Sekda Jateng Buka Wawasan Mahasiswa tentang LKPD dan APBD

- Reporter

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan, ada perbedaan mendasar antara akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan. Akuntansi komersial bentuknya kinerja keuangan, laporannya berupa laba-rugi perusahaan. Sedangkan akuntansi di pemerintahan bentuknya pertanggungjawaban akuntabilitas.

Hal itu dikatakan Sekda, saat mengisi Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Mahasiswa Program Studi Akuntansi Angkatan Tahun 2023,Fakultas Ekonomika Bisnis Universitas Diponegoro, di Gedung Grhadika Bakti Praja, Selasa, 3 Februari 2026.

“Sederhananya, akuntansi komersial bentuknya kinerja keuangan, laporannya berupa laba rugi perusahaan. Sedangkan akuntansi di pemerintahan bentuknya pertanggungjawaban akuntabilitas. Laporannya adalah capaian kinerja yang tertuang dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, atau LKPD,” urai Sumarno.

Ratusan mahasiswa yang dipimpin Ketua Program Studi Undip, Totok Dewayanto, itu, sengaja datang ke Gubernuran untuk mendengarkan paparan langsung dari Sekda Sumarno, terkait akuntansi untuk pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

Sumarno menekankan, pentingnya prinsip transparan dan akuntabel dalam pengeloaan keuangan pemerintah. Pasalnya, neraca yang menjadi wajah keuangan, harus ‘balance’.

Baca Juga :  Bangun Budaya Aman Sejak Dini, PLN Gelar SINAU LISTRIK untuk Siswa SDN 1 Sugihan

“Belajar akuntansi, mindsetnya yang tertanam adalah transparan dan akuntabel. Mudah-mudahan adik-adik nantinya juga menjadi virus – virus yang menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah,” tegasnya.

Ditemui usai acara, Sumarno mengatakan, kegiatan KKL mahasiswa Akuntansi Undip ini diharapkan akan memberikan gambaran mengenai pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Pasalnya, selama ini mahasiswa yang belajar di universitas lebih mendalami akuntansi komersial.

“Mudah-mudahan mahasiswa jadi tahu gambarannya, sehingga bisa menyaring informasi mengenai hiruk pikuk APBD di media-media sosial. Ini kesempatan untuk menyaring informasi, hoaks atau tidak. Sehingga bisa menjadi bagian untuk sosialisasi kepada masyarakat tentang realita pengelolaan APBD,” katanya.

Sumarno juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada kampus yang lain untuk belajar pengelolaan keuangan pemerintah di Pemprov Jateng. Menurutnya, belajar tidak melulu di meja kuliah. Hal lain yang lebih penting adalah berinteraksi dan menjalin komunikasi, yang akan terasakan manfaatnya saat memasuki dunia kerja.

Baca Juga :  Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa juga menyampaikan pertanyaan seputar pengelolaan keuangan pemerintah. Halim, mahasiswa asal Bekasi bertanya tentang cara Pemprov Jateng mengelola budgeting dan realisasi anggaran. Sedangkan Zakiya Nur Azizi, bertanya mengenai pengelolaan aset tetap pemerintah. Mahasiswa yang lain, Evan, bertanya seputar pengelolaan pajak oleh pemerintah.

Perwakilan mahasiswa, Muhammad Dhiya Ulfikri, mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah yang sudah menyambut hangat kedatangan para mahasiswa. Usai mendengarkan paparan langsung dari Sekda Provinsi Jawa Tengah, dia menjadi tahu bagaimana tata kelola keuangan pada sektor publik.

“Bapak Sekda menjelaskan banyak hal dan memberikan gambaran sistem yang ada di pemerintahan. Ini menjadi bekal bagi kami di beberapa tahun ke depan,” ujar mahasiswa yang aktif dalam organisasi Badan Audit Kemahasiswaan Akuntasi 2023 ini.*

Berita Terkait

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026
Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah
Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat
Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet
Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat
Ahmad Luthfi Pastikan Kuliah Mahasiswa NTT Tak Terhenti akibat Bencana
Santri Termuda Berusia 9 Tahun, Wagub Jateng Apresiasi 41 Penghafal Al-Qur’an
Kerja Sama dengan ACI Dijajaki, Santri Jateng Berpeluang Tempuh Pendidikan Hadis di Turki

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:05 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Jateng Tetapkan 52 Sekolah Adiwiyata 2026

Rabu, 16 September 2026 - 16:58 WIB

Taj Yasin Dorong Santri Bangun Kepemimpinan dengan Ilmu, Amal, dan Riyadhah

Selasa, 15 September 2026 - 16:51 WIB

Dari RPL JPT, Sekda Jateng Sumarno Gagas Kelanjutan Pendidikan Sekolah Rakyat

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Penghafal Al-Qur’an, Pemprov Jateng Salurkan Bisyaroh Tanpa Ribet

Rabu, 9 September 2026 - 07:04 WIB

Khatam Al-Qur’an, Taj Yasin Pesan Santri Jadi Teladan di Masyarakat

Berita Terbaru