Transaksi Soloraya Great Sale 2025 Tembus Rp10,3 Triliun, Karanganyar Tertinggi

- Reporter

Minggu, 27 Juli 2025 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Gelaran Soloraya Great Sale 2025 telah memasuki pekan terakhir. Nilai transaksi dalam event yang digelar di tujuh kabupaten/kota wilayah Soloraya itu hingga kini sudah mencapai Rp10,3 triliun.

 

Besaran itu sudah melampaui target sebanyak Rp10 triliun. Diperkirakan, nilai transaksi pada event yang digelar di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten itu akan terus mengalami peningkatan, hingga acara berakhir pada 31 Juli 2025 mendatang.

 

“Hari ini Soloraya Great Sale 2025 dalam satu bulan sudah mendapatkan Rp10,3 triliun. Saya sebagai Gubernur mengapresiasi kegiatan ini,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat acara Puncak Soloraya Great Sale 2025 Karanganyar, sekaligus peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/7/2025) malam.

Baca Juga :  Taj Yasin Maimoen: RPH Halal MAJT MAS Jadi Contoh Penguatan Ekonomi Ramah Muslim

 

Luthfi menyebutkan, nilai transaksi di Kabupaten Karanganyar, menjadi salah satu yang tertinggi selama gelaran tersebut.

 

“Karanganyar hari ini sudah mencatatkan Rp3,7 triliun dalam kegiatan Soloraya Great Sale 2025, nomor satu di Soloraya. Seluruh hotel di (lereng) Lawu full, penuh karena Soloraya Great Sale,” bebernya.

 

Pun demikian, imbuh Luthfi, gelaran tersebut tidak hanya berbicara tentang transaksi atau perputaran uang, tetapi bagaimana menumbuhkembangkan wilayah aglomerasi ekonomi. Harapannya, memunculkan perekonomian baru berbasis aglomerasi dan kebersamaan antardaerah.

 

Sebelumnya, Ketua Panitia Soloraya Great Sale 2025, Ferry S Indiarto mengatakan, kegiatan Soloraya Great Sale 2025 telah menjadi gerakan kolektif membangun kekuatan ekonomi kawasan Soloraya. Angka tersebut menjadi bukti, sinergi antarwilayah di Soloraya telah bergerak melampaui konsep aglomerasi semata.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Raih Rekor MURI atas Pembentukan Posbankum Terbanyak

 

Tiga daerah mencatat kontribusi ekonomi tertinggi, yakni Karanganyar, Surakarta, dan Sragen. Geliat ekonomi tak hanya datang dari sektor perdagangan dan ritel, tapi juga menyentuh sektor pariwisata, transportasi, UMKM, teknologi, hingga keuangan.

 

“Soloraya Great Sale bukan sekadar festival diskon. Tahun ini menjadi tonggak penting terbentuknya kesadaran kawasan, untuk tumbuh bersama. Kadin dari tujuh kabupaten/kota bergerak aktif, kepala daerah saling mendukung, pelaku usaha ikut ambil bagian, dan masyarakat merespons dengan antusias. Ini adalah cermin semangat baru,” katanya beberapa hari lalu.

Berita Terkait

BPBD Jateng Kerahkan Tim Gabungan Tangani Banjir di Solo Raya
Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Kesehatan Ternak Ditingkatkan Jelang Iduladha
Turun Langsung, Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya Berjalan Cepat
Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan
Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini
BRI Semarang Salurkan KUR Rp5,63 T, Sektor Produktif Dominasi Pembiayaan
Luthfi Kawal Penerbitan HGB KITB demi Menarik Investasi dan Jaga Kepastian Hukum
BRI Purwodadi Gandeng Yayasan Lokal, Sisir Warga Terdampak Ekonomi untuk Bagikan Sembako

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:39 WIB

BPBD Jateng Kerahkan Tim Gabungan Tangani Banjir di Solo Raya

Rabu, 15 April 2026 - 16:27 WIB

Ahmad Luthfi Minta Pengawasan Kesehatan Ternak Ditingkatkan Jelang Iduladha

Rabu, 15 April 2026 - 15:32 WIB

Turun Langsung, Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya Berjalan Cepat

Rabu, 15 April 2026 - 15:23 WIB

Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya, Bantuan Terus Disalurkan

Rabu, 15 April 2026 - 13:20 WIB

Kabar Gembira dari GMM, Penyerapan Tebu Petani Blora Tetap Aman Tahun Ini

Berita Terbaru