36 Rumah Bersertifikat untuk Warga Terdampak Tanah Gerak Banjarnegara Resmi Diserahkan

- Reporter

Senin, 23 Februari 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuntaskan relokasi warga terdampak bencana tanah bergerak di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 36 unit hunian tetap lengkap dengan sertifikat tanah resmi diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kepada warga, Senin, 23 Februari 2026.

Penyerahan tersebut menjadi tahap akhir dari total 80 unit relokasi yang dilakukan secara bertahap sejak 2011. Dengan rampungnya pembangunan ini, warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam kecemasan akibat pergerakan tanah kini dapat menempati rumah baru yang lebih aman dan layak.

Ahmad Luthfi meminta warga tidak lagi mengenang rumah lama yang sudah tidak aman dan bahaya untuk dihuni. Ia berharap rumah baru tersebut membawa keberkahan dan ketenangan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Yang penting sekarang bisa puasa dan Lebaran di rumah baru. Ini gratis, tidak bayar. Semoga berkah bagi kita semuanya,” ujarnya.

Ahmad Luthfi menegaskan, penanganan bencana di Jawa Tengah harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga hingga tahap pemulihan dan relokasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah dan pemangku kepentingan agar masyarakat terdampak benar-benar merasakan kehadiran negara.

Baca Juga :  Jumlah SPPG di Kabupaten Rembang Perlu Ditambah, Ditargetkan Capai 39

“Harus ada kerja sama dan kolaborasi, termasuk cara mengatasinya sehingga masyarakat merasa tidak ditinggalkan. Pejabat yang bersangkutan harus menyertai,” katanya.

Relokasi 36 unit hunian tetap ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Pemkab menyiapkan lahan relokasi, Pemprov memberikan bantuan pembangunan rumah, sementara Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan sertifikat tanah bagi warga penerima. Ahmad Luthfi juga mengingatkan warga agar memanfaatkan rumah tersebut sebagai fondasi masa depan keluarga.

“Manfaatkan rumah ini untuk masa depan bapak-ibu sekalian,” ujar Gubernur didampingi Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedy Dharmawan.

Hunian tetap tersebut dibangun menggunakan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) yang memiliki keunggulan tahan gempa, proses pembangunan cepat, serta lebih ekonomis dan efisien. Teknologi ini dinilai sesuai untuk kawasan rawan bencana seperti Banjarnegara.

Bupati Amalia mengapresiasi percepatan penyelesaian relokasi pada masa kepemimpinan Ahmad Luthfi. Ia menyebut proses relokasi sempat berjalan cukup lama sejak 2022 untuk tahap akhir ini, namun akhirnya dapat dituntaskan.

Baca Juga :  Gerak Cepat Pemprov Jateng, Pengungsi Banjir Pekalongan Pastikan Logistik Aman

“Kami mewakili masyarakat berterima kasih kepada Gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Ini tahap terakhir dari total 80 unit relokasi di Banjarnegara,” kata Amalia.

Ke depan, Pemkab Banjarnegara akan melengkapi fasilitas umum di kawasan relokasi, termasuk akses jalan, musala, instalasi listrik, dan air bersih. Pembangunan musala dalam waktu dekat direncanakan mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Salah seorang penerima manfaat, Yanto, mengaku bersyukur atas bantuan hunian tetap tersebut. Ia mengatakan rumah lamanya sudah tidak layak huni dan nyaris roboh akibat tanah bergerak.

“Terima kasih banget atas bantuannya. Dulu rumah sudah mau roboh dan tidak bisa ditempati. Sekarang rumah lebih bagus dan langsung dapat sertifikat. Senang sekali,” ujarnya.

Dengan selesainya relokasi ini, pemerintah berharap warga terdampak dapat kembali membangun kehidupan yang lebih aman dan produktif, tanpa dibayangi ancaman bencana serupa di masa mendatang.*

Berita Terkait

Waisak 2570 BE di Semarang, Umat Diajak Menumbuhkan Kebijaksanaan dalam Kehidupan
Sekda Jateng Satukan Persepsi Kedungsepur Wujudkan Wisata Berkelanjutan 2027
Idul Adha 2026, SPPG Tugu Karanganyar Semarang Perkuat Aksi Sosial Lewat Kurban
Petani Grobogan Mengadu ke Sekda, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Ditanami
Warga Huntara Tegal Bahagia, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi Kurban Pribadi
Sekda Jateng Antar Bantuan Sapi Kurban Presiden ke Desa Tinanding Grobogan
Tekan Stunting, Nawal Yasin Ajak Warga Jateng Gemar Konsumsi Ikan
Jateng Pastikan Guru Honorer Tetap Mengajar, Siap Ajukan PPPK Lagi

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:15 WIB

Waisak 2570 BE di Semarang, Umat Diajak Menumbuhkan Kebijaksanaan dalam Kehidupan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sekda Jateng Satukan Persepsi Kedungsepur Wujudkan Wisata Berkelanjutan 2027

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:39 WIB

Petani Grobogan Mengadu ke Sekda, Sawah 1,5 Hektare Tak Bisa Ditanami

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:42 WIB

Warga Huntara Tegal Bahagia, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi Kurban Pribadi

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:32 WIB

Sekda Jateng Antar Bantuan Sapi Kurban Presiden ke Desa Tinanding Grobogan

Berita Terbaru

Nasional

Menko Polkam: Daerah Tak Akan Maju Tanpa Forkopimda yang Kompak

Minggu, 31 Mei 2026 - 08:54 WIB

Pendidikan

Luthfi: Pesantren Harus Menjadi Ruang Aman bagi Santri

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:09 WIB