DPRD Jateng Puji Rembug Pembangunan, Pantura dan Pansela Didorong Lebih Seimbang

- Reporter

Senin, 18 Mei 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA – DPRD Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menginisiasi Rembug Pembangunan wilayah Barlingmascakeb. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah selatan dan utara Jawa Tengah, sekaligus menekan ketimpangan kemiskinan dan infrastruktur.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Setya Arinugroho dalam Rembug Pembangunan yang diikuti daerah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo, Senin (18/5/2026).

Setya mengatakan, wilayah selatan Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tantangan berupa kemiskinan dan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini,” kata Setya.

Menurutnya, wilayah selatan Jateng memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Karena itu, pembangunan kawasan selatan dinilai penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi disparitas antarwilayah.

Ia juga menyinggung perkembangan infrastruktur di Jawa Tengah yang disebut semakin membaik. Bahkan, tingkat kemantapan jalan di Jateng disebut telah mencapai sekitar 97 persen dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

“Tetapi kita tahu dinamika media sosial, infrastruktur sering menjadi sorotan dan masyarakat tidak mau tahu kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD menilai wilayah selatan masih menjadi pekerjaan rumah besar karena sejumlah daerahnya memiliki angka kemiskinan yang relatif tinggi.

“Selatan Jateng ini memang memberi kontribusi besar problem kita karena masih di bawah rerata kemiskinan,” kata dia.

Karena itu, DPRD mendorong pengembangan sektor ekonomi berbasis wisata dan ekonomi syariah sebagai strategi mempercepat kesejahteraan masyarakat.

“Potensi pangan dan energi di selatan sangat besar. Maka ekonomi wisata dan syariah harus dikembangkan agar mampu mengurangi kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Setya.

DPRD Jateng juga berharap pembangunan di kawasan Pantura dan Pansela dapat berjalan lebih seimbang melalui kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Canangkan PKK SIGAB untuk Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah duet Wagub Taj Yasin, mengatakan, Rembug Pembangunan digelar untuk menyerap kebutuhan riil dari daerah agar arah pembangunan lebih terintegrasi.

Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya disusun dari atas, melainkan harus melibatkan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi agar program berjalan selaras.

“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug? Harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy kita bersama. Sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas,” kata Luthfi.

Ia menambahkan, karakter wilayah Pantura dan Pansela berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

BANJARNEGARA – DPRD Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menginisiasi Rembug Pembangunan wilayah Barlingmascakeb. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah selatan dan utara Jawa Tengah, sekaligus menekan ketimpangan kemiskinan dan infrastruktur.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, dalam Rembug Pembangunan yang diikuti daerah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo, Senin (18/5/2026).

Setya mengatakan, wilayah selatan Jawa Tengah memiliki potensi besar di sektor pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tantangan berupa kemiskinan dan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini,” kata Setya.

Menurutnya, wilayah selatan Jateng memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Karena itu, pembangunan kawasan selatan dinilai penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi disparitas antarwilayah.

Baca Juga :  Melihat, Mendengar, Bertindak, Tiga Prinsip Kerja ala Ahmad Luthfi dalam Bangun Jateng

Ia juga menyinggung perkembangan infrastruktur di Jawa Tengah yang disebut semakin membaik. Bahkan, tingkat kemantapan jalan di Jateng disebut telah mencapai sekitar 97 persen dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

“Tetapi kita tahu dinamika media sosial, infrastruktur sering menjadi sorotan dan masyarakat tidak mau tahu kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD menilai wilayah selatan masih menjadi pekerjaan rumah besar karena sejumlah daerahnya memiliki angka kemiskinan yang relatif tinggi.

“Selatan Jateng ini memang memberi kontribusi besar problem kita karena masih di bawah rerata kemiskinan,” kata dia.

Karena itu, DPRD mendorong pengembangan sektor ekonomi berbasis wisata dan ekonomi syariah sebagai strategi mempercepat kesejahteraan masyarakat.

“Potensi pangan dan energi di selatan sangat besar. Maka ekonomi wisata dan syariah harus dikembangkan agar mampu mengurangi kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Setya.

DPRD Jateng juga berharap pembangunan di kawasan Pantura dan Pansela dapat berjalan lebih seimbang melalui kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan.

“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan Rembug Pembangunan digelar untuk menyerap kebutuhan riil dari daerah agar arah pembangunan lebih terintegrasi.

Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah tidak bisa hanya disusun dari atas, melainkan harus melibatkan pemerintah desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi agar program berjalan selaras.

“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug? Harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy kita bersama. Sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas,” kata Luthfi.

Ia menambahkan, karakter wilayah Pantura dan Pansela berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.***

Berita Terkait

Bukan Sekadar Bantuan, Jateng Uji Model Pemberdayaan Pemuda untuk Atasi Kemiskinan
Alunan Biola Antea Hidupkan Kembali Warisan WR Soepratman
HUT ke-81 Jateng, Dari Harapan Warga hingga Capaian Pembangunan
Rayakan Hari Jadi ke-81, Jateng Pilih Sederhana dan Peduli NTT
545 Hari Memimpin Jateng, Luthfi Tegaskan Masyarakat adalah Penggerak Utama Pembangunan
Persiapan MTQ Nasional ke-31 Capai 90 Persen, Jateng Siapkan 6.180 Personel
Gus Yasin Beri Semangat Korban Bullying di Kebumen, Fasilitasi Pindah Sekolah
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Bukan Sekadar Bantuan, Jateng Uji Model Pemberdayaan Pemuda untuk Atasi Kemiskinan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Alunan Biola Antea Hidupkan Kembali Warisan WR Soepratman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:48 WIB

HUT ke-81 Jateng, Dari Harapan Warga hingga Capaian Pembangunan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Rayakan Hari Jadi ke-81, Jateng Pilih Sederhana dan Peduli NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:21 WIB

545 Hari Memimpin Jateng, Luthfi Tegaskan Masyarakat adalah Penggerak Utama Pembangunan

Berita Terbaru

Daerah

Alunan Biola Antea Hidupkan Kembali Warisan WR Soepratman

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:55 WIB