Dieng Caldera Race 2026 Catat Lonjakan Peserta Asing dan Dampak Ekonomi

- Reporter

Senin, 22 Juni 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Suhu dingin 14 derajat Celsius dan gelapnya langit sebelum fajar tidak menyurutkan langkah ribuan pelari yang mengikuti Dieng Caldera Race (DCR) 2026.

Tepat pukul 03.30 WIB, para pelari kategori 25K mulai dilepas dari Tambi Tea Resort, Wonosobo, Minggu, 21 Juni 2026. Mereka siap menaklukkan jalur pegunungan dengan tantangan elevasi mencapai 2.330 meter lebih.

Namun, Dieng Caldera Race bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik. Event trail run yang digelar di kawasan Dieng ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, penyelenggaraan DCR 2026 menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata Dieng kepada masyarakat luas, termasuk para pelari dari berbagai daerah dan mancanegara.

“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run ini adalah salah satu pintu kita untuk pengembangan wisata. Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sport tourism,” ujar Sumarno.

Menurutnya, kehadiran para peserta tidak hanya memberikan dampak saat mengikuti perlombaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Para peserta dan pendamping diharapkan turut menikmati berbagai potensi wisata, menggunakan jasa penginapan, membeli produk lokal, hingga menikmati kuliner khas daerah.

“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan minimal menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” katanya.

Baca Juga :  Sumarno Berangkatkan Komunitas Sepeda untuk Promosi Wisata Jawa Tengah

Sumarno juga mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang terus menghadirkan Dieng Caldera Race dengan konsep dan tantangan berbeda setiap tahun.

Menurutnya, perubahan rute pada tahun ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta.
Para pelari harus menghadapi rute baru dengan tantangan lebih berat karena melewati kawasan Gunung Sindoro.

“Rutenya berbeda dengan tahun lalu. Hari ini kita naik sampai puncak Sindoro. Cukup menantang, naiknya berat, turunnya lebih berat lagi,” tutur Sumarno yang berhasil menyelesaikan kategori 25K dengan catatan waktu 9 jam 25 menit.

Direktur Dieng Caldera Race 2026, Ade Hendrik Saputra, mengatakan, perubahan rute menjadi salah satu daya tarik utama DCR tahun ini. Khusus kategori 25K, peserta diajak melewati jalur Gunung Sindoro yang sebelumnya belum menjadi bagian dari lintasan.

“Untuk kategori 25K tahun ini 100 persen berubah. Kita naik Sindoro. Ini yang menjadi daya tarik DCR 2026, karena peserta terbanyak tahun ini ada di kategori 25K,” jelasnya.

Menurut Hendrik, secara keseluruhan DCR 2026 diikuti sekitar 2.000 peserta dengan peningkatan jumlah peserta asing yang cukup signifikan. Tahun ini tercatat lebih dari 150 peserta asing ambil bagian, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 44 orang.

Ia menyebut, tingginya minat peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Sejumlah penginapan di sekitar kawasan Tambi hingga Dieng mengalami peningkatan okupansi selama pelaksanaan event.

Baca Juga :  Kejurprov NPCI Jateng 2025 Resmi Dibuka, 10 Cabor Dipertandingkan

“Dari sisi penginapan radius sekitar 15 Km dari Tambi sampai Wonosobo maupun ke arah Dieng penuh. Perputarannya mungkin di atas Rp20 miliar dengan adanya Dieng Caldera Race 2026 ini,” ungkap Ade.

Selain tantangan lintasan, keindahan lanskap Dieng menjadi salah satu alasan event ini terus diminati. Para peserta disuguhkan pemandangan kawasan perkebunan, pegunungan, hingga sejumlah destinasi wisata seperti Candi Arjuna dan kawasan Telaga Menjer.

Salah satu peserta kategori 25K, Nadia asal Madiun, Jawa Timur, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan DCR tahun ini, terutama karena rute menuju Sindoro memberikan pengalaman berbeda.

“Ini mantap. Water station lengkap, keren. Yang kali ini karena sampai puncak Sindoro, elevasinya jos banget,” ujarnya.

Sementara itu, peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu, menyebut Dieng Caldera Race memiliki karakter berbeda dibanding event trail run lainnya.

“Ini salah satu acara trail yang mewah. Venue-nya di resort, suasananya juga luar biasa. Dieng dengan suhunya yang dingin membuat pengalaman lari di sini semakin menarik,” katanya.

Dieng Caldera Race 2026 digelar selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, dengan menghadirkan empat kategori perlombaan, yaitu 10K, 25K, 45K, dan 85K. Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di Tambi Tea Resort yang menjadi lokasi utama (race central) sekaligus titik aktivitas para peserta selama event berlangsung.***

Berita Terkait

KONI Jateng Siapkan Si Sakti, Informasi Porprov Tersaji Transparan dan Real-Time
Borobudur Marathon 2026 Tambah Kuota Jadi 12.500 Pelari, Bidik Perputaran Ekonomi Tembus Rp100 Miliar
Gubernur Ahmad Luthfi Optimistis Kejurnas Tinju Lahirkan Bibit Juara Baru Jawa Tengah
Menembus Gua hingga Pantai, Kebumen Geopark Trail Run Suguhkan Pengalaman Trail Run yang Berbeda
Bersama Putranya, Ahmad Luthfi Tunjukkan Inklusivitas Nyata di Soekarno Run 2026
Gubernur Jateng Cup Taekwondo Pecahkan Antusiasme, Hampir 3.000 Atlet Berlaga
PSMTI Walk & Run Perdana Meriah, Gus Yasin Dorong Budaya Hidup Sehat
Tidar Borobudur 10K Perdana Berlangsung Meriah, Peserta Tembus 8.000 Orang

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:18 WIB

KONI Jateng Siapkan Si Sakti, Informasi Porprov Tersaji Transparan dan Real-Time

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:40 WIB

Borobudur Marathon 2026 Tambah Kuota Jadi 12.500 Pelari, Bidik Perputaran Ekonomi Tembus Rp100 Miliar

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:13 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Optimistis Kejurnas Tinju Lahirkan Bibit Juara Baru Jawa Tengah

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menembus Gua hingga Pantai, Kebumen Geopark Trail Run Suguhkan Pengalaman Trail Run yang Berbeda

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:27 WIB

Bersama Putranya, Ahmad Luthfi Tunjukkan Inklusivitas Nyata di Soekarno Run 2026

Berita Terbaru