Dalam Business Forum Joint Convention Semarang 2025, PT Surveyor Indonesia Tegaskan Komitmen Dukung TKDN

- Reporter

Kamis, 3 Juli 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- BOOTH PTSI- Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Services PT Surveyor Indonesia (PTSI), Sarjuni Adicahya (kiri), berbincang interaktif dengan pengunjung booth PTSI dalam gelaran Joint Convention Semarang (JCS) 2025, di Padma Hotel Semarang, Kamis (3/7/2025). Foto : ist/metrojateng.id

- BOOTH PTSI- Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Services PT Surveyor Indonesia (PTSI), Sarjuni Adicahya (kiri), berbincang interaktif dengan pengunjung booth PTSI dalam gelaran Joint Convention Semarang (JCS) 2025, di Padma Hotel Semarang, Kamis (3/7/2025). Foto : ist/metrojateng.id

SEMARANG- PT Surveyor Indonesia (PTSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan industri nasional melalui penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dalam gelaran Joint Convention Semarang (JCS) 2025 yang resmi digelar di Padma Hotel Semarang, Selasa – Kamis (1-3/7/2025).

Tidak hanya hadir pada seremoni pembukaan, PTSI juga berpartisipasi aktif dalam sesi Business Forum yang menjadi bagian penting dari rangkaian JCS 2025. Dalam forum tersebut, PTSI diwakili oleh Sarjuni Adicahya, Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Services, yang memaparkan peran strategis PTSI sebagai lembaga verifikator TKDN yang telah diakreditasi.

“TKDN bukan hanya alat pengendali impor, melainkan strategi keberimbangan yang memperkuat industri dalam negeri sambil membuka ruang untuk kolaborasi teknologi dengan pihak luar,” ujar Sarjuni dalam sesi tersebut.

Baca Juga :  Pakai Pinang Dana Talangan, Saldo BRILink Nur Hidayah Tak Pernah Surut

Menurutnya, produk luar negeri tetap dapat masuk pasar Indonesia, namun produk lokal dengan nilai TKDN tinggi mendapat prioritas khusus dalam pengadaan pemerintah.

Dalam pemaparannya, Sarjuni juga menjelaskan proses penilaian TKDN yang tidak bisa ditentukan sepihak oleh produsen.

“Penilaian dilakukan melalui verifikasi oleh lembaga independen seperti PTSI dan disahkan oleh Kementerian Perindustrian. Ini menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam perhitungan nilai kandungan lokal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, PTSI menyoroti pentingnya peningkatan daya saing industri lokal untuk menghadapi persaingan dari negara-negara seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang. Sarjuni menekankan TKDN adalah instrumen strategis untuk memberikan ruang tumbuh bagi industri nasional melalui peningkatan kualitas, efisiensi, serta inovasi produk.

Baca Juga :  Jateng Pimpin Penyaluran KUR Perumahan Nasional, Ribuan MBR Kini Lebih Mudah Miliki Rumah

Menanggapi tantangan bonus demografi di Indonesia, PTSI juga mendorong generasi muda untuk mengembangkan keterampilan teknis di bidang otomasi, energi, manufaktur, serta kemampuan adaptasi terhadap standar internasional dan teknologi digital.

“TKDN membuka lapangan kerja, tapi pemuda harus siap dengan skill yang relevan agar bisa mengambil peluang dari tumbuhnya industri lokal,” ujarnya.

Sementara, kehadiran PTSI di JCS 2025 sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku industri dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan serta kemandirian industri dalam negeri.(**)

Berita Terkait

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha
Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW
Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha
Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal
GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra
Potong Tumpeng HUT ke-27 SP PLN, Abrar Ali Tegaskan Perjuangan Hak Pekerja
Abrar Ali Kukuhkan Pengurus SP PLN UID Yogyakarta, Tekankan Komunikasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng, Pemerintah Siapkan Ekosistem Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pengeboran Panas Bumi Gunung Ungaran Ditargetkan Akhir 2028, Potensi 55 MW

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Bantu Keluarga Keluar dari Kemiskinan, PKK-Baznas Jateng Beri Pelatihan Usaha

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Transportasi Jateng Bertransformasi, Taksi Listrik Jadi Langkah Awal

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

GRANDE 2027 “Tahta Pesona Raya”, Ethica Group Perkuat Tren Sarimbit dan Jaringan Mitra

Berita Terbaru