Gubernur Ahmad Luthfi Siap Percepat Perizinan Demi Sukseskan Program 3 Juta Rumah

- Reporter

Senin, 15 September 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perumahan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah di ruang kerjanya, Senin 15 September 2025. Pertemuan ini membahas berbagai kendala pembangunan perumahan, khususnya terkait program nasional 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden.

Ketua DPD Himperra Jateng, Sugiyatno, mengatakan, saat ini backlog perumahan masih cukup tinggi. Dari 524 developer yang tergabung, Himperra menargetkan percepatan pembangunan rumah subsidi, namun masih menemui sejumlah hambatan di lapangan.

“Kami mohon dukungan Bapak Gubernur agar ada percepatan dalam perizinan. Selain itu, kepala daerah juga bisa mendorong ASN untuk mengambil rumah subsidi,” ujar Sugiyatno.

Himperra juga menyoroti kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang belum seragam antardaerah

“Di Solo Raya BPHTB memang sudah bebas, tetapi hanya untuk warga ber-KTP domisili setempat. Kami berharap pembebasan ini berlaku untuk seluruh warga Indonesia, agar tidak menghambat investasi,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Darmawan, menjelaskan, saat ini sudah ada 22 kabupaten/kota yang memberikan pembebasan BPHTB. Sisanya 13 kabupaten/kota masih menambahkan syarat domisili KTP.

Baca Juga :  Tim Satgas Pangan Monitoring Distribusi Beras SPHP

“Hal ini menyulitkan, karena di kawasan urban seperti Semarang, banyak MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Sedangkan perumahan subsidi itu biasanya di wilayah perbatasan, misalnya Kendal, sehingga terkendala aturan domisili,” jelas Boedyo.

Selain itu, pemerintah provinsi juga telah mulai melakukan pendataan ASN bersama BKD kabupaten/kota. Dari hasil sementara, terdapat sekitar 13 ribu pegawai pemerintah baik ASN maupun P3K yang berpotensi menjadi target pasar rumah subsidi.

“Namun sosialisasi dan mekanisme pembiayaan masih perlu kita bahas lebih lanjut,” imbuhnya.

Adapun terkait permasalahan backlog, Dinas Perakim Jawa Tengah telah mengidentifikasi permasalahan backlog baik dari sisi kepemilikan maupun kelayakan.

Backlog kelayakan: sedang ditangani melalui anggaran APBD provinsi maupun kabupaten/kota. Backlog kepemilikan: difasilitasi melalui program FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta program relokasi bagi korban bencana.

“Kebijakan fiskal berupa pembebasan BPHTB juga sudah didorong untuk mempercepat kepemilikan rumah. Namun tetap perlu ada rapat koordinasi dengan kabupaten/kota karena kewenangannya ada di mereka,” jelas Boedyo dalam wawancara.

Baca Juga :  BRI Peduli Dukung Peningkatan Sanitasi, Bangun MCK 5 SD di Desa Sumberagung

Direktur Utama Bank Jateng, Irianto, menyampaikan, mereka sudah menyalurkan pembiayaan dari Tapera senilai Rp 108 miliar kepada hampir seribu nasabah. Sementara untuk tahun 2025, telah terealisasi Rp 41 miliar bagi 260 orang.

“Dari jumlah itu, baru 90 orang ASN yang terfasilitasi, sisanya adalah swasta. Kami tetap berkomitmen mendukung,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, perlunya sinergi antarpihak untuk menyelesaikan backlog perumahan. Ia mendorong agar segera dilakukan workshop dan rapat koordinasi.

“Nanti kita buat workshop, undang Bupati Wali Kota sekalian Dinas Perakim kabupaten/kota, Himperra, perbankan, juga pihak terkait seperti PLN dan BPN. Kita sudah mendapat penghargaan dari Menteri Perumahan, jangan sampai justru kinerjanya terhambat karena perizinan,” tegasnya.

Menurutnya, meskipun kewenangan perizinan ada di kabupaten/kota, namun koordinasi di tingkat provinsi tetap bisa dilakukan.

“Kalau sifatnya koordinasi kan boleh. Nanti kita buat rakor pemerintahan agar ada kepastian,” tandasnya.**

Berita Terkait

Luthfi Dorong Hipmi Ciptakan Peluang Baru di Tengah Tekanan Global
Waka DPRD Jateng Dorong Inovasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal
Gus Yasin Ajak HIPKA Jateng Perkuat Ekonomi Syariah Berbasis Kolaborasi
Koperasi Merah Putih di Jateng Progresif, Heri Londo Minta Pemda Lakukan Pendampingan
Tarik Investor, Ahmad Luthfi Perkuat Kepastian Hukum dan Keamanan Daerah
Gencarkan Promosi Pariwisata Daerah, Waka DPRD Jateng Dorong Optimalisasi Media Digital
Sertifikasi Halal Jadi Kunci, Ribuan Pedagang Bakso Jateng Didorong Berkembang
BULOG Pastikan Pasokan Minyakita Aman di Jateng

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:23 WIB

Luthfi Dorong Hipmi Ciptakan Peluang Baru di Tengah Tekanan Global

Minggu, 19 April 2026 - 14:56 WIB

Waka DPRD Jateng Dorong Inovasi Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal

Minggu, 19 April 2026 - 12:06 WIB

Gus Yasin Ajak HIPKA Jateng Perkuat Ekonomi Syariah Berbasis Kolaborasi

Sabtu, 18 April 2026 - 17:38 WIB

Koperasi Merah Putih di Jateng Progresif, Heri Londo Minta Pemda Lakukan Pendampingan

Sabtu, 18 April 2026 - 13:50 WIB

Tarik Investor, Ahmad Luthfi Perkuat Kepastian Hukum dan Keamanan Daerah

Berita Terbaru

Daerah

Luthfi Ajak Nahdliyin Rawat Kebangsaan dan Perkuat Ekonomi

Senin, 20 Apr 2026 - 12:10 WIB

Daerah

Gus Yasin: Haji Jateng Tahun Ini Gunakan Dua Embarkasi

Senin, 20 Apr 2026 - 06:43 WIB