Metrojateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan pentingnya pelestarian media tradisional sebagai sarana edukasi masyarakat yang efektif dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, media tradisional tetap memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan secara lebih membumi dan mudah diterima.
Heri menjelaskan, media tradisional seperti wayang, ketoprak, kuda lumping, hingga seni tutur rakyat telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selain berfungsi sebagai hiburan, media tersebut juga menjadi sarana penyampaian nilai moral, sosial, dan kebangsaan yang relevan hingga saat ini.
“Media tradisional memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan secara halus, dekat dengan masyarakat, dan sarat nilai budaya. Ini harus kita jaga dan optimalkan,” ujarnya dalam keterangannya.
Ia menilai, pendekatan edukasi melalui media tradisional cenderung lebih efektif karena menggunakan bahasa dan simbol yang sudah dikenal masyarakat. Hal ini membuat pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diinternalisasi tanpa menimbulkan resistensi.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu bersinergi dengan para pelaku seni dan budayawan untuk terus menghidupkan media tradisional melalui berbagai kegiatan, seperti festival budaya, pertunjukan rutin, hingga integrasi dengan program edukasi masyarakat.
“Pesan-pesan penting seperti menjaga lingkungan, ketertiban umum, hingga kesehatan bisa dikemas dalam pertunjukan tradisional agar lebih menarik dan mudah diterima,” tegas Heri.
Selain sebagai sarana edukasi, pelestarian media tradisional juga berdampak pada penguatan identitas budaya daerah serta peningkatan kesejahteraan para pelaku seni. Dengan dukungan yang tepat, kesenian tradisional dapat berkembang sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Heri juga mendorong adanya inovasi dalam penyajian media tradisional, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan penonton, terutama di kalangan generasi muda.
“Kita perlu mengemas media tradisional secara kreatif tanpa meninggalkan nilai aslinya, agar tetap relevan di era modern,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Ia menambahkan, generasi muda perlu dilibatkan dalam proses pelestarian budaya agar tidak terjadi kesenjangan antar generasi. Pendidikan berbasis budaya dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan lokal sejak dini.
Dengan dukungan semua pihak, Heri optimistis media tradisional dapat terus eksis dan berperan sebagai pilar edukasi masyarakat sekaligus penjaga kearifan lokal di Jawa Tengah.
“Melestarikan media tradisional berarti menjaga identitas dan karakter bangsa. Ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Heri Londo, sapaan akrabnya.*









