Dieng Ditetapkan Geopark Nasional, Taj Yasin Dorong Konservasi dan Penelitian

- Reporter

Rabu, 24 September 2025 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menginginkan Kawasan Dataran Tinggi Dieng terus dikembangkan menjadi wilayah pertanian, pariwisata, pendidikan/penelitian, hingga konservasi. Terlebih Dieng telah ditetapkan menjadi Geopark oleh Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) melalui surat keputusan dengan nomor 172.K.GL.01.MEM.G.2025.

Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menerima penyerahan Sertifikat Salinan dan Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Dieng, oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, di kompleks Kantor Gubernur Jateng Semarang, Rabu 24 September 2025.

“Penetapan Geopark ini, tentu berbicara tentang potensi pariwisata, dan alam. Akan tetapi juga harus dijadikan daerah untuk sarana pendidikan atau penelitian. Tujuannya agar Dieng ini bisa kita jaga bersama-sama,” ucapnya.

Menurutnya, setelah kawasan ditetapkan menjadi geopark, berpotensi mendatangkan para peneliti baik dalam negeri dan mancanegara. Dengan begitu, hasilnya bisa menjadi kajian untuk konservasi.

Dalam merawat ekosistem, kata Taj Yasin, menjadi penting. Untuk itu penelitian dan konservasi yang melibatkan dunia pendidikan dan pegiat lingkungan, serta masyarakat umum harus punya andil.

Dari sisi pariwisata, dikatakannya, Dieng yang berada di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo memiliki warisan kebudayaan benda maupun tak benda. Contohnya, secara benda ada peninggalan candi, lalu tak benda ada tradisi pemotongan rambut gimbal pada anak-anak.

Baca Juga :  PNM Raih Apresiasi Top Company in Ultra Micro Finance for Women Empowerment

“Dari sisi pariwisata, kebudayaan bisa didorong. Sehingga pertumbuhan ekonomi, pendapatan, kesejahteraan masyarakat yang ada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng ini lebih meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, dia meminta Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara untuk berkolaborasi mengembangkan potensi wilayah Dieng bersama. Tentunya sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dengan begitu pendapatan wilayah bisa kembali untuk pembangunan daerah.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, mengatakan, penetapan geopark oleh kementeriannya menjadi modal awal untuk membangun pengelolaan Dieng yang lebih baik, profesional dan berkelanjutan.

Geopark Nasional Dieng harus dijadikan acuan dalam arahan pemanfaatan ruang dan perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.
Pengelolanya pun harus dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan perundang-undangan dengan mengutamakan prinsip-prinsip akuntabilitas.

“Sehingga pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta pemerintah daerah akan selalu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaannya,” katanya.

Kata dia, kedepannya Dataran Tinggi Dieng juga diharapkan bisa diakui sebagai geopark oleh Unesco Global Geopark (UGG). Salah satu tahapan kuncinya yakni penetapan taman bumi nasional yang bertujuan untuk mewujudkan pelestarian melalui konservasi pendidikan. Kemudian pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Wagub Jateng Pastikan Proses Huntara Sirampog Berjalan Cepat dan Aman

Untuk itu, kata dia, pentingnya pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Seperti pemeliharaan geosite dan biosite yang ada, kebudayaan serta lainnya. Kementerian ESDM dan lintas instansi, akan melakukan langkah-langkah dan mendampingi Pemerintah Provinsi Jateng supaya Dieng bisa mendapat status Geopark dari Unesco.

Dikatakannya, Dieng memiliki kekayaan alam mencakup 23 situs warisan geologi atau seperti Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan juga kerucut vulkanik Sikunir. Selain itu terdapat 8 situs karagaman hayati atau biosite, termasuk Taman Wisata Alam Telago Warna, Gunung Prau, serta kekhasan lokal seperti Domba Wonosobo dan juga Domba Batur.

Selanjutnya juga terdapat 9 situs keragaman budaya, yang meliputi Kompleks Candi Arjuna, dan rumah khas Dieng, serta warisan tak benda seperti tradisi ruwatan rambut gimbal dan juga Tari Topeng Lengger.

Penetapan Dieng sebagai Geopark Nasional selaras dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi-Taj Yasin dalam membangun Jawa Tengah, diantaranya mengembangkan wisata, pendidikan, dan menjaga kelestarian lingkungan. Wilayah Dieng akan semakin maju sebagai daerah berdaya yang menjadi pondasi program Kecamatan Berdaya. #Ahmadluthfi#tajyasin

Berita Terkait

Taj Yasin: TMMD Hadirkan Jalan Ekonomi hingga Pelayanan Kesehatan bagi Warga Desa
Wagub Taj Yasin Dukung Pemanfaatan 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Tinjau RTLH di Kebumen, Taj Yasin Pastikan Bantuan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Taj Yasin Dorong Pesantren Jateng Go Internasional Lewat Kerja Sama dengan Malaka
Pelayanan Publik Jadi Prioritas, Luthfi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati
Pedagang Raup Omzet Berlipat di Haul Akbar Al Marom, Gus Yasin: Ini Berkah untuk Semua
Kolaborasi Hotel dan Seniman, Seblak Sampur X Perkuat Wisata Berbasis Budaya di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Sesuaikan Jam Kerja ASN agar Ayah Bisa Antar Anak ke Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:12 WIB

Taj Yasin: TMMD Hadirkan Jalan Ekonomi hingga Pelayanan Kesehatan bagi Warga Desa

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:08 WIB

Wagub Taj Yasin Dukung Pemanfaatan 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:28 WIB

Tinjau RTLH di Kebumen, Taj Yasin Pastikan Bantuan Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:11 WIB

Taj Yasin Dorong Pesantren Jateng Go Internasional Lewat Kerja Sama dengan Malaka

Senin, 13 Juli 2026 - 14:32 WIB

Pelayanan Publik Jadi Prioritas, Luthfi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati

Berita Terbaru