Serentak Bersih-Bersih, 35 Kabupaten/Kota Dukung Gerakan ASRI

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Kepala daerah se- 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, kompak mendukung Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah), yang diluncurkan Selasa, 24 Februari 2026,di Pantai Jodo, Desa Kalirejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Aksi yang bertepatan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tersebut dipusatkan di Batang, dan diikuti serentak oleh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Para pemimpin daerah menyampaikan dukungan langsung, melalui dialog dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi – Taj Yasin, yang diselenggarakan secara daring, dalam acara tersebut.

Secara berurutan, setiap kepala daerah menyampaikan program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam mendukung Gerakan Jawa Tengah ASRI ini. Wakil Gubernur Taj Yasin membuka dialog dengan menyapa kabupaten Brebes yang melaksanakan kegiatan bersih di sepanjang pantura hingga menghasilkan sampah 4 – 5 ton.

“Semangat terus, dan gunakan momentum ini untuk menjadi kebiasaan bersih-bersih,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya dari Batang.

Demikian juga kabupaten Demak, Blora, Kudus, dan Pemalang. Mereka menegaskan komitmen dukungannya dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih di wilayah masing-masing.

“Di Kabupaten Kudus, kami sudah menyampaikan sesuai edaran Gubernur, agar setiap kantor wajib membuat biopori. Untuk ASN wajib pilah sampah di lingkungan masing-masing,” jelas Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Baca Juga :  Produksi Beras Nasional Dijaga, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

Hal senada disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Pihaknya telah membentuk Satgas Berlian (Bersih Sungai Lingkungan), yang bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai. Dia mengatakan, sampah di Kota Semarang acap menjadi penyebab banjir.

“Kendala kami adalah ketersediaan alat berat yang belum sebanding dengan volume sampah,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengajak kabupaten/kota yang memiliki tepian pantai agar memasang kubus apung, yang berguna sebagai alat penyekat sampah.

“Setiap hari ada petugas yang mengangkat sampah yang terkumpul, sehingga perairan bersih dari sampah,” kata Dedy.

Bupati Temanggung Agus Setyawan dalam kesempatan itu memamerkan Desa Ketitang. Yang sudah zero waste dan memiliki program Gestapu (Gerakan Satu Menit Menyapu), hingga membawanya meraih penghargaan nasional.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, dirinya baru saja selesai memimpin curve di Pantai Indah Kemangi, Jungsemi. Pada kesempatan itu dia juga memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi menjaring aspirasi warga.

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dalam kesempatan yang sama menyampaikan pihaknya menggunakan 1.000 kantong guna ulang untuk mengumpulkan sampah, dalam rangka Gerakan Jawa Tengah ASRI. Selain itu juga menebar bibit ikan tawes di perairan umum, dan membuat sumur teba untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: Birokrasi Tak Boleh Kaku, ASN Harus Cepat dan Tanggap Masalah Warga

“Jaga Tirta merupakan gerakan menjaga kebersihan sungai di Salatiga. Kami juga menjaga keindahan kota dengan angrekisasi di setiap sudut kota,” jelasnya.

Kepada Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Gubernur Ahmad Luthfi memberikan perhatian khusus, karena PLTSa Putri Cempa di Solo sudah ada investor dari Dubai yang tertarik dalam pengelolaan sampah di Soloraya.

“Harus ada action plan, karena sudah ada investor dari Dubai yang tertarik mengerjakan sampah di Soloraya,” katanya.

Sedangkan Bupati Kebumen Lilis Nuryani berharap ada penanaman mangrove di kawasan Pantai Logending. Menanggapi permintaan tersebut, Ahmad Luthfi pun meminta agar ke depan ada aksi penanaman mangrove yang dipusatkan di Kebumen.

Dalam sambutannya, Bupati Batang Faiz Kurniawan mengatakan, pihaknya sangat bangga Pantai Jodo menjadi tuan rumah dimulainya Gerakan Jawa Tengah ASRI. Terlebih, Batang memiliki garis pantai 38,5 km. Menurutnya, momentum tersebut sangat tepat untuk dijadikan komitmen bersama daerah lain dalam menjaga kebersihan di wilayah hilir.

Ahmad Luthfi dan Gus Yasin mendengarkan dengan seksama, hingga seluruh kepala daerah di 35 kabupaten/kota usai memberikan paparan singkat kegiatan mereka. Keduanya memberikan apresiasi terhadap antusiasme kepala daerah.*

Berita Terkait

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng
Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan
Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu
Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut
Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng
Dika Diadili dalam Kasus Penipuan Investasi Bodong, Pensiunan Padati Pengadilan Purwokerto
Hadapi Kekeringan, Taj Yasin Tekankan Modifikasi Cuaca dan Perbaikan Resapan Air
Karhutla Melonjak, Taj Yasin Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Lari 5K hingga Kuliner Gratis Semarakkan Penutupan HUT ke-81 Jateng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Dieng Culture Festival 2026, Merayakan Harmoni Budaya dari Negeri Atas Awan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Sanggar Greget Semarang Bagikan Pengalaman, 12 Sanggar Sragen Menimba Ilmu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pamor Wicaksono Raih Penghargaan, Dedikasi untuk Masyarakat Brebes Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Dari Dosen hingga Advokat, 177 Orang Ikuti Seleksi Komisioner KI Jateng

Berita Terbaru