Ribuan Pelari Mancanegara Ramaikan Red Dress Run di Kota Magelang

- Reporter

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG — Ribuan pelari dengan kostum warna merah menciptakan pemandangan tak biasa di sudut-sudut jalanan Kota Magelang, Jumat, 8 Meri 2026 sore.

Dengan iringan gamelan, atraksi barongan, dan sambutan hangat warga di sepanjang jalan, gelaran Red Dress Run pada ajang Prambanan Mendut Interhash 2026 itu menghadirkan perpaduan unik antara olahraga, budaya, dan pariwisata.

Sebanyak 2.943 orang peserta dari 44 negara ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka memulai perjalanan dari eks Gedung Bakorwil Magelang menuju Gedung Tri Bhakti sejauh sekitar tiga kilometer.

Berbeda dari ajang lari pada umumnya, banyak peserta tampil santai dengan mengenakan gaun merah mencolok, baik laki-laki maupun perempuan. Perjalannya tidak sepenuhnya lari, tak jarang mereka berjalan sembari menikmati suasana kota. Perjalanan mereka juga disambut antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute.

Di sejumlah titik cheering point, berbagai pertunjukan seni khas Jawa Tengah ditampilkan, mulai dari Dayakan Topeng Ireng, barongan, tarian tradisional, barongsai, hingga alunan gamelan yang memperkuat nuansa lokal.

Kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi medium memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah kepada ribuan tamu mancanegara.

Baca Juga :  Jateng Siap Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Olahraga Nasional

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin,
mengatakan, keberhasilan Jawa Tengah menjadi tuan rumah Prambanan Mendut Interhash 2026 menjadi momentum penting untuk menguatkan posisi daerah sebagai destinasi utama sport tourism dunia.

Menurutnya, kehadiran hampir tiga ribu peserta dari puluhan negara memberi dampak nyata, baik bagi promosi pariwisata maupun pergerakan ekonomi lokal.

“Ini bagian dari pengembangan sport tourism di Jawa Tengah. Dampaknya dari sisi ekonomi tentu luar biasa bagi Magelang. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana mempromosikan pola hidup sehat,” kata Sumarno yang juga ambil bagian menjadi peserta dalam gelaran tersebut.

Ia menilai, antusiasme warga yang menyambut peserta di sepanjang jalur menjadi bukti bahwa event berbasis komunitas seperti Interhash mampu membangun keterlibatan publik secara luas.

“Harapannya masyarakat ikut terdorong gemar berolahraga. Kesehatan tidak bisa dibangun tanpa aktivitas, dan olahraga adalah salah satu caranya,” ujarnya.

Sumarno menambahkan, Interhash bukan pengalaman baru bagi Jawa Tengah. Provinsi ini pernah menjadi tuan rumah kegiatan serupa pada masa Gubernur Bibit Waluyo.

Baca Juga :  Diresmikan, Unity Sport Center Semarang Siap Cetak Atlit Tenis Berkelas

Kembalinya event internasional ini, menurut dia, menegaskan kawasan Borobudur-Prambanan tetap memiliki daya tarik kuat di mata komunitas olahraga dunia.

Salah satu peserta asal Belanda, Xania Blaire (32), mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti Red Dress Run di Magelang.

Ia menyebut keramahan masyarakat serta keterlibatan anak-anak sekolah di sepanjang jalur memberi kesan mendalam.

“My experience, ini bagus sekali. Ada banyak anak-anak di sini, dan mereka pintar berbahasa Inggris,” ujarnya.

Xania mengaku sengaja menghabiskan enam hari untuk mengikuti rangkaian acara Interhash, sebagai bagian dari perjalanan liburannya selama satu bulan di Indonesia.

Interhash sendiri merupakan kegiatan olahraga nonkompetitif yang memadukan jalan santai, lari ringan, petualangan, dan interaksi sosial. Fokus utamanya bukan kecepatan, melainkan kebersamaan serta pengalaman menikmati suasana kota maupun alam.

Setelah kegiatan di Kota Magelang, rangkaian Prambanan Mendut Interhash 2026 akan berlanjut pada 9-10 Mei di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, serta kawasan Candi Plaosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.*

Berita Terkait

KONI Jateng Siapkan Si Sakti, Informasi Porprov Tersaji Transparan dan Real-Time
Borobudur Marathon 2026 Tambah Kuota Jadi 12.500 Pelari, Bidik Perputaran Ekonomi Tembus Rp100 Miliar
Gubernur Ahmad Luthfi Optimistis Kejurnas Tinju Lahirkan Bibit Juara Baru Jawa Tengah
Menembus Gua hingga Pantai, Kebumen Geopark Trail Run Suguhkan Pengalaman Trail Run yang Berbeda
Bersama Putranya, Ahmad Luthfi Tunjukkan Inklusivitas Nyata di Soekarno Run 2026
Gubernur Jateng Cup Taekwondo Pecahkan Antusiasme, Hampir 3.000 Atlet Berlaga
Dieng Caldera Race 2026 Catat Lonjakan Peserta Asing dan Dampak Ekonomi
PSMTI Walk & Run Perdana Meriah, Gus Yasin Dorong Budaya Hidup Sehat

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

KONI Jateng Siapkan Si Sakti, Informasi Porprov Tersaji Transparan dan Real-Time

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:40 WIB

Borobudur Marathon 2026 Tambah Kuota Jadi 12.500 Pelari, Bidik Perputaran Ekonomi Tembus Rp100 Miliar

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:13 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Optimistis Kejurnas Tinju Lahirkan Bibit Juara Baru Jawa Tengah

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menembus Gua hingga Pantai, Kebumen Geopark Trail Run Suguhkan Pengalaman Trail Run yang Berbeda

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:27 WIB

Bersama Putranya, Ahmad Luthfi Tunjukkan Inklusivitas Nyata di Soekarno Run 2026

Berita Terbaru