Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru

- Reporter

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBUMEN – Intervensi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, mulai menunjukkan hasil.

Beragam program, mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan modal usaha, pengembangan peternakan, hingga penguatan UMKM, perlahan menggerakkan roda perekonomian desa dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Capaian tersebut mengemuka saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menghadiri Festival Pangan di Desa Ayamputih, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan itu menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan Desa Dampingan yang selama dua tahun terakhir mendapat pendampingan intensif dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng.

Taj Yasin mengatakan, konsep Desa Dampingan tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan masyarakat mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor.

“Ini adalah bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Desa Dampingan. OPD mendampingi mulai dari UMKM, kelompok usaha, baik perorangan maupun kelompok,” kata pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi, itu.

Ia mengapresiasi sinergi berbagai OPD yang telah mengintervensi Desa Ayamputih, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah yang berhasil membangun kemitraan antara BUMDes peternakan ayam petelur dengan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB).

Baca Juga :  Gus Yasin: Sinergi Pengusaha dan Buruh Kunci Hadapi Tekanan Geopolitik

Menurutnya, kerja sama tersebut harus diperkuat dengan memastikan hasil peternak lokal terserap oleh program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kita pastikan apa yang diarahkan Pak Gubernur, SPPG Jawa Tengah harus beli telur dari Jawa Tengah, harus beli ayam dari Jawa Tengah supaya masyarakat kita bisa tumbuh bersama,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan pendampingan di Desa Ayamputih telah berjalan sejak 2025 sebagai bagian dari percepatan penanggulangan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan berbasis desa.

Selama 2025, total bantuan yang masuk ke Desa Ayamputih mencapai Rp492,81 juta. Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi berbagai OPD, Baznas, dan CSR, meliputi subsidi pangan dan energi bagi keluarga miskin, rehabilitasi 10 unit RTLH, pembangunan sanitasi, bantuan modal usaha, bibit tanaman produktif, hingga edukasi konsumsi pangan bergizi.

Program itu berlanjut pada 2026 dengan cakupan yang lebih luas. Bantuan diberikan untuk pengembangan usaha mikro, kelompok usaha bersama, budidaya bebek petelur, pembangunan sembilan jamban keluarga, serta rehabilitasi lima unit RTLH senilai Rp100 juta.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan Ambulans untuk Dukung Pelayanan Kesehatan Kodam IV/Diponegoro

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara BUMDes Ayamputih dan PT Jateng Agro Berdikari guna menjamin keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur di desa tersebut.

Selain penyerahan bantuan, Festival Pangan juga menghadirkan berbagai layanan publik bagi masyarakat, mulai dari Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, Samsat Keliling, hingga konsultasi perizinan usaha (NIB).

Berbagai layanan tersebut dipadukan dengan pasar UMKM pangan lokal sebagai upaya memperluas akses ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Ayamputih, Saudi, mengatakan dampak program Desa Dampingan mulai dirasakan warga. Selain kualitas hunian yang meningkat melalui program RTLH, bantuan modal usaha dan pengembangan peternakan juga menciptakan peluang kerja baru.

“Di kandang ayam petelur saja sudah mempekerjakan enam orang. Kami juga mengembangkan objek wisata Pantai Happy yang membuka kesempatan kerja bagi sekitar 25 warga, terutama pemuda desa, melalui usaha kuliner dan pengelolaan parkir,” ujarnya.

Menurut Saudi, berbagai intervensi yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit lahirnya aktivitas ekonomi baru yang diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kemandirian desa.**

Berita Terkait

Investor Singapura Gandeng Mitra China, Jajaki Investasi Industri Berteknologi dan Pendidikan di Jateng
BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan
BRI Peduli Berbagi Kasih, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Jemaat Gereja
Bersama Danantara, PNM Perluas Pelayanan Hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T
Hari Koperasi Jateng Ditutup dengan Runwalk UMKM, Ribuan Peserta Ikuti Gerakan Berkoperasi
Dari Garasi ke Omzet Ratusan Juta, Koperasi Merah Putih Banjarsari Jadi Inspirasi
Hari Koperasi di Solo, Pemprov Jateng Dorong Koperasi Perluas Pasar dan Kemitraan
BULOG dan Komisi IV DPR Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:02 WIB

Desa Ayamputih Mulai Bangkit, Pendampingan Pemprov Jateng Hadirkan Peluang Kerja Baru

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:37 WIB

Investor Singapura Gandeng Mitra China, Jajaki Investasi Industri Berteknologi dan Pendidikan di Jateng

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:46 WIB

BRI Peduli Berbagi Kasih, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Jemaat Gereja

Senin, 13 Juli 2026 - 16:08 WIB

Bersama Danantara, PNM Perluas Pelayanan Hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:05 WIB

Hari Koperasi Jateng Ditutup dengan Runwalk UMKM, Ribuan Peserta Ikuti Gerakan Berkoperasi

Berita Terbaru