Jateng Dorong Penerapan KLIK, Batang Industrial Park Siap Melaju 2026

- Reporter

Rabu, 19 November 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kawasan Industri di Jawa Tengah didorong untuk menerapkan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) sebagai strategi mempercepat perizinan. Metode ini untuk memacu okupansi investasi di setiap kawasan industry yang ada.

Sebagai percontohan, Batang Industrial Park direncanakan segera menerapkan KLIK pada 2026.

”Dengan adanya KLIK ini, diharapkan kedepan perlu langkah-langkah strategis menjadikan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bersaing,” kata Direktur Perencanaan SDA dan Industri Manufaktur BKPM, Ratih Purbasari Kania, di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah dalam rangka Implementasi Kemudahan Langsung Konstruksi (KLIK) Kawasan Industri Provinsi Jawa Tengah, di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Rabu, 19 November 2025.

Melalui mekanisme KLIK, kata Ratih, akan mempersingkat hambatan-hambatan proses perizinan lainnya dalam berinvestasi di kawasan industri. Dalam Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 5 tahun 2025, fasilitas diberikan kepada pelaku usaha terutama yang beresiko tinggi dan juga menengah tinggi.

Baca Juga :  PLN UIT JBT Resmikan Tiga Program TJSL di Kampung Adat Kuta

Sembari mengurus sejumlah perizinan paralel yang terkait, pelaku usaha bisa melakukan persiapan dan konstruksi bangunan. Strategi KLIK diterapkan khusus untuk usaha di kawasan industri.

”Jadi, diharapkan waktu tempuh perizinannya bisa berkurang sekitar 6 bulan-1,5 tahun,” ucapnya.

Ratih mengatakan, Jawa Tengah memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang apik dari kawasan industri. Maka, perlu ditingkatkan nilai tambahnya dengan memperbanyak hilirisasi produk dari industri manufaktur khususnya di kawasan industri sehingga menjadi daya tarik.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sakina Rosellasari, mengatakan, strategi KLIK menjadi terobosan untuk mempersingkat waktu ketika proses konstruksi bangunan. Adapun di Jawa Tengah terdapat empat daerah yang memiliki kawasan industri, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, dan Batang.

”Kemudahan ini tentunya akan menjadi daya tarik pelaku usaha untuk melakukan investasi. Selain yang sudah ada di kawasan industry yakni tax allowance, tax holiday, dan tax deduction,” katanya.

Baca Juga :  Sistim Transparan, PT JBA Berhasil Lelang 18.000 Kendaraan Bermotor

Dikatakan Sakina, kemudahan itu diharapkan juga bisa diterapkan di 31 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah. Terutama dengan kawasan peruntukan industri (KPI)-nya yang telah menjadi kawasan industri.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, dengan sosialisasi yang diikuti Kepala DPMPTSP kabupaten/kota se-Jateng akan memberikan Gambaran bagaimana penerapan strategi KLIK untuk kemudahan perizinan /menggaet investor.

“Dengan ini hambatan-hambatan perizinan terkait dengan konstruksi di kawasan industri sudah tidak ada lagi. Tentu saja izin itu bisa dijalankan dengan cepat sesuai dengan tata kelola, dan aturan yang seharusnya,” katanya.

Sejalan dengan itu, diharapkannya 35 kabupaten/kota nanti akan memiliki kawasan industry untuk mengakselerasi investasi di Jawa Tengah. Dikarenakan, Jawa Tengah telah ditetapkan menjadi provinsi penumpu pangan dan industri.***

Berita Terkait

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako
Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum
Semarang Tambah Pilihan Kuliner, The People’s Cafe dari ISMAYA Group Resmi Buka di Pollux Mall Paragon
Lonjakan Harga Plastik, Pemprov Jateng Gandeng Polisi Cegah Penimbunan
Akpol Dapat Bus Pendidikan dari BRI, Dorong Kualitas Taruna

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Rabu, 15 April 2026 - 12:57 WIB

BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:20 WIB

Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Selasa, 14 April 2026 - 15:55 WIB

Menteri Ferry Sebut Jateng Terdepan Pembentukan Koperasi Berbadan Hukum

Berita Terbaru