Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, BPD Diminta Perbesar Dukungan bagi UMKM

- Reporter

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di tengah tekanan fiskal yang semakin ketat, Bank Pembangunan Daerah (BPD) diharapkan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah, terutama dengan memperluas serta mempermudah pembiayaan dan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peran BPD dinilai strategis seiring terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah. Sektor perbankan daerah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (3/6/2026).

Dalam forum tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang duet Wagub Taj Yasin, mengatakan, keberadaan BPD harus mampu menjawab kebutuhan pembiayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Di Jawa Tengah, kata Gubernur, terdapat sekitar 4,2 juta pelaku UMKM mikro dan kecil. Sebagian besar atau sekitar 3,2 juta di antaranya merupakan usaha mikro yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: KUR Rp 361,36 Triliun Disalurkan untuk UMKM Jateng, Dorong Ekonomi Mikro Tumbuh

Akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga terjangkau dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat usaha masyarakat sekaligus mencegah mereka bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.

Selain memperluas pembiayaan UMKM, penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga dianggap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“BUMD harus lebih aktif menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga komoditas strategis, terutama yang kerap mengalami gejolak pasokan dan harga,” kata Ahmad Luthfi.

Diungkapkan, komoditas seperti bawang merah dan cabai menjadi contoh sektor yang membutuhkan intervensi lebih kuat, melalui sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia.

Menurut Luthfi, upaya memperkuat ekonomi daerah juga membutuhkan pendekatan kolaboratif. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media massa, BUMD, dan sektor perbankan perlu bergerak bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara terukur dan berbasis kebutuhan wilayah.

“Seluruh potensi masyarakat harus kita rangkul untuk ikut menyelesaikan masalah di Jawa Tengah,” ungkap Luthfi.

Baca Juga :  PLN UP3 Magelang Gelar Apel Siaga Ramadhan dan Lebaran

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum FKDK BPDSI, Prof Mas’ud, menilai, BPD memiliki posisi penting dalam struktur perbankan nasional. Total aset seluruh BPD di Indonesia mencapai sekitar Rp 1.100 triliun atau hampir 10 persen dari total aset perbankan nasional.

Menurutnya, kekuatan tersebut harus dioptimalkan untuk memperbesar kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah berkurangnya dukungan fiskal dari pemerintah pusat.

“Kontributif menjadi kata kunci. BPD harus terus memperkuat diri agar semakin resilien, kompetitif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” kata Mas’ud.

Komisaris Utama Bank Jateng, Adnas, menambahkan, penguatan tata kelola, manajemen risiko, inovasi, dan kolaborasi menjadi faktor utama agar BPD tetap relevan sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah.

Forum nasional FKDK BPDSI tersebut menjadi momentum konsolidasi BPD se-Indonesia untuk memperkuat daya tahan dan daya saing, sekaligus memperbesar peran mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.***

Berita Terkait

BRI Pemalang Salurkan KUR Rp766 Miliar hingga Juli 2026
Luthfi Bidik Peluang Ekonomi IKN, Industri Jateng Siap Perluas Pasar
Sisa Tiga Minggu, Taj Yasin Pacu Sensus Ekonomi Jateng hingga Tuntas
Gus Yasin: FAJAR 2026 Bukan Sekadar Pameran, Tapi Penguat Ekosistem Halal Jateng
Sinergi Jateng-Kaltim Buka Potensi Bisnis Rp20,2 Triliun di Berbagai Sektor
BPS Catat Kemiskinan Jawa Tengah Turun, Ekonomi Tumbuh Lebih Tinggi dari Nasional
Bulog Campus Preneur, Mahasiswa Berpeluang Jadi Pengusaha Pangan Lewat RPK Muda
BULOG Jateng Genjot Distribusi SPHP dan Beras Premium, Stok Dipastikan Aman

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:02 WIB

BRI Pemalang Salurkan KUR Rp766 Miliar hingga Juli 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Luthfi Bidik Peluang Ekonomi IKN, Industri Jateng Siap Perluas Pasar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Sisa Tiga Minggu, Taj Yasin Pacu Sensus Ekonomi Jateng hingga Tuntas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Gus Yasin: FAJAR 2026 Bukan Sekadar Pameran, Tapi Penguat Ekosistem Halal Jateng

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Sinergi Jateng-Kaltim Buka Potensi Bisnis Rp20,2 Triliun di Berbagai Sektor

Berita Terbaru

- BRI PEMALANG- BRI Kantor Cabang Pemalang. Foto : ist/metrojateng.id

Bisnis

BRI Pemalang Salurkan KUR Rp766 Miliar hingga Juli 2026

Senin, 10 Agu 2026 - 22:02 WIB