BANYUMAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan KANG JALAL (Tukang Jagal Halal) Banyumas menggelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban di Gedung Gurinda, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.
Pelatihan untuk menyukseskan program sertifikasi halal yang menjadi prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu, menghadirkan narasumber dari kalangan kyai dan praktisi penyembelihan halal di Banyumas. Materi yang diberikan meliputi pemahaman syariat fikih penyembelihan, pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan, standar alat penyembelihan, hingga praktik langsung sesuai tata cara syariat Islam.
Materi fikih penyembelihan disampaikan oleh Ketua Santri Gayeng Nusantara (SGN) Banyumas, Kyai Mukti Wibowo. Dia menekankan pentingnya pemahaman syariat sebagai dasar utama dalam menjamin kehalalan hasil sembelihan.
“Pemahaman fikih yang benar adalah pondasi utama agar produk yang dihasilkan sah secara agama dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujar Kyai Mukti.
Sementara itu, Kyai Fauzan Aziz memberikan materi terkait pemeriksaan fisik dan kesiapan hewan sebelum disembelih, termasuk standar kesehatan, usia, dan kelayakan hewan kurban. Adapun materi mengenai persiapan alat penyembelihan disampaikan oleh Kyai Mujiburrahman.
Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung penyembelihan hewan yang didampingi mentor berpengalaman, Zainal Arifin. Dalam sesi tersebut, peserta diarahkan untuk memahami teknik penyembelihan yang benar, aman, serta memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.
Sekretaris BAZNAS Kabupaten Banyumas, Achmad Farisi Aziz, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan pemahaman masyarakat terkait penyembelihan hewan yang sesuai syariat.
“Pelatihan ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga upaya bersama untuk meningkatkan jaminan kualitas hasil penyembelihan agar benar-benar sesuai ketentuan agama,” katanya.
Ia juga menyoroti masih adanya persoalan di lapangan terkait proses penyembelihan hewan kurban maupun hewan konsumsi sehari-hari yang dinilai memerlukan perhatian serius, baik dari aspek fikih, kebersihan, maupun kesehatan lingkungan.
“Jaminan kehalalan pada daging konsumsi sehari-hari masih sangat rawan. Karena itu diperlukan edukasi dan standar yang lebih baik agar proses penyembelihan benar-benar memenuhi syariat serta aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Kyai Mukti Wibowo, menambahkan, jaminan kehalalan harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan.
“Kehalalan menjadi jaminan penting agar masyarakat memperoleh produk pangan yang aman dan tidak memiliki cacat hukum secara syariat,” ujarnya.
Upaya peningkatan standar penyembelihan halal tersebut juga sejalan dengan visi Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Panglima Santri Gayeng Nusantara, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Menurutnya, isu kehalalan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan kualitas serta keabsahan produk yang dikonsumsi masyarakat.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh di wilayah masing-masing, sehingga budaya penyembelihan hewan yang halal, sehat, bersih, dan sesuai standar semakin berkembang di Kabupaten Banyumas.***









