Gus Yasin: Lima Kabupaten Perlu Bersatu Ajukan Penguatan Hutan Lindung Gunung Slamet

- Reporter

Senin, 26 Januari 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meninjau langsung lokasi terparah dampak banjir bandang di kawasan Lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu, 25 Januari 2026.

Sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir rusak diterjang banjir. Material berupa kayu hanyut menimpa pemukiman.

Dari pengamatan awal di lapangan, Taj Yasin melihat adanya pohon-pohon yang tergerus banjir bandang dalam kondisi akar masih segar. Hal tersebut mengindikasikan pohon tersebut tercabut murni akibat banjir.

“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” katanya.

Taj Yasin yang datang mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengingatkan pada tahun 2017 kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar. Sehingga material sisa kebakaran yang belum dibersihkan turut terbawa arus.

Untuk memastikan penyebab secara komprehensif, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan.

“Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” katanya.

Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan, lewat nencana ini pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kawasan hutan lindung benar-benar diperkuat dan mendapat perhatian serius.

Baca Juga :  DPRD Semarang Soroti Persoalan Warhol Residence, Regulasi Rumah Susun Dievaluasi

Ia menilai, momentum bencana ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyatukan langkah lintas daerah, khususnya lima kabupaten di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet. Agar bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung.

“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan,” jelasnya.

Sebagian informasi, Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, sebagai dampak hujan ekstrem yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam, 13 Januari 2026.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung. Sehingga air menggenangi permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah desa.

Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.

Untuk menampung warga yang mengungsi, pemerintah menyiapkan beberapa titik pengungsian. Yaitu Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, Gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Selain itu, dua orang warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Lalu, tujuh orang warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Pasar Wonogiri, Dorong Pembangunan Sarpras Darurat

Banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital. Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari yang merupakan penghubung Dusun Silegok–Sipendil dilaporkan terputus.

Jembatan di Dusun Batursari pada Sungai Comal, perbatasan Desa Penakir, juga mengalami kerusakan berat hingga terputus.

Selain itu, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu rusak, serta jaringan perpipaan di desa yang sama hanyut terbawa arus.

Kerusakan turut terjadi pada sektor perumahan warga. Sebanyak delapan unit rumah hanyut, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.

Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Berbagai upaya penanganan telah dilakukan. Di antaranya evakuasi warga ke tempat aman, pendirian posko logistik dan dapur umum, layanan kesehatan keliling, serta penanganan teknis infrastruktur melalui pembersihan material dan asesmen kerusakan.

Selain itu, posko layanan kesehatan juga didirikan untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan dan non-makanan, beras sebanyak satu ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, dan kids ware.***

Berita Terkait

Irwan Hidayat: Produk Harus Lebih Baik, Manjur dan Aman
DPRD Semarang Soroti Persoalan Warhol Residence, Regulasi Rumah Susun Dievaluasi
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS
Suami Tersangka Penipu Pensiunan Menghilang? Kerajaan Bisnis Nurma Disita Untuk Ganti Rugi Korban
Laporan Polisi Mengemuka, Gus Yasin Sebut Tuduhan Pemalsuan Tidak Tepat
Penipuan: Ini Dia “Malinda Dee” Penipu Versi Lokal Purwokerto
Pemprov Jateng Percepat Penanganan Tanggul Jebol Sungai Silandak di Semarang

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:07 WIB

Irwan Hidayat: Produk Harus Lebih Baik, Manjur dan Aman

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:51 WIB

DPRD Semarang Soroti Persoalan Warhol Residence, Regulasi Rumah Susun Dievaluasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:07 WIB

Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:04 WIB

Bank Mandiri Taspen Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka NHS

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:59 WIB

Suami Tersangka Penipu Pensiunan Menghilang? Kerajaan Bisnis Nurma Disita Untuk Ganti Rugi Korban

Berita Terbaru

- PENGHARGAAN- Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menerima Prasasta Gala Award kategori Lifetime Achievement Prasasta Windu Bhakti dari Universitas Semarang (USM), Kamis (24/9) malam. Foto : ist/metrojateng.id

Peristiwa

Irwan Hidayat: Produk Harus Lebih Baik, Manjur dan Aman

Jumat, 25 Sep 2026 - 19:07 WIB