Bank Mandiri Raih Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi Nasional

- Reporter

Selasa, 21 April 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional, Bank Mandiri tetap mampu menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang solid pada kuartal I 2026.

Bank berkode emiten BMRI ini mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara year on year (YoY), dengan profitabilitas yang terjaga kokoh tercermin dari Return on Equity (ROE) di level 22,1 persen, serta fondasi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 19,7 persen. Posisi ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan, kinerja ini merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang dijalankan secara terarah dan berdampak. “Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital. Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Riduan dikutip dari Public Expose Kuartal I-2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Selasa (21/4).

Kinerja intermediasi Bank Mandiri pada kuartal I 2026 menunjukkan akselerasi yang konsisten di atas rata-rata industri di seluruh indikator utama. Dari sisi penyaluran kredit, penyaluran per Maret 2026 tercatat sebesar Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen YoY, di atas rata-rata industri yang tumbuh 9,37 persen YoY (data OJK per Februari 2026). Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 13,2 persen pada periode yang sama. Struktur pendanaan juga semakin kuat, tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7 persen YoY. Sementara itu, produktivitas operasional semakin baik, tercermin dari perbaikan rasio BOPO ke level 58,0 persen atau membaik 3,48 persen YoY.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri M. Rizaldi menjelaskan, seluruh ekspansi bisnis ini secara konsisten diimbangi dengan pengelolaan kualitas aset yang disiplin, dengan NPL Gross bank only terjaga di level 0,98 persen atau membaik 3 bps YoY, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17 persen, didukung pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage Ratio di level 245 persen.

Baca Juga :  Setahun Luthfi–Yasin Nahkodai Jateng, Ekonomi Tumbuh 5,37 Persen dan Investasi Melonjak

Bank Mandiri Pertegas Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara aktif berperan mendukung berbagai program prioritas nasional yang berdampak langsung pada sektor riil dan masyarakat luas, mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program 3 Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam penyaluran KUR, Bank Mandiri mencatatkan realisasi sebesar Rp11 triliun hingga kuartal I 2026, menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan layanan Virtual Account Bank Mandiri untuk memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel.

Dukungan terhadap pemerataan kesejahteraan juga diwujudkan melalui pembiayaan sekitar 2.300 unit hunian dalam Program 3 Juta Rumah (FLPP), sementara di tingkat desa, Bank Mandiri mendukung aspirasi sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan.

“Bank Mandiri secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program nasional berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ujar Riduan.

Penguatan Ekosistem Digital Dorong Perluasan Dukungan UMKM seluruh penjuru negeri

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan, kapabilitas digital Bank Mandiri yang terus tumbuh menjadi fondasi utama dalam memperluas sinergi ekosistem dan menjangkau seluruh lapisan ekonomi nasional melalui tiga platform utama yang melayani segmen individu, bisnis, dan digitalisasi UMKM.

Livin’ by Mandiri kini digunakan oleh sekitar 39 juta pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen YoY, dengan rata-rata akuisisi sekitar 27 ribu pengguna baru setiap harinya, serta frekuensi transaksi yang tumbuh 13 persen YoY ke angka 1,24 miliar transaksi. Bank Mandiri juga menghadirkan Livin’ Call, layanan call center bebas pulsa yang terintegrasi di aplikasi Livin’ by Mandiri, tersedia 24 jam sehari, 7 hari penuh, termasuk saat diakses dari luar negeri tanpa biaya sambungan internasional.

Pada segmen bisnis, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 335 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 27 persen YoY, di mana 85 persen merupakan pelaku UMKM, dengan frekuensi transaksi tumbuh 13 persen YoY ke angka 395 juta transaksi. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi.

Sementara itu, Livin’ Merchant terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendorong digitalisasi UMKM. Platform ini telah digunakan oleh 3,3 juta merchant terdaftar atau tumbuh 28 persen YoY, di mana 63 persen di antaranya berasal dari kawasan non-urban. Hal ini menegaskan komitmen Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan digital hingga ke berbagai daerah.

Baca Juga :  Sambut Lebaran Indosat Perkuat Jaringan dengan AI

“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk Bank Mandiri dapat menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien secara operasional, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita.

Peran ESG Diperkuat sebagai Penggerak Pertumbuhan Berkelanjutan

Bank Mandiri mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi dan proses bisnis melalui tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menjelaskan, pada pilar Sustainable Banking, portofolio pembiayaan berkelanjutan per Maret 2026 tercatat sebesar Rp320 triliun, tumbuh 8,8 persen YoY, terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun yang meningkat 12,6 persen YoY serta portofolio sosial sebesar Rp153 triliun naik 5,1 persen secara tahunan, mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan pangsa di atas 35 persen di antara tiga bank besar nasional.

Pada kuartal ini, perseroan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati. Sejalan dengan ketentuan POJK yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri juga terus memperkuat sisi pendanaan, yang tercermin dari alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, masing-masing sebesar 72 persen untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28 persen untuk transportasi ramah lingkungan.

Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri menurunkan emisi operasional melalui penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan panel surya, serta penyediaan charging station. Perseroan juga mulai menghitung emisi Scope 3 dari perjalanan dinas dan penggunaan kertas, serta didukung digital carbon tracking untuk pemantauan emisi yang lebih terukur.

Pada pilar Sustainability Beyond Banking, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin’ Merchant dan program TJSL, disertai dengan penerbitan Laporan Keberlanjutan 2025 sesuai standar pelaporan global. Komitmen ini diperkuat dengan rencana peluncuran Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel melalui fitur Livin’ Planet, bekerjasama dengan IDX Carbon.

“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis kedepannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Henry.***

Berita Terkait

Bulog Jateng Kenalkan Proses dari Gabah hingga Distribusi Beras ke Siswa SMAN 1 Semarang
Jateng Integrasikan Tiga Kawasan Wisata dalam Satu Ekosistem
Karyawan AXA Mandiri dan Pemprov DKI Jakarta Gaungkan Gerakan Kelola Sampah dan Literasi Keuangan Masyarakat
Luthfi Dorong Hipmi Ciptakan Peluang Baru di Tengah Tekanan Global
Waka DPRD Jateng Dorong Inovasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal
Gus Yasin Ajak HIPKA Jateng Perkuat Ekonomi Syariah Berbasis Kolaborasi
Koperasi Merah Putih di Jateng Progresif, Heri Londo Minta Pemda Lakukan Pendampingan
Tarik Investor, Ahmad Luthfi Perkuat Kepastian Hukum dan Keamanan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:37 WIB

Bulog Jateng Kenalkan Proses dari Gabah hingga Distribusi Beras ke Siswa SMAN 1 Semarang

Selasa, 21 April 2026 - 17:39 WIB

Bank Mandiri Raih Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 09:11 WIB

Jateng Integrasikan Tiga Kawasan Wisata dalam Satu Ekosistem

Senin, 20 April 2026 - 17:23 WIB

Karyawan AXA Mandiri dan Pemprov DKI Jakarta Gaungkan Gerakan Kelola Sampah dan Literasi Keuangan Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 19:23 WIB

Luthfi Dorong Hipmi Ciptakan Peluang Baru di Tengah Tekanan Global

Berita Terbaru

Bisnis

Jateng Integrasikan Tiga Kawasan Wisata dalam Satu Ekosistem

Selasa, 21 Apr 2026 - 09:11 WIB