Ciptakan Lingkungan Sekolah Ramah Anak, Nawal Yasin Terus Gaungkan Gerakan Anti Bullying

- Reporter

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus menggaungkan gerakan anti bullying di lingkungan sekolah, sebagai upaya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Nawal, saat menghadiri Deklarasi Anti Bullying yang diinisiasi oleh organisasi perempuan Srikandi Jawa Tengah, bersama SMP Nasima Kota Semarang, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang turut dihadiri Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM RI, Sri Suparni Bahlil Lahadalia tersebut, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026.

Dalam kesempatan itu, Nawal yang menjalankan perintah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin, menekankan, sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak, bukan ruang yang menghadirkan rasa takut maupun tekanan.

“Diharapkan di sini nantinya, anak-anak tumbuh dengan karakter, bukan tumbuh dengan tekanan,” ujarnya, di hadapan guru dan ratusan siswa SMP Nasima Semarang.

Menurut Nawal, upaya mencegah perundungan di lingkungan pendidikan, tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Tambah Ruang Kelas Baru, Ground Breaking Sekolah Citra Kasih Tahap 2 Dimulai

Karena itu, istri Wakil Gubernur Jateng ini menilai, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter anak.

“Melalui gerakan PKK, kami terus mendorong bagaimana pola asuh berbasis kasih sayang dan komunikasi yang sehat, literasi digital keluarga kita tingkatkan, dan penguatan pendidikan karakter sejak dini,” beber Ning Nawal, sapaan akrabnya.

Dikatakan, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin telah menginisiasi program Kecamatan Berdaya, sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Melalui program tersebut, terdapat Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) yang memberikan layanan bantuan hukum, medis, hingga pendampingan psikologis bagi korban kekerasan maupun perundungan.

Lebih lanjut, Nawal mengajak para orang tua dan guru untuk terus mendampingi tumbuh kembang anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya sikap empati dan saling menghargai.

Selain itu, penulis buku Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual itu juga mendorong para siswa, agar berani melawan tindakan perundungan dan tidak ragu membela teman yang menjadi korban.

Menurut dia, generasi yang kuat bukanlah mereka yang mengandalkan kekuatan fisik, melainkan yang mampu menunjukkan empati dan menghormati sesama.

Baca Juga :  Pemprov Jateng dan ChildFund Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pertanian dan Peternakan

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menggaungkan. Adik-adik kita bersama-sama stop bullying, wujudkan sekolah aman dan berkarakter,” tegas Bunda Forum Anak Jateng tersebut.

Sementara itu, Penasehat DWP Kementerian ESDM RI, Sri Suparni Lahadalia, mengapresiasi semangat para siswa, dalam mendukung gerakan anti bullying di sekolah. Dia pun berpesan agar para pelajar terus semangat belajar, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

“Hormatilah guru, sayangilah sesama teman. Jadilah anak anak yang berprestasi, jadilah generasi emas dengan di masa depan dapat membanggakan bangsa dan negara,” pesan istri Menteri ESDM tersebut.

Pada kegiatan tersebut, para siswa SMP Nasima Semarang turut membacakan naskah deklarasi anti bullying, sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Deklarasi itu memuat enam poin penting, yakni menolak segala bentuk perundungan, menghargai sesama, memberikan dukungan kepada korban, menjadi teladan dalam kebaikan, mengaktifkan peran seluruh anak, serta berani melapor dan bersuara.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Semangati Pramuka Jateng di Cibubur: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan
Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas
Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren
Dari Pesantren ke Cina dan Mesir, Beasiswa Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng
Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip
English Public Speaking Jadi Bekal 200 Siswa Madrasah Wonosobo Hadapi Persaingan Global
Bulog Campus Preneur, Mahasiswa Berpeluang Jadi Pengusaha Pangan Lewat RPK Muda
Sekolah Rakyat Jateng Tampung Ribuan Siswa, Gus Yasin Optimistis Tekan Kemiskinan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Ahmad Luthfi Semangati Pramuka Jateng di Cibubur: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Karding kepada Mahasiswa Baru Undip: AI Bisa Cerdas, tapi Tak Bisa Menggantikan Integritas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Taj Yasin Tekankan Integrasi Sains, Teknologi, dan Nilai Keilmuan Pesantren

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Dari Pesantren ke Cina dan Mesir, Beasiswa Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Beasiswa Santri Pemprov Jateng Buka Jalan Aqila Kuliah Kedokteran Gigi Undip

Berita Terbaru