Tak Sekadar Maket, Pameran Arsitektur Unimus Tampilkan Proses dan Gagasan

- Reporter

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ratusan maket dan gambar desain memenuhi Rumah Po Han, Kota Lama Semarang. Ada rancangan rumah, pasar, terminal, stasiun hingga gedung pertunjukan. Masing-masing membawa cerita tentang proses belajar mahasiswa menjadi seorang arsitek.

Sekitar 300 karya mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dipamerkan dalam Parade Desain: The Journey of Explore, 21-23 Agustus 2026.

Ketua Panitia, Niko Febrianto, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan karya mahasiswa kepada masyarakat.

“Tujuan utamanya adalah mengapresiasi karya-karya mahasiswa S1 Arsitektur dan mempublikasikan karya mereka supaya dikenal masyarakat luas,” kata Niko.

Tema The Journey of Explore dipilih karena proses belajar seorang arsitek tidak pernah berhenti. Sejak mahasiswa hingga memasuki dunia profesional, seorang arsitek dituntut terus belajar dan mengeksplorasi gagasan.

Baca Juga :  Sekolah Terbuka untuk Semua: Refleksi Pendidikan Jawa Tengah 2025

Salah satu karya yang dipamerkan adalah rancangan gedung pertunjukan seni karya Muzaki Ahmad, mahasiswa semester empat. Bangunan empat lantai itu dirancang mampu menampung sekitar 800 pengunjung.

Muzaki mengaku idenya berangkat dari persoalan ruang pertunjukan di Semarang yang masih kerap menggunakan ruang terbuka untuk konser berskala besar.

“Lapangan itu sebaiknya tidak diperuntukkan untuk konser. Jadi saya mengambil gedung pertunjukan berskala besar dari permasalahan itu,” ujarnya.

Ketua Program Studi S1 Arsitektur Unimus, Kania Kinasih, mengatakan pameran juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan Prodi Arsitektur Unimus yang masih relatif baru kepada masyarakat.

Baca Juga :  Ciptakan Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Nawal Yasin Terus Gaungkan Gerakan Anti Bullying

“Ini cara kami mengenalkan Arsitektur Unimus kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kami sudah punya karya dan nantinya lulusan kami bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain menampilkan karya, pameran tersebut juga memperlihatkan karakter pendidikan arsitektur Unimus yang mengembangkan penciri arsitektur Islam. Konsep tersebut tidak dimaknai sebatas bentuk masjid atau simbol keagamaan, tetapi melalui nilai fungsi dan kebermanfaatan.

“Arsitektur Islam itu bukan melulu masjid. Nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran bisa kita implementasikan ke dalam desain,” ujar Ania.

Selama tiga hari, masyarakat dapat melihat langsung sekitar 300 karya tersebut secara gratis. Pameran berlangsung pukul 09.00-22.00 WIB di Rumah Po Han, Kota Lama Semarang.***

Berita Terkait

Jateng Perkuat Gerakan Literasi, Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jadi Penggerak
Tingkatkan Minat Baca, Pemprov Jateng Perkuat Peran Perpustakaan
Merah Putih dan Mimpi Anak-anak SLB Semarang Menggema di Karnaval Kemerdekaan
Orasi di UIN, Gus Yasin Dorong Mahasiswa Ikut Cari Solusi Rob
Tak Hanya Sekolah Negeri, Jateng Hadirkan Banyak Jalan Menuju Pendidikan
Ahmad Luthfi Semangati Pramuka Jateng di Cibubur: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan
Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas
Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Tak Sekadar Maket, Pameran Arsitektur Unimus Tampilkan Proses dan Gagasan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Jateng Perkuat Gerakan Literasi, Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jadi Penggerak

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Tingkatkan Minat Baca, Pemprov Jateng Perkuat Peran Perpustakaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Merah Putih dan Mimpi Anak-anak SLB Semarang Menggema di Karnaval Kemerdekaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Orasi di UIN, Gus Yasin Dorong Mahasiswa Ikut Cari Solusi Rob

Berita Terbaru