Tak Sekadar Sekolah, SMANKO Jateng Bawa Dela Meraih Tiga Emas Porprov

- Reporter

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dulu, Dela Agustina Ramadani hanya ikut-ikutan teman bermain sepak takraw saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, atlet asal Jepara itu pulang dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 dengan tiga medali emas sekaligus.

Di balik pencapaian tersebut, ada rutinitas latihan dua kali sehari, disiplin kehidupan asrama, dan proses pembinaan yang dijalaninya di Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah.

“Dulu iseng-iseng ikut teman waktu SD, terus alhamdulillah ketagihan sampai sekarang,” kata Dela, Rabu (28/10/2026).

Ketertarikan yang bermula dari coba-coba itu perlahan berubah menjadi keseriusan. Sepak takraw bukan lagi sekadar olahraga untuk mengisi waktu bersama teman, melainkan bidang yang terus ia tekuni hingga membawanya ke panggung kompetisi tingkat provinsi.

Dela kemudian melanjutkan pendidikan di SMANKO Jawa Tengah. SMANKO merupakan program sekolah khusus milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diresmikan Gubernur Ahmad Luthfi pada 19 Mei 2025.

Melalui program ini, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen ingin mengintegrasikan pendidikan formal SMA dengan pemusatan latihan atlet (terhubung dengan PPLOP / PPOP Dispora Jateng untuk 24 cabang olahraga seperti tinju, atletik, gulat, pencak silat, panahan, dan voli.

Di sekolah tersebut, Dela mendapat kesempatan untuk menjalani pendidikan formal sekaligus mengembangkan kemampuan sebagai atlet.

Hari-harinya berjalan dengan jadwal yang ketat. Dela bangun sekitar pukul 05.00 untuk mengikuti latihan pagi hingga pukul 07.00. Setelah itu, ia kembali ke asrama untuk sarapan, mandi, dan bersiap mengikuti pelajaran.

Kegiatan sekolah berakhir sekitar pukul 12.30. Setelah makan siang dan beristirahat, ia kembali ke lapangan untuk menjalani latihan sore mulai pukul 15.30 hingga menjelang magrib.

Baca Juga :  Resmi Sandang World Athletics Label, Digiland Run 2025 Dipadati Ribuan Pelari

Seusai latihan, aktivitasnya belum langsung selesai. Ia harus membersihkan diri, makan malam, dan mengikuti apel malam sebelum beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi rutinitas berikutnya.

Jadwal tersebut menjadi bagian dari kesehariannya sebagai atlet pelajar. Kemampuan olahraga harus terus diasah, sementara pendidikan tetap menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.

“Jadi, setiap hari kita juga ada latihan khusus buat meningkatkan kemampuan kita, selain sekolah,” ujarnya.

Kerja keras itu berbuah hasil di Porprov Jawa Tengah 2026. Mewakili Kabupaten Jepara, Dela meraih tiga medali emas dari tiga nomor yang diikutinya, yakni tim regu, tim dobel, dan inter regu.

Dela, yang berasal dari Desa Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, Jepara, ini mengakui persaingan dalam kompetisi tersebut tidak mudah. Kabupaten Kendal menjadi salah satu lawan terberat yang harus dihadapi.

Dalam sepak takraw, kemampuan individu bukan satu-satunya penentu kemenangan. Setiap pemain harus mampu menjaga koordinasi dan kekompakan agar permainan tim berjalan efektif. Semangat bertanding dan sportivitas juga menjadi bagian penting dalam menghadapi lawan.

Dela merasakan langsung pentingnya faktor-faktor tersebut. Dukungan pelatih turut membantunya menjaga kepercayaan diri, terutama ketika menghadapi pertandingan yang menuntut konsentrasi dan ketenangan.

“Dari kemampuan, kekompakan juga harus semangat. Motivasi dari pelatih-pelatih sini sangat membantu. Tetap jadi diri sendiri di lapangan, jangan mudah goyah, tetap yakin sama diri sendiri,” tuturnya.

Kisah Dela memperlihatkan bagaimana pembinaan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan. Namun, untuk menghasilkan atlet berprestasi, prosesnya tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat berlatih. Seleksi, pendampingan pelatih, kedisiplinan, dan kesempatan berkompetisi juga menjadi bagian dari perjalanan atlet.

Baca Juga :  Luthfi Tegaskan Pentingnya Kesejahteraan Demi Cegah Atlet Pindah Daerah

Kepala Seksi Kepelatihan Balai PPLOP/PPOP Jawa Tengah pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Anastasia Rita Eny Wijayanti, mengatakan, siswa SMANKO direkrut melalui seleksi dengan mempertimbangkan potensi dan prestasi olahraga mereka.

“Anak-anak yang mengikuti seleksi, dilaksanakan oleh Balai PPLOP. Kita mencari anak-anak yang memang punya prestasi olahraga,” kata Rita.

Menurut dia, siswa SMANKO memperoleh fasilitas pendidikan dan asrama, uang saku, serta kesempatan menjalani latihan rutin pada pagi dan sore hari. Pembinaan prestasi atlet dilakukan melalui Balai PPLOP/PPOP Jawa Tengah.

Pembinaan itu mencakup 24 cabang olahraga. Sejumlah cabang, termasuk sepak takraw, telah mencatatkan prestasi hingga tingkat internasional.

Rita menambahkan, kualitas pelatih menjadi salah satu perhatian dalam proses pembinaan. Pelatih dipilih berdasarkan kompetensi dan rekam jejak prestasi, dengan sertifikasi minimal tingkat nasional.

“Kami memilih benar-benar pelatih yang andalan Jawa Tengah. Kami membina mereka untuk berprestasi,” ujarnya.

Bagi Dela, tiga medali emas Porprov menjadi hasil nyata dari perjalanan panjang yang dimulai dari kegiatan sederhana bersama teman-temannya. Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa bakat yang tumbuh sejak usia sekolah dapat berkembang ketika mendapat kesempatan, latihan yang konsisten, dan pendampingan yang tepat.

Bagi Jawa Tengah, tantangan berikutnya adalah menjaga agar capaian tersebut tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi menjadi pijakan bagi para atlet pelajar untuk bersaing di kejuaraan yang lebih tinggi.

“Yang jelas harapan kita tetap satu kata, Jawa Tengah juara. Jadi prestasi harus tetap nomor satu,” pungkas Rita.*

Berita Terkait

Porprov Jateng Diikuti 7.999 Atlet, Ahmad Luthfi Bidik Prestasi di PON 2028
Tantang Medan Ekstrem Gunung Slamet, Atlet Trail Run Jateng Bersiap Menuju PON 2028
Pemprov Jateng Optimistis Slamet Trail Run Pulihkan Kepercayaan Wisatawan ke Guci
Empat Medali Asian Games 2026 Jadi Bukti Kiprah Atlet Takraw Jateng
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Taj Yasin Sebut Sepak Bola Bangkit
7.990 Atlet Berebut Medali di Porprov Jateng XVII, Bibit Atlet Diburu
Gubernuran Jateng Jadi Lautan Suporter saat Timnas Indonesia Hadapi Singapura
Taj Yasin Dorong Pengembangan Sport Industry dan Sport Tourism di Jawa Tengah

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Tak Sekadar Sekolah, SMANKO Jateng Bawa Dela Meraih Tiga Emas Porprov

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Porprov Jateng Diikuti 7.999 Atlet, Ahmad Luthfi Bidik Prestasi di PON 2028

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Tantang Medan Ekstrem Gunung Slamet, Atlet Trail Run Jateng Bersiap Menuju PON 2028

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Pemprov Jateng Optimistis Slamet Trail Run Pulihkan Kepercayaan Wisatawan ke Guci

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Empat Medali Asian Games 2026 Jadi Bukti Kiprah Atlet Takraw Jateng

Berita Terbaru