Temui Wagub, Difabel Keluhkan Akses Kerja, Bansos, dan BPJS

- Reporter

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan penyandang disabilitas melalui implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 yang telah dilengkapi Peraturan Gubernur.

Hal itu disampaikan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat menerima komunitas difabel di Rumah Dinasnya, Semarang, Rabu 25 Maret 2026.

“Perda sudah ada, pergubnya juga sudah keluar, sehingga ini bisa kita jalankan,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan disampaikan. Mulai dari subsidi transportasi, akses kerja, bantuan sosial, hingga layanan kesehatan.

Perwakilan kelompok tuli, Rida, menyoroti masih terbatasnya kesempatan kerja bagi difabel. Serta aksesibilitas dalam pengurusan SIM.

“Kesempatan kerja bisa lebih terbuka dan adil dan tidak ada batasan umur,” ujarnya.

Selain itu, komunitas disabilitas intelektual, netra, dan fisik juga mengeluhkan belum meratanya bantuan sosial, keterbatasan akses pendidikan, hingga minimnya dukungan permodalan usaha.

Keluhan paling menonjol datang dari komunitas disabilitas langka (rare disorder). Salah satu orangtua, Oriza Oktarina menyebut kelompok mereka selama ini belum banyak terjangkau kebijakan.

“Selama ini kami seperti tidak ada. Di Semarang komunitasnya baru terbentuk 2-3 tahun, anggotanya ada 16,” ujarnya.

Baca Juga :  Rob Kepung Pesisir Bonang, Pemprov Jateng Siapkan Dermaga Apung untuk Nelayan

Ia mengungkapkan kesulitan mendapatkan diagnosis dan pengobatan, bahkan harus mencari bantuan hingga ke luar negeri. Selain itu, banyak penyandang disabilitas langka belum terdata dalam sistem bantuan sosial.

“Banyak teman-teman kami tidak masuk DTKS dan tidak dapat BPJS,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Taj Yasin mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menyatakan pemerintah terus membuka akses, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan.

“Kami juga menerima kawan-kawan difabel untuk bekerja di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (melalui rekrutmen CASN), termasuk teman-teman tuna netra,” ujarnya yang didampingi istri sekaligus Ketua TP PKK Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I.

Terkait aspirasi transportasi, ia menyebut akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Memang itu bukan kewenangan kami untuk mengatur tarif. Tapi akan kami sampaikan ke PT Kereta Api,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembaruan data penerima bantuan sosial agar tepat sasaran.

“Kalau ada teman-teman difabel yang belum mendapatkan PKH, tolong dikoordinasikan. Bisa jadi datanya masih tercampur dengan keluarga yang dianggap mampu,” ujarnya.

Baca Juga :  Infrastruktur Makin Baik, Pemudik Nilai Jateng Alami Kemajuan Pesat

Menurutnya, persoalan data menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau yang benar-benar membutuhkan.

“Bukan soal desilnya, tapi bagaimana pemerintah hadir untuk kawan-kawan disabilitas,” katanya.

Terkait layanan kesehatan, pemerintah provinsi akan menyampaikan kebutuhan perawatan jangka panjang bagi penyandang disabilitas kepada pemerintah pusat.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, yang turut mendampingi dialog tersebut menjelaskan di pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin juga disiapkan’ program Kartu Jateng Ngopeni atau Kajen.

“Ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk difabel yang belum mendapatkan PKH. Nilainya Rp 200 ribu totalnya setahun Rp2,4juta,” ucap Imam.

Ia menegaskan, penerima manfaat tidak bisa mendapatkan dua bantuan sekaligus. Apabila sudah mendapatkan PKH, maka tidak boleh meminta Kajen. Begitu pun sebaliknya.

“Nah yang belum dapat PKH, silakan datang ke Dinsos daerahnya masing-masing untuk didata ulang. Kami akan mengawal,” tambahnya.

Melalui dialog tersebut, pemerintah berharap berbagai masukan dari komunitas difabel dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan agar lebih inklusif dan berdampak nyata.*

Berita Terkait

Sekda Jateng Satukan Persepsi Kedungsepur Wujudkan Wisata Berkelanjutan 2027
Idul Adha 2026, SPPG Tugu Karanganyar Semarang Perkuat Aksi Sosial Lewat Kurban
Petani Grobogan Mengadu ke Sekda, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Ditanami
Warga Huntara Tegal Bahagia, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi Kurban Pribadi
Sekda Jateng Antar Bantuan Sapi Kurban Presiden ke Desa Tinanding Grobogan
Tekan Stunting, Nawal Yasin Ajak Warga Jateng Gemar Konsumsi Ikan
Jateng Pastikan Guru Honorer Tetap Mengajar, Siap Ajukan PPPK Lagi
Pemprov Jateng Latih Disabilitas dan Keluarga Kurang Mampu Jadi Pekerja Industri

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sekda Jateng Satukan Persepsi Kedungsepur Wujudkan Wisata Berkelanjutan 2027

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:09 WIB

Idul Adha 2026, SPPG Tugu Karanganyar Semarang Perkuat Aksi Sosial Lewat Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:42 WIB

Warga Huntara Tegal Bahagia, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi Kurban Pribadi

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:32 WIB

Sekda Jateng Antar Bantuan Sapi Kurban Presiden ke Desa Tinanding Grobogan

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:38 WIB

Tekan Stunting, Nawal Yasin Ajak Warga Jateng Gemar Konsumsi Ikan

Berita Terbaru

Nasional

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB