Gerakan Pangan Murah Jateng Jadi Penyelamat Warga, Sudah Digelar 794 Kali

- Reporter

Senin, 18 Mei 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga kini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Hingga pertengahan Mei 2026, program intervensi pangan itu telah digelar sebanyak 794 kali dengan omzet mencapai Rp 15,1 miliar.

Di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026), ribuan kebutuhan pokok ludes diserbu warga karena dijual lebih murah dibanding harga pasaran.

Sejak pagi, halaman Kantor Desa Gumiwang dipadati masyarakat yang berburu beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai dengan harga terjangkau. Kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di lokasi turut menjadi perhatian warga.

Salah seorang warga, Parmiati, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan pangan murah tersebut. Ia membeli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang jauh lebih ringan dibanding harga pasar.

“Ini beli beras sama tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur. Harganya lebih murah daripada di pasaran. Sangat membantu warga kecil seperti saya,” ujar Parmiati.

Sebagai ibu rumah tangga dengan penghasilan suami yang tidak menentu karena bekerja sistem borongan di gudang jagung, ia merasa program tersebut sangat meringankan beban ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Dubes Prancis: Jawa Tengah Jadi Provinsi Prioritas Investasi dan Kolaborasi

“Pendapatan suami tidak tentu. Kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya belanja ke pasar, harganya beda, jadi membantu sekali,” katanya sambil menunjukkan barang belanjaannya.

Gubernur Ahmad Luthfi yang duet memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin, mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting di tengah gejolak ekonomi global dan potensi inflasi pangan.

Menurutnya, sejumlah komoditas memang mengalami fluktuasi harga, salah satunya minyak goreng, meski masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). Karena itu, pemerintah melakukan intervensi melalui subsidi dan distribusi pangan murah.

“Dengan GPM ini harapannya dapat memenuhi keterjangkauan masyarakat karena ada subsidi dari kita, misal beras, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya. Ini untuk menjaga agar kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap terpenuhi,” kata Luthfi didampingi Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana.

Pada kegiatan tersebut, total komoditas yang dijual mencapai Rp 121 juta. Rinciannya meliputi beras 5 ton, minyak goreng 1.000 liter, telur 500 kilogram, gula pasir 200 kilogram, bawang merah 200 kilogram, bawang putih 200 kilogram, serta cabai rawit merah dan cabai merah keriting masing-masing 50 kilogram.

Baca Juga :  BPS: Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,37 Persen, Tertinggi Kedua di Pulau Jawa

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan, intensitas pelaksanaan GPM akan terus ditingkatkan menyesuaikan kondisi kerawanan pangan dan gejolak harga di daerah.

“Ini untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat agar dapat mengakses pangan lebih murah. Kemarin minyak goreng sempat naik, lalu kami lakukan intervensi bersama Bulog dan instansi terkait untuk menstabilkan harga,” ujarnya.

Bupati Amalia menambahkan, program tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

“Kegiatan ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Selain gerakan pangan murah, dalam kesempatan itu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Bantuan yang diberikan berupa 2 ton beras dan 400 kilogram beras sorgum untuk 200 keluarga, serta 200 kilogram beras Fortivit bagi 100 orang tua yang memiliki balita rawan stunting.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi Siapkan Revitalisasi Pasar Wage, Eks Kebakaran Jadi Prioritas
6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, Tertinggi Secara Nasional
Panen Jagung Serentak di Boyolali, Pemprov Jateng Dukung Program Pangan Polri
Perempuan Binaan PNM Mekaar Berhasil Wujudkan Usaha Mandiri dan Prestasi Nasional
BULOG Bantu Petani Sambirejo Sragen Perluas Budidaya Kedelai Unggul
Sekda Jateng Tegaskan RTRW LP2B Segera Dikunci, Pelanggar Kena Sanksi
Kolaborasi BRI–Polda Jateng, Ratusan Personel Dibimbing Jadi Wirausahawan Usai Pensiun
CJIBF 2026 Langsung Catat Potensi Investasi Rp 16 Triliun di Hari Pertama

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:45 WIB

Gerakan Pangan Murah Jateng Jadi Penyelamat Warga, Sudah Digelar 794 Kali

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:20 WIB

6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Beroperasi, Tertinggi Secara Nasional

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:03 WIB

Panen Jagung Serentak di Boyolali, Pemprov Jateng Dukung Program Pangan Polri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:29 WIB

Perempuan Binaan PNM Mekaar Berhasil Wujudkan Usaha Mandiri dan Prestasi Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:35 WIB

BULOG Bantu Petani Sambirejo Sragen Perluas Budidaya Kedelai Unggul

Berita Terbaru