Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren

- Reporter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya memadukan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan di pesantren.

Hal itu disampaikan Taj Yasin Maimoen saat memberikan arahan dalam acara penyerahan beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren di 10 Gedung Merah Putih Semarang, Rabu 12 Agustus 2026.

Karenanya, ia meminta kepada penerima beasiswa santri untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan modern tanpa meninggalkan tradisi serta nilai-nilai keilmuan pesantren.

Menurut Taj Yasin, perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari. Karena itu, yang perlu dilakukan adalah mengarahkan pemanfaatannya agar memberikan manfaat bagi pendidikan, pesantren, dan masyarakat.

Ia menilai penguasaan teknologi menjadi semakin penting bagi santri, terlebih di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang telah masuk dalam berbagai bidang pendidikan.

Taj Yasin mengingatkan agar AI tidak digunakan sekadar untuk mempermudah pengerjaan tugas, tetapi harus menjadi sarana pendukung proses belajar. Menurut dia, kemampuan memahami teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan keilmuan dan akhlak.

“Para santri yang kami beri beasiswa kali ini, tolong pelajari betul teknologi, sains. Saat ini sudah menjadi metode pembelajaran bukan hanya di Indonesia, tetapi internasional,” ujar pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Baca Juga :  Hafal 30 Juz di Demak, Santri Lamongan Raih Bisarah Pemprov Jateng

Taj Yasin juga menekankan bahwa beasiswa yang diberikan Pemprov Jateng tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata ketika kembali ke pesantren.

Ia mencontohkan kebutuhan pesantren terhadap tenaga profesional di berbagai bidang, seperti dokter, pertanian, maupun pengelolaan usaha.

“Pesantren butuh dokter, pesantren butuh usaha pertanian dan lain sebagainya,” ujarnya.

Karena itu, para penerima beasiswa diharapkan dapat mengembangkan keahlian yang tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat diterapkan di lingkungan pesantren dan masyarakat.

Taj Yasin mengatakan, salah satu bentuk komitmen penerima beasiswa adalah kesediaan untuk kembali dan berkontribusi kepada pesantren yang memberikan rekomendasi.

“Ketika mereka dikembalikan ke pesantrennya masing-masing, salah satu MOU antara penerima beasiswa dengan kami adalah mereka siap untuk dikembalikan ke pesantrennya yang memberikan rekomendasi untuk berkontribusi,” katanya.

Menurut dia, pola tersebut penting agar investasi pemerintah melalui beasiswa memberikan dampak berkelanjutan. Santri tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang mampu mengembangkan pesantren dan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :  PAUD Jateng Ukir Sejarah, 27 Ribu Anak Membatik Massal Raih Rekor MURI

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga memperluas kerja sama pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan 25 Ma’had Ali atau perguruan tinggi berbasis pesantren.

Taj Yasin menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses beasiswa bagi santri sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi.

Ia mengatakan mekanisme seleksi penerima beasiswa untuk Ma’had Ali akan dilakukan secara berbeda. Setelah kerja sama disepakati, proses seleksi dapat dilakukan dengan melibatkan pihak yang terkait langsung dengan pesantren.

Selain dalam negeri, Pemprov Jateng juga terus membuka peluang kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di luar negeri. Taj Yasin menyebut pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah kampus di Maroko.

Ia mengatakan Pemprov Jateng sebelumnya juga telah memberikan beasiswa bagi santri yang menempuh pendidikan di sejumlah negara, antara lain Yaman, Mesir, China, serta perguruan tinggi di Indonesia.

Taj Yasin meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia ingin para santri yang memperoleh beasiswa memiliki kompetensi akademik sekaligus tetap kuat dalam tradisi keilmuan pesantren.

Menurutnya, santri masa kini harus mampu memahami perkembangan zaman tanpa kehilangan akar keilmuan pesantren.***

Berita Terkait

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026
Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah
Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet
Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat
Ahmad Luthfi Pastikan Kuliah Mahasiswa NTT Tak Terhenti akibat Bencana
Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an
Kerja Sama dengan ACI Dijajaki, Santri Jateng Berpeluang Tempuh Pendidikan Hadis di Turki

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah

Selasa, 15 September 2026 - 16:51 WIB

Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Rabu, 9 September 2026 - 07:04 WIB

Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat

Berita Terbaru