Ahmad Luthfi Pastikan Jateng Siap Hadapi Lonjakan 17 Juta Pemudik Lebaran

- Reporter

Senin, 9 Maret 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menyambut belasan juta orang masuk yang masuk wilayahnya pada Lebaran 2026.

Untuk menyongsong kedatangan para pemudik itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menekankan agar mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Karenanya, seluruh Bupati dan Walikota beserta forkopimda sudah dikumpulkan untuk memantapkan persiapan di masing-masing daerah.

“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” kata Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin, 9 Maret 2026.

Turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, beserta Forkopimda Jateng. Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan masing-masing sektor. Di antaranya kesiapan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.

Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng meliputi pelaksanaan Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jateng, Posko Kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah se-Jateng, posko di 23 Terminal Tipe B, serta patroli mobile di lokasi rawan macet (obyek wisata, pusat keramaian, pasar tumpah, dan lainnya).

Baca Juga :  35 Peserta Berhak Lanjut Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng

Selain itu juga dilakukan pemasangan rambu portable; Pemasangan 10 Titik CCTV tambahan; Pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis. Di samping itu juga ada rampcheck kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif.

Dikatakan Luthfi, perbaikan jalan berlubang serta pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan terus dikebut dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, kecepatan penanganan sangat diperlukan untuk memastikan setiap jalan mulus tidak ada lubang. Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan lancar.

Terkait ketersediaan bahan pokok penting, Gubernur juga meminta agar operasi pasar dan pengecekan dari Satgas Pangan terus dilakukan. Ia tidak menginginkan ada kekurangan stok bahan pokok penting dan penimbunan yang memicu kenaikan harga dan inflasi di wilayahnya.

“Operasi pasar kita perbanyak, saat ini sudah sampai sekitar 300-an kegiatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota,” paparnya.

Kesiapan juga terkait dengan suplai energi seperti gas Elpiji, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan listrik. Pertamina telah menyampaikan bahwa stok elpiji dan BBM untuk Jawa Tengah aman saat lebaran. Begitu halnya dengan listrik, PLN sudah melakukan langkah-langkah untuk mengamankan distribusi, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Baca Juga :  Program TMMD Kodim Semarang Tuntas Terlaksana, Wujud Pengabdian ke Masyarakat

“Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan,” katanya.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga meminta kepada Bupati dan Walikota beserta forkopimda untuk mitigasi potensi bencana yang terjadi selama libur lebaran.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, dalam rangka menyongsong perayaan idul Fitri ini, jaminan keamanan dan kenyamanan menjadi nomor satu. Operasi yang dilakukan nanti fokus pada safety and hospitality (keamanan dan keramahtamahan).

Total personel yang disiagakan untuk mengamankan arus mudik-balik dan perayaan idulfitri di Jawa Tengah sekitar 28.980 orang. Terdiri atas 22.000 personel Polri, 1.189 TNI, 5.111 personel dari instansi terkait lainnya. Puluhan ribu personel tersebut tersebar di sejumlah objek vital di Jawa Tengah.

“Ada sekitar 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, 23 pelabuhan, 18 pelabuhan perikanan, 16.300 masjid, 224 objek wisata, 48 stasiun. Kemudian ada 153 pospam, 78 posyan, dan 31 pos terpadu,” bebernya.*

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru