) 2025, termasuk Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan sang istri yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng, Nawal Arafah Yasin.
Dengan langkah santai dan senyum merekah, pasangan yang akrab disapa Gus Yasin dan Ning Nawal itu menyusuri deretan stan yang memamerkan produk fesyen halal, mulai dari batik tulis klasik hingga wastra dengan sentuhan desain modern.
Ketertarikan dan kekaguman terpancar dari wajah keduanya. Terutama, saat Gus Yasin dan Ning Nawal berhenti di beberapa stan UMKM lokal yang memamerkan kain-kain khas dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Lihat, ini Mi. Bagus ya motif dan warnanya,” kata Gus Yasin kepada Ning Nawal, ketika menyentuh dan mengamati selembar batik bermotif kontemporer di sebuah stan milik pengrajin UMKM lokal.
“Produk-produk lokal seperti ini yang harus terus kita dukung,” sahut Ning Nawal, mengangguk pelan sembari tersenyum.
Pada kesempatan itu, Gus Yasin dan Ning Nawal juga berdialog hangat dengan pengrajin dan pelaku UMKM, mendengarkan cerita di balik tiap motif dan teknik pewarnaan alami yang digunakan.
Tidak hanya fesyen, kegiatan Fajar 2025 tersebut juga menampilkan berbagai produk kuliner dan UMKM, yang sudah tersertifikasi halal. Mulai dari beraneka makanan berat, hingga makanan ringan atau jajanan.
Festival Jateng Syariah merupakan agenda tahunan yang dihelat oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI). Pada 2025 ini mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Pengembangan Halal Value Chain untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah”.









