Dorong Investasi BI dan Pemprov Jateng Gelar CJBIF, Semester I/2025 Investasi Capai Rp 21 Triliun

- Reporter

Senin, 5 Mei 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dorong investasi di Jawa Tengah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama  pemerintah provinsi Jawa Tengah  menggelar  Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan  UMKM Gayeng 2025 dengan mengangkat tema “Central Java Rising: Connecting Heritage, Business, and Investment for Green & Sustainable Growth”.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, investasi menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong ekonomi Jawa Tengah. Tahun 2024 perekonomian Jawa Tengah tumbuh 4,95%.  Dalam pertumbuhan ekonomi ini, nvestasi menjadi kontributor utama dengan pangsa pasar produk domestik regional bruto mencapai  30,53% dan mencatatkan pertumbuhan 6,55%.

“Dari  pertumbuhan produk regional bruto sektor industri manufaktur menjadi penyumbang tertinggi yakni mencapa 46 persen yang didominasi industri makanan dan minuman  ,”  tuturnya dalam pembukaan CJBIF  di Hotel Tentrem Semarang, Senin (5/5/2025).

Ditambahkan dalam CJBIF ini ada 16 Letterof Intent (LoI) yang ditandatangi dengan nilai investasi. Sedangkan untuk proyeknya cukup banyak ada sekitar 13 proyek. Misalnya teh Tambi senilai USD 600.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakinah Rosellasari melalui Sekertaris DPMPTSP Nency Widyarahayu, menyampaikan Investasi yang masuk di Jawa Tengah hingga triwulan I tahun 2025 sudah mencapai Rp21,848 triliun atau 27,89% dari target tahun 2025 senilai 78,33 triliun. Dari jumlah tersebut, sudah ada 20.431 proyek yang mampu menyerap 97.550 tenaga kerja.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Dorong Percepatan Program APBD Usai Evaluasi Triwulan I

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, dari Rp21,848 triliun nilai investasi yang masuk, terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp14,08 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp7,26 triliun.

Investasi PMA ini didominasi sektor padat karya seperti alas kaki senilai Rp2,45 triliunatau 17,40%, disusul industri  tekstil Rp 2,39 triliun atau 16,97%, kemudian sektor plastik, dan karet. Untuk PMDN investasi tertinggi pada sektor kawasan industri, perkantoran, dan sektor makanan.

PAMERAN – UMKM binaan BI Jateng memamerkan hasil produksi yang makin nenarik di pameran UMKM Gayeng yang diinisi Bi Jateng di Paragon Mal Semarang. (tya)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan investasi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng.  Ini penting agar pengembangan investasi berjalan baik, bahkan investasi di Jateng saat ini sedang galak-galaknya, mengingat Jateng memberikan banyak kemudahan mulai dari keamanan, perijinan dan lainnya sudah menjadi jaminan untuk para investor

“Investasi ini betul-betul menjadi hal yang sangat luar biasa. Ini dalam rangka mengembangkan Jawa Tengah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Opening Ceremony Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Puncak Kegiatan UMKM Gayeng 2025 di Ballroom Hotel Tentrem.

Luthfi menjelaskan, kegiatan CJIBF berperan penting dalam mendongkrak investasi di Jawa Tengah. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga :  BRI Life Serahkan Klaim Asuransi kepada Ahli Waris Nasabah di Slawi

“Forum tahunan tersebut tidak hanya pertemuan business to business, tetapi juga meliputi diskusi. Beberapa perusahaan bahkan sudah agreement, tanda tangan kerja sama antarperusahaan dan antarwilayah, bahkan antarnegara, dalam rangka mengembangkan investasi di Jawa Tengah,” jelasnya.

Dikatakan dia, pemerintah provinsi Jateng memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan investasi di daerahnya, meliputi daya saing daerah, infrastruktur memadai, tenaga kerja kompetitif, dan sistem perizinan berbasis elektronik yang terintegrasi. Daya saing infrastruktur di Jawa Tengah meliputi jalan tol Semarang-Demak dan Trans Jawa, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Intan Cilacap.

Kemudian jalur kereta api yang menghubungkan kota-kota utama. Selanjutnya kembalinya Bandara Ahmad Yani sebagai bandara internasional, serta adanya bandara lain seperti Adi Soemarmo dan bandara-bandara lokal.

Selain itu juga Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) 2025 yang kompetitif, ketersedian kawaan industri seperti KEK Kendal seluas 1.000 hektare, KEK Industropolis Batang 4.300 hektare, Kawasan Industri Wijayakusuma (Semarang) 250 hektare, Batang Industrial Park 287 hektare, Jatengland Industrial Park Sayung (Demak) 300 hektare. (*)

Berita Terkait

BRI BO Pattimura Perkuat Kerja Sama dengan RS Panti Wilasa Citarum
Kolaborasi Lintas Sektor Antar Jateng Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026
BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton
Tak Cukup Bangun Gedung, Koperasi Merah Putih di Jateng Dituntut Hidupkan Ekonomi Desa
The People’s Cafe Hadirkan Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi, Persahabatan Kini Bisa Dicicipi
Pengadaan Beras BULOG Pecahkan Rekor, Jateng Serap 406 Ribu Ton
Ahmad Luthfi Perkuat Kolaborasi BPKP, Pengelolaan Anggaran Harus Efektif
BULOG Jateng Salurkan 32 Ribu Ton Jagung Pakan, Harga SPHP Rp 5.000 per Kilogram
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:12 WIB

BRI BO Pattimura Perkuat Kerja Sama dengan RS Panti Wilasa Citarum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Antar Jateng Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:42 WIB

BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Cukup Bangun Gedung, Koperasi Merah Putih di Jateng Dituntut Hidupkan Ekonomi Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

The People’s Cafe Hadirkan Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi, Persahabatan Kini Bisa Dicicipi

Berita Terbaru